Adi Sastra Wijaya Sebut Wacana Pemisahan OPD Pertanian-Peternakan Bali Perlu Kajian Mendalam
BALI, Kabar1News.com — Akademisi Kebijakan Publik Universitas Udayana, Komang Adi Sastra Wijaya tanggapi soal Wacana pemisahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Usulan ini digulirkan oleh Komisi II DPRD Provinsi Bali untuk membentuk kembali Dinas Peternakan sebagai OPD yang berdiri sendiri.
Menurut Akademisi kebijakan Publik dari Universitas Udayana, mengatakan wacana tersebut perlu dikaji lebih dalam. Ia mendorong, agar OPD yang sudah ada perlu dimaksimalkan dari segi SDM’nya.
“Ide pemisahan ini menurut saya bagus, tetapi perlu dikaji lebih dalam. Artinya, jangan sampai ide pemisahan ini muncul tanpa memaksimalkan OPD yang sudah ada,” ujar Komang Adi Sastra Wijaya di Denpasar pada, Senin (1/9/26).
Adi Sastra Wijaya, menambahkan, pada dasarnya sebuah kebijakan baru itu, pasti akan melahirkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Karena itulah, pentingnya kajian secara empiris, jangan sampai terkesan seperti fragmentasi.
“Pertanian dan Peternakan di Bali kan dari dulu bersinergi sekali, kalau misalnya mau dipisahkan dengan pembentukan OPD. Menurut hemat saya, mungkin muncul pertanyaan, apakah pemisahan ini akan membawa dampak jauh lebih baik atau tidak,” katanya.
Menurutnya, untuk pembentukan OPD yang efektif, perlu kajian yang matang dengan melibatkan akademisi. Jangan sampai hal tersebut terkesan prematur.
” Jangan sampai kita terburu-buru secara prematur,hanya karena kurangnya pengetahuan atau potensi,” katanya.
Akademisi dari Universitas Udayana, Bali ini mengungkapkan, Bali ini merupakan salah satu sektor tulang punggung Pertanian dan peternakan. Baik secara ekonomi maupun bisnis. Karena itu, jangan sampai gara-gara pemisahan OPD, Bali jadi kehilangan potensi Pertanian dan Peternakan.
“Dua bidang ini adalah, bidang sangat strategis, jangan sampai gara gara dua OPD terjadi fragmentasi, sehingga cita cita menjadi Pertanian dan peternakan di Bali ini makin jauh. Karena pembentukan OPD tidak gampang, butuh sumber daya yang matang,” tutupnya. (*)




















