Selasa, Juni 9, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Refleksi Hari Jadi Lamongan ke-457, Tantangan Kemajuan Nyata dan Bukan Sekadar Seremoni

Refleksi Hari Jadi Lamongan ke-457, Tantangan Kemajuan Nyata dan Bukan Sekadar Seremoni

by jurnalis
27 Mei 2026
in Kajian, OPINI
Refleksi Hari Jadi Lamongan ke-457, Tantangan Kemajuan Nyata dan Bukan Sekadar Seremoni

Refleksi Hari Jadi Lamongan ke-457, Tantangan Kemajuan Nyata dan Bukan Sekadar Seremoni

 

Lamongan, Kabar1News.com – Di usia ke-457 tahun, Kabupaten Lamongan patut bersyukur atas berbagai capaian pembangunan. Pertumbuhan ekonomi meningkat, infrastruktur terus dibangun, dan sejumlah indikator sosial mengalami perbaikan. Pemerintah daerah juga menegaskan adanya penurunan angka kemiskinan, peningkatan IPM, hingga pembangunan jalan dan jembatan melalui program Jamula.

Namun semangat Bela Negara mengajarkan bahwa cinta daerah tidak cukup diwujudkan dengan pujian dan seremoni. Bela Negara berarti keberanian mengkritik kelemahan daerah secara jujur demi masa depan Lamongan yang lebih kuat.

Kepala FKBN (Forum Kader Bela Negara) Bakorda Lamongan, M.Ferry Fadli mengungkapkan pandangan kebangsaan, tentang tantangan dan Kritik untuk perkembangan Kabupaten Lamongan yang lebih maju.

“Kritik adalah Saran yang Membangun, Pejabat jangan anti kritik dan bermental feodal. Tunjukkan kinerja lebih sebagai abdi negara, melayani dan bekerja untuk kemajuan masyarakat, semua lapisan rakyat di Kabupaten Lamongan,” tuturnya. Rabu, (27/05/2026).

Pertama adalah pembangunan belum sepenuhnya merata.

Masih ada kesenjangan antara wilayah kota dan desa, terutama di kawasan pesisir, selatan, dan daerah rawan banjir. Infrastruktur memang dibangun, tetapi sebagian masyarakat masih merasakan jalan rusak, saluran air buruk, dan akses layanan publik yang belum maksimal. Ketika pembangunan hanya terlihat di pusat kota, maka rasa keadilan sosial menjadi melemah.

Kedua, persoalan banjir dan lingkungan belum terselesaikan serius.

Karena setiap musim hujan, beberapa wilayah Lamongan masih menghadapi genangan dan banjir. Ini menunjukkan tata kelola lingkungan dan drainase belum sepenuhnya kuat. Di sisi lain, kekeringan saat musim kemarau juga masih menjadi ancaman di beberapa kecamatan.

Daerah yang kuat bukan hanya yang mampu membangun gedung, tetapi yang mampu melindungi rakyatnya dari bencana tahunan yang terus berulang.

Ketiga, generasi muda masih menghadapi tantangan minimnya lapangan kerja.

Walaupun angka pengangguran disebut klaim menurun, realitas di lapangan menunjukkan banyak anak muda Lamongan masih kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Sebagian besar akhirnya memilih merantau keluar daerah karena industri lokal belum berkembang optimal. Kita lihat antara angka kelulusan dan lapangan kerja baru masih timpang.

Ini menjadi alarm serius. Jika generasi muda terbaik terus keluar dari Lamongan, maka daerah akan kehilangan energi produktif dan inovasi masa depan.

Keempat, budaya kritis masyarakat mulai melemahm

Hari ini kritik sering dianggap serangan, padahal kritik adalah bagian dari kecintaan terhadap daerah. Semangat Bela Negara justru mengajarkan keberanian mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan penghargaan dan pencitraan. Jangan sampai masyarakat apatisme terhadap politik dan pemerintahan. Abdi negara adalah abdi rakyat. Kabupaten yang besar bukan kabupaten yang anti kritik, tetapi kabupaten yang siap dievaluasi demi perbaikan, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Kelima, identitas Lamongan sebagai lumbung pangan harus dijaga serius.

Lamongan dikenal sebagai daerah pertanian dan perikanan kuat. Namun ancaman alih fungsi lahan, rendahnya regenerasi petani, serta ketergantungan ekonomi tradisional menjadi tantangan nyata.

Jika sektor pangan tidak diperkuat dengan teknologi, perlindungan petani, dan inovasi pasar, maka Lamongan bisa kehilangan identitas strategisnya sendiri.

Lebih lanjut, Kepala FKBN Bakorda Lamongan mengatakan, Bahwa Bela Negara untuk Lamongan Hari Ini, Bela Negara bukan hanya soal menjaga NKRI dengan seragam dan slogan. Bela Negara juga berarti: semua berani melawan korupsi, bersama mengawasi pembangunan, menjaga lingkungan, memperjuangkan keadilan sosial, dan memastikan rakyat kecil ikut menikmati hasil pembangunan.

Di Hari Jadi Lamongan ke-457, masyarakat tidak membutuhkan sekadar pesta dan baliho ucapan. Yang dibutuhkan adalah keberanian bersama untuk mengakui kekurangan dan memperbaikinya.

Karena daerah yang kuat bukan daerah tanpa masalah, melainkan daerah yang berani menghadapi masalah dengan jujur.

Selamat Hari Jadi Lamongan ke-457.
“Bela Negara dimulai dari keberanian menjaga daerah sendiri agar tidak tertinggal, tidak rusak, dan tidak kehilangan masa depan yang lebih baik, lebih maju, sejahtera, makmur dan sejahtera,” pungkasnya. (**)

Tags: Bukan Sekadar SeremoniHari Jadi Lamongan ke-457NEWSRefleksiTantangan Kemajuan Nyata

Related Posts

Idul Adha dan Semangat Berkorban untuk Kemajuan Lamongan
OPINI

Idul Adha dan Semangat Berkorban untuk Kemajuan Lamongan

27 Mei 2026
Melawan Krisis Global dengan Kedaulatan Pangan dan Energi
OPINI

Melawan Krisis Global dengan Kedaulatan Pangan dan Energi

23 Mei 2026
Ketua RABN Jatim: Indonesia Darurat Pelecehan Seksual di Ponpes, Wajib Berbenah
Kajian

Ketua RABN Jatim: Indonesia Darurat Pelecehan Seksual di Ponpes, Wajib Berbenah

11 Mei 2026
Santet Masuk KUHP 2023, Begini Makna dan Pembuktiannya dalam Hukum Pidana
Kajian

Santet Masuk KUHP 2023, Begini Makna dan Pembuktiannya dalam Hukum Pidana

8 Mei 2026
DPP PPN Tunggal Jakarta: Aduan TPPO Harus Bisa Naik ke Laporan Polisi Resmi
Kajian

DPP PPN Tunggal Jakarta: Aduan TPPO Harus Bisa Naik ke Laporan Polisi Resmi

8 Mei 2026
Kertas Kebijakan Prakarsa Jatim Membuka Mata Publik Lamongan, Antara Fakta dan Sekedar Laporan Formal
Kajian

Kertas Kebijakan Prakarsa Jatim Membuka Mata Publik Lamongan, Antara Fakta dan Sekedar Laporan Formal

3 Mei 2026
Kertas Kebijakan Prakarsa Jatim Ungkap Kesenjangan Pembangunan di Lamongan
Kajian

Kertas Kebijakan Prakarsa Jatim Ungkap Kesenjangan Pembangunan di Lamongan

3 Mei 2026
Lamongan dan Ilusi Reformasi: Ketika Sistem Ada, Tapi Tak Pernah Sungguh Dijalankan
OPINI

Lamongan dan Ilusi Reformasi: Ketika Sistem Ada, Tapi Tak Pernah Sungguh Dijalankan

2 Mei 2026
Refleksi Hari Otonomi Daerah 2026: Evaluasi Tata Kelola di Lamongan
Kajian

Refleksi Hari Otonomi Daerah 2026: Evaluasi Tata Kelola di Lamongan

27 April 2026
Load More

Ucapan Corner :

Hari Besar Nasional :

Pasang Iklan :

Spesial Corner :

Spesial Corner :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.