Hindari PSU, KPU Bali Cek Secara Detail
Bali, Kabar1news.com – KPU Bali menyebut pihaknya sangat teliti untuk menghindari terjadinya pemungutan suara ulang (PSU) dalam pilkada serentak 2024.
Hal tersebut, I Dewa Agung Gede Lidartawan sampaikan dalam kegiatan Coffe Morning bersama Forkopimda Provinsi Bali di Denpasar pada, Senin (24/11/24).
“Persiapan anggaran dan juga logistik untuk seluruh Kabupaten/kota telah di cek dengan teliti sebelum di distribusikan ke TPS masing masing seluruh Kabupaten/kota. Sebelum logistik ke lapangan kemarin kita sudah monitoring bahkan saya buka satu persatu kotak suara di setiap gudang. Saya cek lagi saya bongkar yang sudah mereka segel saya lihat saya hitung satu persatu surat suaranya. Jumlah semuanya lengkap, “ ujarnya.
Ia mengatakan, pengecekan yang dilakukan KPU provinsi Bali untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan pihak KPU telah dikerjakan dengan benar termasuk soal anggaran honoror ium untuk KPPS, PPK, PPS kabupaten/kota se-Bali.
Selain mengecek logistik dan anggaran, penurunan alat peraga kampanye (APK) juga telah rampung yang dilakukan oleh jajaran KPPS dan PPK. Pihaknya juga sudah mengkoordinir seluruh PPS untuk pembuatan video pendek berdurasi 2-3 menit di TPS untuk membuat testimoni para saksi dan pengawas
“pertanyaan kami ada dua, pertama apakah pemungutan dan penghitungan suara di TPS sudah berjalan sesuai dengan aturan perundang undangan kemudian apakah ada kecurangan di TPS tersebut, ” katanya.
Lidartawan menambahkan, sebanyak 6.795 video pendek akan difungsikan dengan tujuan agar masyarakat Bali tidak terpengaruh terhadap isu apabila saat hari H ada konten luar yang mengatakan Bali ribut walaupun kejadiannya ada di luar.
“kami tidak ingin masyarakat Bali terpengaruh terhadap isu tersebut biar kami punya bukti terhadap semua pelaksanaan di Bali berjalan dengan aman dan lancar tidak ada intimidasi. Saya sudah wanti wanti seluruh penyelenggara jika ada yang main main saya akan mempercepat penangkapan orang seperti itu,”imbuhnya.
Hal ini dilakukan, untuk memberikan rasa percaya ke masyarakat bahwa penyelenggara Pilkada tidak ada yang main main,” tambahnya. (*)




















