Gubernur Bali Soroti Perubahan Prilaku Masyarakat di Tengah Perubahan Zaman
BALI, Kabar1News.com – Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan perubahan zaman sangat mempengaruhi pola hidup masyarakat Bali, baik secara positif maupun hal negatif.
“Perkembangan zamam membawa perubahan, perubahan itu berupa kemajuan secara ekonomi, dan ada juga yang muncul menjadi masalah baru,” ujarnya dalam Pembukaan Utsawa Dharmagita XXXIII Provinsi Bali, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center.
Ia mengatakan, perilaku masyarakat Bali, yang dulunya sopan, jujur, kini mulai meredup. Hal itu, kata dia bisa dilihat dari prilaku yang cenderung Sombong, Korupsi, dan nakal.
“Orang Bali mengalami degradasi,penurunan dari kesujatian sebagai orang Bali. Mulai ada yang korupsi, ada yang sombong, ada yang nakal-nakal,” tuturnya.
Namun meskipun demikian, kata Gubernur Koster, tidak semua orang Bali itu buruk, masih banyak yang berpilaku baik.
“Astungkara, meskipun begitu, yang begitu ngk banyak, tetap yang jauh lebih banyak adalah, yang baik-baik, moralnya, sopan santunnya, integritasnya,budi pekertinya,” tandasnya.
Ia mengungkapkan, sistem pendidikan yang tidak mengakomodir ke lokalan Bali juga sangat mempengaruhi pola hidup masyarakat Bali saat ini.
“Kita terbawa arus oleh sistem yang desain, sistem ini yang tidak mengakomodir ke lokalan, yang bagaimana agar orang Bali kembali pada jatidirinya, pintarnya ia, tapi ada yang kurang,” tandasnya.
Karena itu, Koster mengungkapkan, pemprov Bali berkomitmen untuk membangun kembali integritas, karakter, dan jati diri, identitas orang Bali melalui program 100 tahun haluan Bali.
“Ini yang sedang saya disain, itulah sebabnya mulai tahun ini, saya berlakukan peraturan gubernur Bali nomor 7 tahun 2026, agar nilai-nilai kearifan lokal Bali itu dikembalikan melalu pendidikan muatan lokal,” ucapnya.
Ia menegaskan, program ini merupakan sesuatu yang luar bisa bagi generasi penerus Bali. Ia juga minta para kadis agar program ini betul-betul ditanggapi dengan baik.
“Ini yang kita rancang, dan bukan sesuatu yang biasa tapi luar biasa. Tolong para kadis simak apa yang saya sampaikan, dan dijalankan,” tutupnya. (*)




















