293 Lembaga Keagamaan di Bojonegoro Terima Hibah 2026, Wabup Minta Maaf Nominal Masih Terbatas
BOJONEGORO, Kabar1News.com – Sebanyak 293 lembaga keagamaan di Kabupaten Bojonegoro menerima bantuan hibah dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun anggaran 2026.
Namun, besaran bantuan tahun ini diakui masih terbatas dan belum bisa memenuhi seluruh usulan.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat menghadiri Sosialisasi dan Penjelasan Teknis Bantuan Hibah TA 2026 di Pendopo Angling Dharmo, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Bojonegoro itu bertujuan memberikan pemahaman kepada penerima terkait hak, kewajiban, penggunaan anggaran, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.
Kepala Bagian Kesra Setda Bojonegoro Dian Rokhmawati I., S.STP., MM., menjelaskan, penerima hibah berasal dari berbagai lembaga.
Di antaranya pondok pesantren, Lembaga Pengembangan Qur’an, TPQ, TPA, madrasah diniyah, tempat ibadah, dan lembaga keagamaan lainnya.
“Sosialisasi ini penting agar penerima memahami mekanisme pencairan, penggunaan sesuai peruntukan, sampai laporan pertanggungjawaban,” ujar Dian.
Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro A. Mustakim meminta dana digunakan tepat sasaran.
“Besar maupun kecil nominal bantuan yang diterima, semuanya harus dikelola dengan tertib dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Mustakim juga berharap dukungan Pemkab untuk pendidikan keagamaan dan tempat ibadah tetap berlanjut di 28 kecamatan dan 430 desa.
Dalam sambutannya, Wabup Nurul Azizah menyampaikan permohonan maaf karena besaran hibah 2026 masih di bawah usulan Komisi A DPRD.
Ia menyebut keterbatasan dipengaruhi dua faktor. Pertama, posisi Bagian Kesra sebagai unsur pendukung Setda, bukan dinas. Ada arahan dari lembaga pemeriksa agar Kesra tidak menjadi penyalur utama bantuan tunai. Untuk infrastruktur, diarahkan ke OPD teknis seperti Dinas PKP CK.
Kedua, kondisi fiskal daerah. “Dana APBD dan dana transfer dari Pemerintah Pusat harus disesuaikan dengan belanja daerah yang terus meningkat. Pemkab berupaya mencukupi program prioritas, utamanya kesehatan yang manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat,” jelas Nurul.
Meski terbatas, Wabup berharap hibah ini tetap membantu kebutuhan lembaga dan membawa berkah untuk pendidikan keagamaan serta kepentingan umat di Bojonegoro.
“Harapannya, hibah ini dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat,” pungkasnya. (Prokopim/Red)




















