Warga Serbu Pasar Murah GPM di Gayam
Bojonegoro, Kabar1News.com – Antusiasme masyarakat Kecamatan Gayam terhadap pangan murah tampak saat gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) Selasa (28/4/2026). Tercatat nilai transaksi dari program pasar murah tersebut mencapai Rp 52,68 juta. Ribuan kilogram bahan pokok ludes terjual hanya dalam hitungan jam.
Sejak pagi hari, kerumunan warga yang didominasi oleh ibu-ibu sudah memadati lokasi GPM. Komoditas yang paling diburu adalah beras SPHP, di mana sebanyak 1 ton (1.000 kg) habis terserap pasar. Selain beras, minyak goreng juga menjadi primadona dengan total penjualan mencapai 990 liter, yang terdiri dari Minyakita dan minyak goreng premium.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Zaenal Fanani menyatakan, tingginya angka penjualan ini merupakan indikator nyata bahwa masyarakat sangat membutuhkan akses pangan yang terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar.
“Alhamdulillah, GPM di Kecamatan Gayam mencatatkan angka yang luar biasa, mencapai lebih dari Rp 52 juta. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa intervensi pemerintah hadir secara nyata di tengah masyarakat. Kami melihat warga sangat terbantu mendapatkan beras SPHP, minyak, hingga telur dengan harga di bawah pasar,” ujarnya.
Zaenal menambahkan, selain menjaga daya beli masyarakat, GPM ini juga bertujuan untuk mengendalikan laju inflasi daerah. “Tugas kami bukan hanya memastikan stok tersedia, tapi juga memastikan harganya stabil. Kami mengapresiasi masyarakat Gayam yang tertib meski antrean sangat panjang. Ke depan, titik-titik GPM akan terus kami perluas agar manfaatnya merata,” tegasnya.
Data detail penjualan menunjukkan dominasi komoditas bahan pokok sebesar Rp 45,28 juta. Selain beras dan minyak, warga juga menyerbu stok telur ayam ras sebanyak 93 kg, gula konsumsi 100 kg, serta berbagai jenis bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan aneka cabai.
Tak hanya bahan pokok, sektor UMKM dan produk rumah tangga juga kecipratan berkah. Penjualan produk pendukung seperti sabun, mie instan, tisu, hingga produk lokal UMKM menyumbang angka transaksi sebesar Rp 7,39 juta.
“Kami menggandeng UMKM lokal agar mereka juga mendapat panggung. Jadi, sambil warga belanja beras murah, mereka juga bisa membeli kebutuhan rumah tangga lainnya di satu lokasi,” pungkas Zaenal.
Dengan suksesnya gelaran di Gayam, DKPP berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan pasokan pangan di wilayah lain guna memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga sepanjang tahun. (Bjnkb/Red)






















