Seru! Debat Publik Kedua Pilkada Sidoarjo Saling Beradu Program dan Gagasan.
Sidoarjo, Kabar1News.com –
KPU Sidoarjo gelar Debat Publik Kedua Pilkada. Dalam debat putaran kedua ini menampilkan kedua paslon 1 Ba-ik dan paslon 2 Sae sebagai ajang penguatan program-program yang mereka andalkan untuk kemajuan Sidoarjo di masa lima tahun mendatang, di Hotel Aston Kamis, (31/10) malam.
Debat Publik Kedua Pilkada ini mengusung tema “Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat dan Menyelesaikan Masalah Persolan Daerah” dan terkonsentrasi pada program-program yang telah dijalankan dari paslon 1 Ba-ik dan program-program yang ditawarkan oleh paslon 2 Sae ini menjadi peran penting dalam mengenalkan kepada masyarakat Sidoarjo untuk lebih paham dan tahu tentang latar belakang kedua paslon.
Paslon 1 BA-IK terlihat lebih aktif karena berbagai pengalaman Cabup Subandi sudah melanglang buana yang pernah menjabat sebagai wakil RW, Kepala Desa 2 periode, anggota DPRD dan wakil Bupati Sidoarjo serta Plt. Bupati periode 2019-2024. Namun bukan hal yang tidak mungkin Subandi bisa menjadi Bupati terpilih nantinya. Dengan berbekal pengalaman kecerdasan ketulusan dalam memimpin Kabupaten Sidoarjo. Siapapun yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo ini mempunyai hak dan kewajiban untuk membangun Sidoarjo yang lebih baik. Keputusan ini tergantung dari pilihan masyarakat itu sendiri pilihlah dengan hati nurani yang paling dalam jangan sampai salah pilih dan menyesal.
Debat Publik Kedua Pilkada ini lebih komunikatif, diwarnai dengan sanggahan dari masing-masing paslon sesuai dengan program-program baru ataupun yang akan dilanjutkan jika terpilih nantinya.
Dalam sesi awal yaitu penguatan visi dan misi masing-masing paslon diberikan masing-masing waktu 1 menit 30 detik untuk menjawab atau menyanggah dari pertanyaan dan jawaban tersebut atau yang diutarakan atau yang disampaikan masing-masing paslon.
Yang menarik dalam Debat Pilkada Kedua ini adalah program yang ditawarkan dari paslon 2 Sae tentang program minimal 300 juta sampai dengan maksimal 500 juta per dusun.
Dalam debat Pilkada Paslon 1 Ba-ik memberikan pertanyaan kepada paslon 2 Sae tentang Dana 300 sampai 500 juta yang akan diberikan ke desa bagaimana laporan pertanggungjawabannya karena peningkatan kesehatan masyarakat, pendidikan, UMKM, pembangunan infrastruktur membutuhkan anggaran dana yang tidak sedikit. Karena anggaran dana tinggal 1,4 triliun. Tak pelak keseruan debat dimulai dari sini. Jawaban dari Mas Iin sangat tegas.
Paslon 2 Sae memberikan jawaban,
“Bilamana saya dilantik nantinya saya akan memberikan jaminan alokasi anggaran di wilayah dusun itu akan menerima kucuran anggaran minimal 300 juta maksimal Rp 500 juta yang mana penganggaran bisa dilakukan oleh dinas terkait diteruskan dan dilaksanakan oleh Pemerintah desa. Saya sudah di Badan Anggaran kabupaten Sidoarjo sudah 10 tahun, jadi saya tahu bagaimana pengelolaan anggaran dan saya tahu politik anggaran itu sangat tahu sekali saya sampaikan 300 juta sampai dengan 500 juta itu tambahan anggaran adalah seperti pagu anggaran yang dijamin oleh Pemkab Sidoarjo”, jawab Mas Iin dengan diplomatis.
Masih dengan jawaban Mas Iin
“Dengan lewat dinas itu adalah sangat teknis sekali sesuai dengan penempatan anggaran yang diakomodir dan diverifikasi sesuai dengan prioritas permasalahan yang ada di setiap dusun,” tambah Mas Iin.
Menanggapi jawaban dari Paslon 2, Paslon 1 BA-IK menjawab,
“Kenapa harus melalui desa bukan dinas karena desa bisa menerima dana desa kalau kelurahan dana ini nggak bisa diterima oleh kelurahan Karena bersumber dari kecamatan tentunya dengan adanya dana desa dan kelurahan ketimpangan pembangunan ini bisa selesai apabila kelurahan juga mendapatkan bantuan dana desa 500 juta pembangunan desa akan lebih merata”, Jawab Abah Subandi panggilan akrabnya dengan semangat.
Kita tunggu Debat Publik Pilkada putaran ketiga atau terakhir, semoga terjawab apa yang menjadi pertanyaan masyarakat Sidoarjo agar lebih yakin dengan pilihannya sesuai dengan hati nurani. (Pambayun)





















