Komisi B DPRD Bojonegoro Tinjau Sumur Banyugeni: Libatkan 26 Warga Lokal, K3 Jadi Prioritas
BOJONEGORO, Kabar1News.com – Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi lapangan ke lokasi proyek eksplorasi migas Sumur Banyugeni di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Rabu (22/7/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian pengawasan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Komisi B Sally Atyasasmi menyampaikan progres pembangunan fisik proyek telah mencapai sekitar 70 persen dan berjalan sesuai tahapan.
“Kami melihat progres pekerjaan berjalan dengan baik. Harapannya, proyek ini tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian Bojonegoro,” ujarnya.
Komisi B mengapresiasi PT Pertamina EP bersama PT ESS yang telah membuka ruang partisipasi warga. Saat ini tercatat 26 tenaga kerja lokal terlibat langsung, ditambah dukungan armada lokal untuk kelancaran operasional.
DPRD mendorong agar peluang bagi UMKM dan vendor lokal terus dimaksimalkan. Sektor yang disorot meliputi jasa konstruksi, katering, penginapan, laundry, transportasi, hingga logistik.
Mengingat lokasi proyek berdekatan dengan lahan pertanian dan permukiman, Komisi B menegaskan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara maksimal.
“Kami apresiasi perhatian perusahaan terhadap keselamatan. Namun penyempurnaan sistem pengamanan tetap perlu sebagai langkah preventif bagi pekerja dan masyarakat,” kata Sally.
Anggota Komisi B Didik Trisetyo Purnomo juga menekankan kesiapan fasilitas kesehatan dan sistem tanggap darurat harus selalu tersedia selama proyek berjalan.
Komisi B berharap komunikasi antara perusahaan, Pemkab, Pemdes, Forkopimcam, dan warga terus terbuka agar setiap tahapan dipahami bersama dan potensi persoalan bisa diantisipasi.
Perwakilan pelaksana proyek Indra Septian menegaskan perusahaan berkomitmen menjalankan proyek secara profesional dengan mengedepankan keselamatan, kepatuhan regulasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kami percaya keberhasilan proyek diukur bukan hanya dari penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari sinergi dengan masyarakat. Keterlibatan pelaku usaha lokal dan kepedulian lingkungan akan terus kami jaga,” jelas Indra.
Dengan kolaborasi Pertamina EP, PT ESS, pemerintah, dan masyarakat, proyek Sumur Banyugeni diharapkan selesai tepat waktu, mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi penggerak ekonomi dan kesejahteraan warga Bojonegoro. (**)




















