BPBD Tuban Uji Kesiapsiagaan Hadapi Darurat Migas
TUBAN, Kabar1News.com – Pesisir Tempat Pelelangan Ikan Desa Karangagung, Kecamatan Palang, berubah jadi arena simulasi darurat, Rabu, 1 Juli 2025. Puluhan personel dari berbagai unsur menggelar skenario penanganan kebocoran minyak di perairan.
Latihan bertajuk *Wet Drill Command Post Exercise Penanggulangan Keadaan Darurat Bencana Kegagalan Teknologi Industri* ini digelar BPBD Kabupaten Tuban bersama PT Pertamina EP Sukowati Field. Kegiatan merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Penanggulangan Bencana.
Peserta meliputi TNI, Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, Desa Tangguh Bencana, hingga warga sekitar. Mereka menguji kesiapan mulai dari koordinasi, evakuasi, hingga penanganan dampak pencemaran.
*Kesiapsiagaan Wajib Dilatih*
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melalui sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Agus Wijaya, menegaskan pentingnya latihan seiring berkembangnya kawasan industri.
“Semua pihak perlu mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat. Simulasi ini tidak sekadar menguji prosedur, tetapi juga melatih koordinasi agar setiap unsur memahami tugasnya masing-masing,” ucapnya.
Agus juga mendorong simulasi serupa diperluas ke lokasi berisiko lain, termasuk kawasan pasar yang rawan kebakaran.
“Kita tentu berharap kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. Namun sebagai bentuk kesiapsiagaan, kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang,” tegasnya.
*Latihan Perdana di Wilayah Perairan*
Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, menyebut ini simulasi pertama BPBD Tuban untuk skenario kegagalan teknologi di perairan. Persiapannya memakan waktu sekitar setahun, dimulai dari pembentukan Destana Karangagung hingga penyusunan skenario bersama Pertamina EP Sukowati Field.
“Kami tidak ingin ketika terjadi kebocoran minyak semua pihak justru kebingungan. Hari ini kami membuat skenario semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya supaya semua mengetahui apa yang harus dilakukan,” jelas Sudarmaji.
Desa Karangagung dipilih karena dilintasi jalur pipa migas. Sehingga warga, pemerintah desa, aparat, hingga relawan perlu paham prosedur darurat.
*Siap Jika Terjadi Sungguhan*
Plt. Camat Palang, Kapitano Gunawan, menyambut baik simulasi perdana ini. Menurutnya, latihan memberi pengalaman langsung agar peserta tahu posisi dan tugas saat darurat.
“Kalau suatu saat benar-benar terjadi, semua sudah tahu harus berada di mana dan apa yang harus dilakukan. Tentu kita berharap kejadian itu tidak pernah ada, tetapi kalaupun terjadi, kita sudah lebih siap,” tandasnya.
(MCT/Red)




















