Pemkab Bojonegoro Latih UMKM Tembus Pasar Ekspor 2026
BOJONEGORO, Kabar1News.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tancap gas memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Targetnya jelas: naik kelas dari pasar tradisional hingga mampu bersaing di kancah internasional.
Komitmen itu diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Peningkatan Citra Produk bagi Pelaku Usaha Potensi Ekspor Tahun 2026 yang digelar di Aula Hotel Griya Dharma Kusuma, Selasa, 30 Juni 2026.
Bimtek ini fokus meng-upgrade kemampuan UMKM. Mulai dari menjaga standar kualitas, menguatkan identitas merek, sampai merancang kemasan yang punya nilai jual tinggi. Tujuannya satu: membuat produk Bojonegoro dilirik pasar yang lebih luas.
“UMKM Harus Punya Daya Saing”
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, hadir langsung dan menegaskan peran Pemkab sebagai pendamping utama UMKM.
“Sebagai pemerintah, salah satu tugas kita adalah memfasilitasi dan menjembatani para pelaku UMKM di Bojonegoro agar mampu berkembang dan memiliki daya saing,” tegas Setyo Wahono.
Menurut Bupati, kualitas produk adalah harga mati yang tidak boleh ditawar. Tapi di era persaingan ketat sekarang, faktor lain jadi penentu: tampilan kemasan.
“Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, tampilan kemasan kini menjadi salah satu penentu keberhasilan sebuah produk menarik perhatian konsumen sekaligus membangun kepercayaan pasar,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong seluruh pelaku UMKM untuk berani berinvestasi pada desain. Kemasan yang menarik disebutnya sebagai kunci menaikkan nilai jual agar bisa bersaing dengan produk dari daerah lain, bahkan negara lain.
Kunci Tembus Pasar Ekspor: Adaptif dan Inovatif
Selain kualitas dan kemasan, Bupati juga menyorot pentingnya mindset pelaku usaha. UMKM diminta adaptif terhadap tren dan cepat membaca selera konsumen.
“Kita juga harus selalu berpikiran update, memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen demi kemajuan produk kita,” ungkapnya.
Melalui bimtek ini, peserta tidak hanya belajar teori branding. Mereka juga dibekali teknik pemasaran yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.
Komitmen Jangka Panjang Pemkab
Pemkab Bojonegoro memastikan pendampingan UMKM tidak berhenti di satu kegiatan. Ekosistem akan terus dikuatkan lewat 3 jalur: pendampingan berkelanjutan, peningkatan kompetensi, dan perluasan akses pemasaran.
Harapannya, kolaborasi ini melahirkan lebih banyak produk lokal berkualitas. Produk yang nantinya bisa menjadi kebanggaan Bojonegoro sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Dengan penguatan kualitas, inovasi, dan branding yang tepat, produk unggulan Bojonegoro ditargetkan semakin dikenal di tingkat nasional dan siap menembus pasar ekspor.
(Prokopim/Red)




















