Bupati Wahono Dorong Tlogorejo Jadi Ikon Sentra Lele Asap Bojonegoro
BOJONEGORO, Kabar1News.com – Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru, berpeluang menjadi ikon produk olahan perikanan Kabupaten Bojonegoro. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mendorong pengembangan sentra pengasapan ikan lele agar meningkatkan nilai ekonomi pelaku usaha dan memperluas pemasaran.
Komitmen tersebut disampaikan Wahono saat menghadiri pelatihan pengemasan dan pelabelan produk UMKM pengasapan ikan lele di Balai Desa Tlogorejo, Selasa (27/10/2026).
“Kami bermimpi setiap desa memiliki potensi unggulan yang dimaksimalkan. Kita ingin Tlogorejo menjadi ikon pengasapan lele. Jadi, kalau orang mencari lele asap berkualitas, ingatnya Kepohbaru dan Bojonegoro,” ujar Wahono.
Menurutnya, pengembangan produk unggulan desa perlu didukung peningkatan kualitas produksi, inovasi pengolahan, dan strategi pemasaran yang sesuai kebutuhan konsumen.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat kapasitas pembudidaya dan pengolah melalui pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan produk turunan seperti kerupuk dan nugget lele.
Potensi usaha di Tlogorejo terbilang menjanjikan. Kapasitas produksi pengrajin lokal berkisar 30–50 kilogram per hari atau sekitar 1,5 ton per bulan. Total produksi lele asap Kabupaten Bojonegoro dilaporkan mencapai 372 ton per tahun dengan pemasaran yang telah menjangkau Lamongan dan Tuban.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi ikan di Bojonegoro diperkirakan mencapai 25.000 ton per tahun, sedangkan produksi perikanan lokal baru sekitar 6.600 ton per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang pengembangan budidaya dan pengolahan.
Wahono menegaskan, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan cita rasa. Kualitas kemasan, kejelasan label, keamanan pangan, masa kedaluwarsa, dan pemasaran digital menjadi faktor penting membangun kepercayaan konsumen.
Karena itu, pelatihan mencakup manajemen kualitas air untuk budidaya, pengolahan produk turunan, hingga pengemasan, pelabelan, dan pemasaran digital.
Pemkab Bojonegoro menyatakan siap mendukung sarana prasarana, fasilitasi legalitas produk, dan penguatan jaringan pemasaran. Produk yang telah dikurasi dan dikemas modern direncanakan dipasarkan melalui galeri UMKM dengan fasilitasi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro.
Pengembangan sentra lele asap Tlogorejo dilakukan melalui program pendampingan hilirisasi perikanan yang melibatkan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro serta akademisi Fakultas Perikanan Universitas Airlangga (UNAIR). Program menyasar kelompok pembudidaya dan kelompok pengolah-pemasar (Poklahsar) di Desa Tlogorejo.
Dengan pendampingan berkelanjutan, lele asap Tlogorejo diharapkan tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi produk olahan bernilai tambah yang mampu menjadi identitas unggulan daerah. (Prokopim/Red)




















