Wabup Nurul Azizah Pastikan 3.000 Loker PT Shou Fong untuk Warga Lokal Bojonegoro, Daftar 5-9 Oktober
BOJONEGORO, Kabar1News.com – Kabar baik bagi pencari kerja di Bojonegoro. PT Shou Fong Lastindo, perusahaan manufaktur sepatu, membuka peluang kerja bagi 3.000 tenaga kerja lokal.
Komitmen penyerapan ribuan tenaga kerja tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dengan CEO PT Shou Fong Lastindo, Wa Ode Yuli yang akrab disapa James, pada Senin (28/9/2026).

Wakil Bupati Nurul Azizah mengatakan, lowongan tersebut terbuka luas bagi laki-laki maupun perempuan dengan rentang usia 18 hingga 55 tahun. Pihaknya menegaskan, perusahaan lebih mengutamakan etos kerja dan kejujuran calon pekerja.
“Yang penting etos kerja dan kejujurannya. Usianya 18 sampai 55 tahun, laki-laki maupun perempuan,” ujar Wabup Nurul.
Terkait penghasilan, pekerja akan menerima upah sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan adanya tambahan jam lembur, rata-rata penghasilan diperkirakan mencapai Rp3,5 juta per bulan. Bahkan, pekerja dengan jam lembur lebih banyak berpeluang memperoleh Rp5 juta hingga Rp5,5 juta per bulan.
Wabup menjelaskan, penambahan tenaga kerja ini merupakan komitmen perusahaan setelah Pemkab Bojonegoro memberikan dukungan kemudahan perizinan dan investasi. Pemerintah daerah, kata dia, mendorong setiap investasi yang masuk harus berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.
“Komitmen kita, setiap investasi yang masuk harus memperbanyak tenaga kerja. Karena itu, kami mendorong agar kesempatan kerja ini bisa dimanfaatkan masyarakat Bojonegoro,” jelasnya.
Adapun proses pendaftaran dan seleksi calon pekerja akan dibuka mulai 5 hingga 9 Oktober 2026.
“Nanti semuanya bisa daftar, laki-laki maupun perempuan, usianya 18 sampai 55 tahun. Yang penting etos kerjanya baik, kemudian akan dilakukan seleksi,” terangnya.
Sementara itu, CEO PT Shou Fong Lastindo, Wa Ode Yuli atau James, menyampaikan perusahaannya telah beroperasi di Bojonegoro selama delapan tahun setelah sebelumnya berada di Pasuruan. Pada tahun ini, pihaknya menargetkan penambahan sekitar 3.000 karyawan.
“Di tahun ini kami mau tambah pekerja sekitar 3.000 karyawan lagi,” kata James.
James menambahkan, keberadaan perusahaannya di Bojonegoro tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga ingin memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Tujuannya bukan cuma bikin sepatu. Kami juga mau melakukan sesuatu yang baik kembali ke warga Bojonegoro. Kalau ada permintaan bantuan dari pemerintah, kami siap bantu,” pungkasnya.
(Bjnkb/Red)




















