Piramida, Polres Bojonegoro Ngopi bareng Media.
Bojonegoro, Kabar1news.com – Polres Bojonegoro menggelar Piramida (Ngopi Bareng Media) di rumah makan, Warung Pinggir Nggawan (WPG), Kauman Bojonegoro, Jumat (28/03/2025) petang.
Piramida dihadiri Kapolres Bojonegoro (AKBP Mario Prahatinto SH., SIK., MSi.), para Pejabat Utama (PJU) dan para anggota Polres Bojonegoro lainnya serta perwakilan awak Media yang ada di Bojonegoro.
Hubungan Polri dan awak media memang harus selalu terjalin dengan baik, karena media adalah rekan polri yang sangat bermanfaat dalam menyampaikan berita dan informasi kepada masyarakat yang bersifat positif.
Kapolres Bojonegoro AKBP Mario Prahatinto dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan media yang telah hadir dalam kegiatan sore hari ini. Menurutnya, media sebagai penyambung informasi kepada masyarakat dan media sebagai mitra setiap kegiatan Polres Bojonegoro.
“Saya juga mohon maaf apabila ada para rekan-rekan media yang tidak merasa di undang, itu bukan salah kami selaku Kapolres, itu adalah tugas Kasi Humas, untuk menyampaikan undangan, mungkin sudah di undang tapi belum sampai, saya pribadi tidak ada maksud untuk tidak mengundang, saya pengen semua rekan media untuk di undang di setiap ada acara dan kegiatan Polres Bojonegoro,” ucapnya.
Sementara , mewakili awak media di Bojonegoro, Sasmito Anggoro, SH. mengajak kepada seluruh awak media menjaga Marwah jurnalis atau wartawan, menjaga keberimbangan dalam menulis berita
“Mari kita selalu menjaga nama baik wartawan, jangan sampai memberitakan sesuatu hal yang beritanya kurang berimbang, dan selalu berita praduga, boleh berita dugaan, akan tetapi juga harus ada bukti, biarpun kita wartawan, kita tetap menjaga perbuatan yang tidak melanggar hukum, tidak ada yang kebal hukum bagi siapapun itu, jangan sampai wartawan yang berlagak penyidik atau yang lainnya, mari kita jaga terus persatuan dan kesatuan antar jurnalis ini,” ajak Sasmito.
Lanjut dia, setiap apa yang ditulis oleh wartawan ada pertanggungjawabannya baik secara hukum dunia maupun hukum akherat.
“Sekali salah akan berakibat fatal dan menyesatkan serta menjadi fitnah (Hoaks). Sedangkan, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan,” tutupnya. (Imam)






















