Kamis, Januari 29, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » LPK Brightly Global Academy Digeruduk Siswa dan Orang Tua

LPK Brightly Global Academy Digeruduk Siswa dan Orang Tua

by jurnalis
6 April 2025
in PERISTIWA
LPK Brightly Global Academy Digeruduk Siswa dan Orang Tua

LPK Brightly Global Academy Digeruduk Siswa dan Orang Tua

 

Bali, Kabar1News.com – Diduga tidak menepati janji, LPK Brightly Global Academy digeruduk (didatangi-Red) 8 siswa yang didampingi orang tuanya, pada 5 April 2025.

Mereka mendatangi LPK BG Academy untuk meminta kejelasan lantaran batal diberangkatkan ke Australia untuk studi sambil bekerja yang sampai saat ini belum jelas.

8 Siswa dan orang tua tersebut menuntut pertanggungjawaban atas biaya pelatihan dan pendaftaran mulai dari Rp.50 juta hingga Rp.74 Juta yang telah mereka bayarkan ke pihak LPK Brightly Global Academy (BG Academy).

Adapun 8 siswa Batch 3 yang menjadi korban janji LPK Brightly Global Academy (BG Academy) yang resah dan meminta pengembalian biaya yaitu I Wayan Duta Kirana Lamben (21) asal Sanur, I Gusti Ayu Mitha Pradnyani (23) asal Klungkung.

Selain itu, I Dewa Nyoman Agung Ratmadi Putra (24) asal Klungkung, Putu Adi Darma Putra (24) asal Denpasar), Ni Putu Dessya Ariyanti (29) asal Denpasar), Putu Sunartayasa (31) asal Singaraja), Ni Kadek Ayu Priska Dewi (21), dan I Putu Andika Sultan Gatan Arifin (21) asal Kerobokan.

Diketahui, pihak BG Academy sebelumnya memberikan janji manis kepada 8 peserta pelatihan Batch 3 ini mengaku direkrut dengan iming-iming program studi di Russell College, Melbourne, Australia, melalui visa pelajar (student visa) yang dijamin 99% granted. Janji tinggallah janji, ibarat jebakan batman, setelah mereka bersusah payah mencari pinjaman uang hingga puluhan juta rupiah, justru merasa tertipu termakan janji palsu.

Salah satu perwakilan siswa asal Sanur, I Wayan Duta Kirana Lamben (21) didampingi I Gusti Ayu Mitha Pradnyani (23) menceritakan awalnya mereka diyakinkan oleh Nengah Kurniawan yang sebelumnya menjabat Direktur Hospitality & Cruiseline BG Academy, bahwa mereka dipastikan akan diberangkatkan ke Australia. Alumnus SMA Negeri 6 Denpasar ini mengaku beberapa kakak kelas di batch sebelumnya justru banyak yang ditolak visa.

“Dulunya dia (Nengah Kurniawan) bilang kalau dokumen lengkap pasti lolos. Kami percaya 100%, sampai berani mengeluarkan uang Rp50 juta hingga Rp70 juta lebih. Kami baru tahu belakangan, ternyata banyak yang tidak granted, tapi informasi ini ditutup-tutupi,” kata Wayan Duta maupun Gusti Ayu Mitha kepada media.

Setelah masalah ini mencuat, Nengah Kurniawan yang sebelumnya menjabat Direktur Hospitality dan Cruiseline BG Academy seolah lari dari tanggungjawab dan justru mengundurkan diri dari jabatannya. Para peserta juga kecewa dengan kualitas pelatihan Food & Beverage (FNB) di BG Academy yang dinilai tidak sebanding dengan biaya Rp22,5 juta.

“Kami semua kecewa karena yang diajar sekadarnya, tidak profesional, padahal uang yang kami dikeluarkan sangat besar,” ungkap Wayan Duta.

Siswa lainnya yang kecewa, Ni Kadek Ayu Priska Dewi (21) yang juga bercita-cita studi sambil bekerja di Australia, menyoroti ketidakjelasan bukti pembayaran tuition fee ke Australia. “Kami transfer Rp45 juta untuk COE (Certificate of Enrollment), tapi tidak ada invoice resmi dari kampus Australia. Kami khawatir dana tidak benar-benar dikirim,” tegasnya.

Terkait keluhan siswa ini, CEO BG Academy, Tjok Tuty Ismayanthi berdalih ada miskomunikasi dari salah satu direktur yang sudah mengundurkan diri pada 21 Maret 2025 lalu. “Kami meminta maaf jika ada informasi yang tidak disampaikan secara transparan. Visa Australia memang tidak ada jaminan 100% granted,” dalihnya.

Untuk masalah ini, pihak BG Academy berjanji menindaklanjuti pengembalian dana untuk peserta yang memutuskan mundur. “Kami akan berkoordinasi dengan yayasan dan mitra di Australia untuk proses refund dan target akhir April selesai,” tutup Tjok Tuty. (*/D)

Tags: AcademyBrightlyDigerudukGlobalLPKNEWSOrang TuaSiswa

Related Posts

Pengusaha Glamping di Buleleng Lapor ke Polda Bali, Ini Penyebabnya
PERISTIWA

Pengusaha Glamping di Buleleng Lapor ke Polda Bali, Ini Penyebabnya

26 Januari 2026
Termohon Mangkir, Sidang Praperadilan Kepala BPN Bali Ditunda
HUKUM

Termohon Mangkir, Sidang Praperadilan Kepala BPN Bali Ditunda

23 Januari 2026
Warga Keluhkan Sampah Menumpuk di TPA Tambora Lamongan
PERISTIWA

Warga Keluhkan Sampah Menumpuk di TPA Tambora Lamongan

22 Januari 2026
Ombudsman Bali 2025 Sebut PWA Berpotensi Maladministrasi
Daerah

Ombudsman Bali 2025 Sebut PWA Berpotensi Maladministrasi

21 Januari 2026
Museum Pancasila Berpotensi Langgar Tata Ruang, Pansus TRAP Diminta Turun Tangan
Daerah

Museum Pancasila Berpotensi Langgar Tata Ruang, Pansus TRAP Diminta Turun Tangan

21 Januari 2026
Pengusaha Developer TKB Dilaporkan ke Polres Lamongan, Ini Penyebabnya
HUKUM

Pengusaha Developer TKB Dilaporkan ke Polres Lamongan, Ini Penyebabnya

21 Januari 2026
Usai Penetapan Tersangka Kakanwil BPN, Kasus Tanah Telajakan Pura Dalem Balangan Kembali Mencuat
HUKUM

Usai Penetapan Tersangka Kakanwil BPN, Kasus Tanah Telajakan Pura Dalem Balangan Kembali Mencuat

18 Januari 2026
Satpol PP Hentikan Proyek Villa Milik WNA Australia di Kuta Utara, Belum Kantongi Izin
HUKUM

Satpol PP Hentikan Proyek Villa Milik WNA Australia di Kuta Utara, Belum Kantongi Izin

12 Januari 2026
Buntut Kebakaran Kantor PT Jaya Etika Beton di Bojonegoro, Aparat Curigai BBM Bersubsidi
PERISTIWA

Buntut Kebakaran Kantor PT Jaya Etika Beton di Bojonegoro, Aparat Curigai BBM Bersubsidi

12 Januari 2026
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.