Humanis! Pemkab Bojonegoro Tata Alun-Alun Lewat Dialog, PKL Dipindah ke Rajekwesi
BOJONEGORO, Kabar1News.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menata kawasan Alun-Alun dengan pendekatan humanis dan persuasif. Proses penataan yang berlangsung Sabtu (18/7/2026) ini mengutamakan dialog bersama para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Kasatpol PP Bojonegoro, Laila Nur Aini menegaskan, penataan ini bukan sekadar soal penegakan aturan. Tujuannya menciptakan keseimbangan antara fungsi ruang publik dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
“Kami memahami aktivitas PKL adalah sumber penghidupan banyak keluarga. Karena itu setiap kebijakan diambil lewat komunikasi dan musyawarah agar ada solusi yang diterima semua pihak,” jelas Laila.
Satpol PP membuka ruang dialog secara langsung untuk mendengar masukan, keluhan, hingga harapan para pedagang. Langkah ini dilakukan agar penataan tidak hanya mengejar ketertiban, tapi juga memberi kepastian usaha bagi warga.
Penataan Alun-Alun merupakan komitmen Pemkab untuk menjaga fungsi ruang publik agar tetap nyaman, bersih, aman, dan bisa dinikmati seluruh masyarakat.

Pemkab memastikan setiap usulan masyarakat akan jadi bahan evaluasi bersama instansi terkait. Aspek sosial, ekonomi, dan kepentingan umum jadi pertimbangan utama.
Sikap terbuka pemerintah ini direspon positif para pedagang. M. Ali Safaat selaku perwakilan PKL siap menjadi jembatan komunikasi dengan Pemkab.
“Kami berharap pemerintah terus membuka ruang komunikasi. Tujuan kami sama: pedagang tetap bisa cari nafkah, dan wajah Kota Bojonegoro semakin tertata dan nyaman,” ujar Ali.
Menurutnya, sinergi pemerintah dan masyarakat adalah kunci mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dengan musyawarah, persoalan bisa diselesaikan tanpa konflik.
Pemkab Bojonegoro memastikan penataan Alun-Alun akan dilakukan bertahap dengan prinsip kemanusiaan, transparansi, dan koordinasi lintas instansi.
Ke depan, penataan PKL diharapkan tidak hanya membuat kawasan lebih tertib dan indah, tapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan lewat penyediaan lokasi usaha yang layak.
Dengan semangat kolaborasi, Bojonegoro ditargetkan tumbuh menjadi daerah yang maju, tertib, dan nyaman dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama. (*/Red)




















