Jumat, Mei 15, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Empat Perupa Pameran “Vernal Artistic” di Santrian Gallery Sanur

Empat Perupa Pameran “Vernal Artistic” di Santrian Gallery Sanur

by jurnalis
8 Mei 2026
in EVENT, KOMUNITAS, RAGAM
Empat Perupa Pameran “Vernal Artistic” di Santrian Gallery Sanur

Empat Perupa Pameran “Vernal Artistic” di Santrian Gallery Sanur

 

BALI, Kabar1News.com — Santrian Gallery Sanur kembali mengelar Pameran bertajuk: “Vernal Artistic”, yang akan berlangsung dari 08 Mei 2026 sampai 2“6 Juni 2026. Pameran ini menampilkan karya Edy Asparanggi, I Gede Sugiada, 1.B. Suryantara, Dewa Gd Agung dengan Kurator Made Susanta Dwitanaya.

Pameran dibuka dibuka oleh Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana yang saat ini menjabat sebagai Rektor ISI Bali bertempat di Santrian Gallery, JI. Danau Tamblingan No. 47, Sanur, Denpasar, Bali.

Adapun “Vernal Artistic” adalah musim semi artistik. Musim ketika garis meliuk dinamis, ketika bidang dan ruang menolak stagnan, komposisi konfigurasi dinamis, ketika warna menemukan auranya kembali. Para perupa yang dulu menyelami kesunyian itu muncul kembali seperti akar yang menembus batu, tunas yang membelah biji.

Mereka melukis bukan untuk menggambarkan tapi untuk menghidupkan, mereka menumpahkan rupa untuk memaknai waktu dan diri yang telah difermentasi oleh kesabaran dan juga pengalaman-pengalaman diri.

Setiap torehan garis, sapuan-sapuan kuas, komposisi objek dan ruang adalah denyut perkecambahan baru yang bergerak menuju cahaya, seperti tunas-tunas musim semi yang menuju cahaya, menumbuhkan batang cabang ranting, daun, memekarkan bunga dan buah yang segar.

Selain itu, “Vernal Artistic” adalah gerak hidup yang diterjemahkan ke dalam warna. la adalah saat ketika kesunyian berfotosintesis menjadi rupa, ketika dalam bertransformasi menjadi ritme, ketika yang beku akhirnya meleleh menjadi komposisi yang hidup. Setiap karya di sini seperti tubuh musim semi itu sendiri: menumbuhkan tunas, menegakkan batang. membuka mata, menyerap cahaya, dan menyalurkannya ke segala arah. Jadi tumbuh dalam keberanian yang pelan tapi pasti, dalam kerendahan hati yang mekar, dalam keyakinan bahwa keindahan sejati tidak lahir dari proses yang instan, melainkan dari proses fermentasi waktu dan momentum. Para perupa kini kembali pada cahaya semangat penciptaan yang disadari dan dihayati sebagai musim semi artistik yang sedang dirasakan oleh Putu Edi Asparangi, I Gede Sugiada “Anduk”, lda Bagus Suryantara “Cooh, dan Dewa Gede Agung.

Karya-karya keempat perupa ini menampilkan hasil penghayatan artistik mereka. Putu Edi Asparangi menghadirkan nuansa surealistik dengan pilihan warna-warna yang hangat, berbagai mahkluk mitologis yang berakar dari kebudayaan visual Bali oleh Edi dieksplorasi ikonografi visualnya menjadi bahasa yang lebih personal. Aspek dekoratif pada karya-karya budaya perupa Bali coba dihadirkan secara volumetris oleh Edi. Lihat misalnya dalam karya yang berjudul “Ngintip Capung” menghadirkan sosok barong dengan penggambaran elemen elemen ornamen berupa dedaunan yang tak ditampilkan secara stiliristik melainkan secara naturalistik. Hal ini juga tampak pada karya berjudul “Bedawang” sosok kura kura raksasa yang dalam mitologi Bali sebagai penyangga bumi.

Kekhasan warna yang cenderung hangat, pengolahan bentuk serta komposisi yang dinamis tampak pada karya-karya terbaru I Gede Sugiada “Anduk”. Sejak beberapa tahun terakhir karya-karya Sugiada memperlihatkan nuansa warna yang lebih bright ketimbang karya-karya pada periode sebelumnya yang cenderung mengeksplore warna yang lebih temaram. Selain itu karya-karya Sugiada dalam pameran ini juga memperlihatkan komposisi yang lebih dinamis, objek-objek yang tersusun dari bentuk bentuk plastis seperti figur tubuh, aneka tumbuhan yang cenderung ornamentik berpadu dengan komposisi bidang-bidang geometris yang tersusun menjadi motif, kombinasi dua karakter bentuk yang kontras antara yang dinamis dan geometris menghadirkan satu pola komposisi yang meski terlihat acak, namun tetap terasa harmonis dalam nuansa warna warni yang cenderung hangat.

Kekuatan garis dan bentuk khas seni lukis Bali serta teknik pewarnaan sigar warna dieksplorasi sedemikian rupa melalui karya-karya lda Bagus Suryantara “Cooh”. Berbagal figur yang berangkat dari eksplorasi ikonografi rupa wayang dihadirkan dalam narasi yang lebih personal, tidak lagi terikat dengan narasi pada epos tertentu yang menjadi ciri khas karya-karya seni lukis Bali. Inilah nilai artistik yang dapat kita baca pada karya-karya mutakhir Ida Bagus Suryantara. Karakteristik garis menjadi sesuatu yang esensial pada karya-karyanya yang ia pakai sebagai elemen pengkonstruksi visual. Selain menghadirkan karya-karya lukisan di atas kanvas, Suryantara dalam pameran ini juga menghadirkan karya-karya yang mengeksplorasi medium bubur kertas yang dibentuk menjadi berbagai bentuk acak di luar konvensi bidang persegi, di atas permukaan bidang bidang bermediumkan bubur kertas itu, Suryantara menghadirkan lukisan lukisannya yang banyak mengambil elemen alam dan juga tubuh manusia.

Dewa Gede Agung dalam pameran ini menghadirkan eksplorasi visual terbarunya yang berangkat dari pengolahan elemen garis, lalu bergerak menuju pengolahan atas unsur-unsur ornamentik. Dewa memberikan pernyataan artistik atas karya-karya dan proses kreatifnya, ia memandang karyanya sebagai metafora dari siklus hidup sebuah tumbuhan yang berangkat dari biji yang tertanam di tanah sebagai gagasan, lalu berkecambah yakni elemen garis, kecambah ini terus bertumbuh secara dinamis, menjadi sulur sulur atau yang dalam istilah Bali disebut utir.

Dari kesadaran konseptual ini karya-karya Dewa berangkat, setiap visual yang hadir adalah hasil dari pergerakkan dan dinamika garis yang “menjalar” dan “bertumbuh” terkadang menjadi figur dan objek terkadang menjadi ornamen, dan terkadang bergerak secara esensial menjadi komposisi garis dan bidang bidang abstrak, yang dikombinasikan pula dengan aspek warna maupun monokromatik hitam dan putih.(*)

Tags: "Vernal Artistic"Empat PerupaNEWSPameranSantrian GallerySanur

Related Posts

Siswa SMP di Surabaya Diduga Jadi Korban Bullying Verbal dari Kakak Tingkat
PERISTIWA

Siswa SMP di Surabaya Diduga Jadi Korban Bullying Verbal dari Kakak Tingkat

14 Mei 2026
Wabup Bojonegoro Sapa Pekerja Pabrik Rokok di Baureno
Daerah

Wabup Bojonegoro Sapa Pekerja Pabrik Rokok di Baureno

14 Mei 2026
Dua Lagu Tradisional Tuban Resmi Diakui Kementerian Hukum RI
RAGAM

Dua Lagu Tradisional Tuban Resmi Diakui Kementerian Hukum RI

13 Mei 2026
PB HMI Apresiasi Langkah Cepat Akbar Supratman Tangani Polemik LCC 4 Pilar
PERISTIWA

PB HMI Apresiasi Langkah Cepat Akbar Supratman Tangani Polemik LCC 4 Pilar

13 Mei 2026
Ini Juara Festival Artis Penyanyi Dangdut Karaoke Pantura 1
EVENT

Ini Juara Festival Artis Penyanyi Dangdut Karaoke Pantura 1

10 Mei 2026
Pemkab Bojonegoro Gelar Puncak BBGRM XXIII di Kawasan TPG
RAGAM

Pemkab Bojonegoro Gelar Puncak BBGRM XXIII di Kawasan TPG

8 Mei 2026
Santet Masuk KUHP 2023, Begini Makna dan Pembuktiannya dalam Hukum Pidana
Kajian

Santet Masuk KUHP 2023, Begini Makna dan Pembuktiannya dalam Hukum Pidana

8 Mei 2026
Pemkab Bojonegoro Peringati Hari Otoda ke-30 dan Hardiknas 2026
Birokrasi

Pemkab Bojonegoro Peringati Hari Otoda ke-30 dan Hardiknas 2026

8 Mei 2026
Polres Tuban Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu di Grabagan
KRIMINAL

Polres Tuban Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu di Grabagan

7 Mei 2026
Load More

Ucapan Corner :

Hari Besar Nasional :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Spesial Corner :

Spesial Corner :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.