Disnaker Bali Pastikan Pekerja Asal Bali di Timur Tengah Aman
Bali, Kabar1news.com — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) provinsi Bali pastikan warga negara indonesia asal Bali di Timur Tengah dalam keadaan aman pasca serangan As-Israel terhadap negara Iran.
Kepala Disnaker dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan BP3MI Bali maupun Disnaker Kabupaten atau kota di Bali untuk mengetahui berapa banyak warga negara indonesia asal Bali yang bekerja di negara konflik tersebut.
“Tujuannya adalah untuk menginventarisir berapa banyak warga negara kita berasal dari Bali bekerja di negara-negara yang kondisinya sedang memanas,” ujarnya di Denpasar pada, Selasa (3/3/26).
Kepala Disnaker provinsi Bali dalam pertanyaannya tidak bisa merinci berapa orang yang bekerja di negara terdampak langsung seperti di Iran, karena masih mengumpulkan data dari BP3MI dan Disnaker Kabupaten atau kota di Bali.
“Pada saat ini belum bisa kita sampaikan berapa banyak migran kita yang bekerja di daerah terdampak, tapi kami sedang koordinasi dengan Disnaker Jembrana, karena memang banyak pekerja migran Indonesia berasal dari Jembrana,” katanya.
Ia mengatakan, selanjutnya jika ada pekerja migran asal Bali terjebak di daerah konflik, maka skemanya akan sama seperti pada saat kejadian bencana alam yang terjadi di Timur Tengah tahun lalu.
“Yang jelas negara hadir untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi warganya, pemprov Bali hadir. Itu juga kita sudah lakukan pada periode sebelumnya,” katanya.
Ia menambahkan, proses pengumpulan datanya dilakukan secara sama, baik yang terdampak secara langsung di negara konflik maupun tidak langsung.
“Jadi, tidak hanya yang terdampak langsung, yang tidak langsung pun sama. Prosesnya sama, kita proaktif bersama Disnaker kabupaten atau kota, serta BP3MI Bali,” tutupnya.
Berikut adalah data secara keseluruhan berdasarkan BP3MI Bali, tercatat sebanyak 2.490 PMI asal Bali bekerja di kawasan Timur Tengah sepanjang 2025. Sementara itu, hingga Februari 2026 terdapat tambahan mencapai 187 orang.
Data tersebut mencukupi di, 11 negara, yakni Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Oman, Qatar, Bahrain, Lebanon, dan Mesir. Adapun PMI asal Bali yang bekerja di Iran hingga saat ini tidak tercatat. (*)




















