Pemkab Bojonegoro Perkuat Sektor Pertanian dan Non-Migas, Jaga Stabilitas Ekonomi
Bojonegoro, Kabar1News.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen melakukan transformasi ekonomi dan memperkuat sektor riil guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Di tengah tantangan penurunan produksi (lifting) minyak dan gas bumi (migas) secara nasional, perekonomian Bojonegoro pada Triwulan I-2026 berhasil menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 0,02% secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
Keberhasilan menjaga tren positif ini tidak lepas dari performa positif sektor pertanian dan sektor non-migas lainnya. Sektor-sektor tersebut telah menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbaru, sektor pertambangan dan penggalian memang mengalami kontraksi sebesar 8,78% (y-on-y) karena faktor alamiah penurunan produksi migas. Mengingat kontribusi sektor ini masih dominan, yaitu sebesar 42,03% dari total PDRB, penurunan tersebut tentu memberikan tekanan makro yang besar.
Namun, Pemkab Bojonegoro telah memiliki strategi taktis dalam memperkuat sektor non-migas, yang terbukti ampuh menjadi bantalan ekonomi yang tangguh. Sektor pertanian menunjukkan performa luar biasa sekaligus menjadi pahlawan pertumbuhan ekonomi Bojonegoro pada triwulan ini.
Didorong oleh puncak musim panen padi, sektor pertanian melejit hingga 65,94% secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q). Sementara secara tahunan (y-on-y), sektor pertanian tumbuh sangat tinggi di angka 11,38%.
Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan berbagai program pembangunan sektor pertanian yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro—mulai dari optimalisasi infrastruktur irigasi, kemudahan akses pupuk, hingga pendampingan modernisasi pertanian bagi para petani.
Peningkatan produksi ini sukses membalikkan keadaan sekaligus mencegah Bojonegoro dari bayang-bayang kontraksi seperti yang pernah terjadi pada Triwulan IV-2023 dan Triwulan I-2024 lalu, di mana saat itu pertumbuhan ekonomi tahunan (year-on-year/y-on-y) masing-masing tercatat sebesar -3,49% dan -3,72%, akibat turunnya performa migas yang tidak diimbangi oleh sektor pertanian.
Selain pertanian, denyut nadi perekonomian masyarakat di sektor jasa dan pariwisata juga bergerak semakin lincah berkat iklim usaha yang kondusif. Hal ini tecermin dari pertumbuhan signifikan pada beberapa sektor non-migas:
Sektor Akomodasi, Makanan, dan Minuman tumbuh subur di angka 11,37% (y-on-y). Sedang sektor jasa lainnya melesat tinggi hingga 14,77% (y-on-y). Akselerasi sektor-sektor berbasis kemasyarakatan ini membuktikan bahwa program diversifikasi ekonomi yang dirancang pemerintah daerah berjalan di jalur yang tepat (on the right track).
Kekuatan ekonomi Bojonegoro juga tetap kokoh di tingkat regional. Di tingkat Provinsi Jawa Timur, Bojonegoro menempati peringkat ke-9 dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi non-migas se-Jatim, dengan andil sebesar 3,20% terhadap PDRB provinsi.
Capaian PDRB Triwulan I-2026 ini memberikan optimisme baru bagi arah pembangunan Bojonegoro. Kemampuan daerah dalam mempertahankan pertumbuhan positif di tengah fluktuasi industri migas menunjukkan bahwa fondasi ekonomi kemasyarakatan di Bojonegoro semakin mandiri, kokoh, dan berdaya tahan tinggi.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus berkomitmen mempercepat hilirisasi produk pertanian, memperkuat ekosistem UMKM, serta mengoptimalkan sektor jasa guna memastikan kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro. (Bjnkb/Red)




















