Ratusan Hotel dan Villa di Bali Dijual, Koster Bantah Pariwisata Lesu
DENPASAR, Kabar1News.com – Gubernur Bali Wayan Koster buka suara soal maraknya penjualan hotel dan villa di Bali. Ia menegaskan fenomena tersebut bukan disebabkan lesunya industri pariwisata, melainkan dinamika bisnis internal perusahaan.
“Penjualan hotel dan villa di Bali bukan disebabkan lesunya industri pariwisata. Kondisi bisnis pariwisata Bali masih sehat, ditandai dengan arus kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik yang relatif stabil,” ujar Koster di Kantor DPRD Bali, Senin (22/9/2026).
Koster mengungkapkan, pihaknya telah menugaskan Dinas Pariwisata Bali untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung guna mendata hotel dan villa yang diduga akan dijual.
Ia menduga penjualan itu terjadi karena pemiliknya yang merupakan entitas bisnis di luar Bali mengalami masalah keuangan, sehingga biaya operasionalnya ditopang dari keuntungan usaha di Bali.
“Karena tidak sanggup (menopang) akhirnya dijual,” kata Koster.
Koster membantah penjualan tersebut berkaitan dengan penurunan pariwisata. Menurutnya, pariwisata Bali dalam kondisi normal dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 20 ribu hingga 24 ribu orang per hari dan wisatawan domestik 12 ribu hingga 14 ribu orang per hari.
“Ini tidak ada kaitannya dengan menurunnya pariwisata. Pariwisata kita normal, orang hotelnya penuh terus,” tandasnya.
Sebelumnya, berdasarkan pemantauan di platform jual-beli properti online OLX dengan kata kunci “hotel di Bali”, terdapat 524 iklan properti. Dari jumlah itu, 244 iklan di antaranya merupakan hotel dan vila yang ditawarkan untuk dijual.
Properti yang dijual tersebar di kawasan pariwisata seperti Kuta, Seminyak, Canggu, Ubud, Nusa Dua, Pecatu, Sanur hingga Denpasar Selatan, dengan nilai mulai ratusan juta hingga ratusan miliar rupiah.
Salah satunya hotel bintang lima di Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Sawangan, Badung, yang ditawarkan Rp500 miliar. Hotel dengan luas lahan 22.291 meter persegi dan luas bangunan 11.900 meter persegi itu memiliki 176 kamar, ballroom, enam ruang pertemuan, restoran, spa, dan fasilitas penunjang lainnya.
Selain itu, sebuah resort di Pecatu, Uluwatu, dengan kapasitas sekitar 200 kamar yang beroperasi dengan brand Swiss-Bel Resort ditawarkan Rp535 miliar. Sementara di Ubud, hotel bintang tiga dengan 19 kamar yang masih beroperasi dan berjarak 1,5 kilometer dari pusat Ubud ditawarkan Rp38 miliar. (*/Red)




















