‘Ngalap Berkah Sasi Suro’, Paguyuban PKL dan Mainan Taman Rajekwesi Tasyakuran.
Bojonegoro, Kabar1News.com – Dalam rangka ‘ngalap berkah sasi Suro (mengharap berkah di bulan Suro-Red), Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku jasa sewa mainan Taman Rajekwesi menggelar Tasyakuran di area Taman Rajekwesi, Sabtu (12/7/2025) malam.
Tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh koordinator paguyuban. Lalu, secara simbolis potongan tumpeng diserahkan kepada pembina PKL dan jasa mainan.
“Karena PKL dan jasa mainan dibawah binaan Kodim 0813 Bojonegoro, jadi kami serahkan potongan tumpeng kepada bapak Serka Ismurani selaku pembina, sebagai bentuk terimakasih kepada Kodim Bojonegoro,” ungkap Subandi selaku koordinator paguyuban.
Diketahui, bulan Suro, atau yang juga dikenal sebagai bulan Muharram dalam kalender Hijriyah, memiliki beberapa momentum penting. Apalagi di Hari Asyura: Hari ke-10 bulan Muharram, yang diyakini sebagai hari istimewa dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Selain itu, berbagai tradisi dan budaya dijalankan oleh masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia untuk memperingati Hari Asyura, seperti membuat Bubur Asyura: Bubur yang dibuat dengan berbagai bahan dan dibagikan kepada tetangga dan kaum dhuafa. Bahkan, prosesi ritual keagamaan dijalankan oleh masyarakat Syiah dan Sunni untuk memperingati Hari Asyura.
Sedangkan, dalam budaya Jawa, bulan Suro juga memiliki makna yang mendalam dan dijalankan dengan berbagai ritual dan tradisi untuk memperingati hari-hari penting dalam Islam.
“Jadi kami mengadakan tumpengan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT dan berharap keberkahan serta rejeki melimpah bagi pedagang dan pelaku usaha jasa sewa mainan di taman Rajekwesi ini,” imbuh Subandi.
Sementara itu, pembina PKL dan Mainan Taman Rajekwesi, Serka Ismurani menyampaikan, giat gebyar Suro dan Tumpengan (Tasyakuran-Red) yang digelar Paguyuban PKL dan jasa sewa mainan merupakan ide positif yang bisa membangkitkan semangat para pelaku UMKM di Taman Rajekwesi.
“Kami sangat mendukung, semoga mampu menginisiasi, menginspirasi serta menjadi energi positif bagi paguyuban untuk lebih bangkit lagi,” katanya.
Acara berlangsung penuh keguyuban, bahkan para pengunjung Taman Rajekwesi pun lebih gayeng dan sumringah, menikmati sajian hiburan musik elektun yang dikemas apik dan komunikatif serta dihiasi pesta kecil kembang api.
“Malam ini berbeda dari biasanya, wow banget pokoknya,” aku Nunung, salah satu pengunjung Taman Rajekwesi. (Imm/Red)






















