Pemkab Bojonegoro Berupaya Tekan Inflasi dan Beri Perlindungan Pekerja Rentan.
Bojonegoro, Kabar1News.com – Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Adriyanto menginstruksikan para Kepala Desa (Kades) menekan kenaikan harga kebutuhan pokok dengan gerakan menanam di lahan pekarangan rumah.
“Semisal kenaikan harga tomat dan cabai di 2024 cukup signifikan, kita siasati dengan menanam sendiri. Manfaatkan lahan pekarangan,” ajak Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto saat Rapat Kordinasi dan Silaturahim Ramadan Bareng para Kepala Desa di Balai Desa Woro Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur, Jumat (15/3/2024) petang.
Adriyanto juga menekankan, anggaran 20 persen Dana Desa (DD) untuk ketahanan pangan benar-benar diarahkan agar bisa membantu menekan kenaikan harga pokok.
“Kepada para Kades, tolong benar-benar dimanfaatkan dan diarahkan anggaran 20 persen DD untuk ketahanan pangan,” tandasnya.
Selain itu, Pj Bupati mengajak para Kades memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Menurutnya, hal itu merupakan tanggungjawab bersama. Bahkan, Pemkab Bojonegoro juga sudah memberikan bantuan kepada masyarakat yang dikelompokkan dalam kelompok pekerja rentan.
“Misalnya buruh tani, Abang becak ataupun pekerja serabutan. Meskipun mereka sudah ter-cover di BPJS Kesehatan, namun jika terjadi sesuatu saat bekerja mereka butuh perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, saat ini di Bojonegoro ada sekitar 29.845 ribu pekerja rentan yang sudah ter-cover BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Adriyanto meminta Kades untuk mendata warga yang masuk dalam penerima bantuan untuk diusulkan kepada Camat agar bisa masuk dalam penerima BPJS Ketenagakerjaan.
“Jangan sampai ada warga kita yang seharusnya bisa mendapatkan perlindungan BPJS ketenagakerjaan tetapi tidak mendapatkan kesempatan itu, karena ini tanggungjawab kita menjaga kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah menyampaikan, ada enam (6) progam Bupati Bojonegoro yang saat ini sedang digulirkan diantaranya, Pengendalian Kemiskinan, Stunting, Meningkatkan Pendidikan, Kebencanaan, Pengendalian Inflasi serta Investasi UMKM dan Wisata.
“Sesuai Edaran Bupati mengenai pengendalian Inflasi, para Kepala Desa diminta menekankan warganya untuk menanam disekitar pekarangan rumah. Karena ini program beliau (Pj Bupati -red) dalam pengendalian Inflasi,” terangnya.
Selain itu, Nurul Azizah menjelaskan, di 2024, ada program Domba Kesejahteraan yang menjadi Inovasi Pj Bupati Bojonegoro dalam mengurangi angka Kemiskinan.
“Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan yang akan menjalankan program ini, yakni dengan memberikan bantuan kepada warga miskin meningkatkan pendapatan yang tentunya ada kriteria yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Sedangkan, untuk BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, ada 11 indikator yang sudah didaftarkan oleh Pemkab Bojonegoro.
“Di 2024 ini, Pemkab sudah mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan sekitar 29.845 jiwa pekerja rentan. Ketika ada yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp. 42 juta dan 2 anaknya mendapatkan biaya pendidikan sampai ke Perguruan Tinggi, dan 11 indikator termasuk pekerja rentan (butuh tani, pekerja kasar, dan lain-lain),” tutupnya. (Imam)




















