Lamongan, Kabar1News.com – Sambutan yang berbeda dan terasa sangat sakral kembali lagi diterima tim Misi Ekspedisi Bengawan Solo (MEBS ) saat sampai di Pringgoboyo, Maduran Lamongan hari ke 27 kemarin (11/8).
Saat tiba jam 15.21 wib tim MEBS langsung disambut hadrah Pringgoboyo, dikarak menuju lokasi desa, dan berziarah ke makam Joko Tingkir.
Masih dikomplek wisata religi Joko Tingkir tim MEBS bergabung dengan masyarakat, perangkat desa, dan perwakilan pemerintah kabupaten Lamongan.
M. Fahrudin, asisten I pemerintah kabupaten Lamongan mengatakan, kabupaten Lamongan sangat kagum terhadap apa yang dilakukan tim MEBS. “Kami sangat kagum melihat apa yang dilakukan teman2 semua, ujarnya.
Semoga apa yang dilakukan saat ini bisa memberikan hasil sesuai apa yang direncanakan dan tahun depan bisa kembali berjumpa dengan konser musik lagi, kelakarnya.
Disaat yang sama, Ermiko Effendi penanggungjawab misi MEBS menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan, jika arus Bengawan Solo yang melintasi Lamongan sangat cocok untuk wisata air, seperti paddle.
Apabila berkenan mulai sekarang bisa menyusun kalender kegiatan untuk Lamongan. Dengan demikian Lamongan memiliki paket wisata baru, tambahnya.
Malam harinya, jam 19.30 wib melanjutkan dengan sarasehan bersama pemerintah desa Pringgoboyo. Hadir dalam kesempatan itu Lurah Pringgoboyo, tokoh sejarah Lamongan, Sejarawan Unesa, dan para santri kontemporer dari pondok pesantren Roudlotul Muta’ Abidin langgar kidul pimpinan Gus Ahmad Dzikrullah Habib Payaman Lamongan.
Sarasehan makin istimewa dengan hadirnya Masykur Hidayat, Ketua Pengadilan Negeri Lamongan yang sempat bercerita tentang sejarah hukum masa lalu dan saat ini. Mengikuti sarasehan malam ini sangat menyenangkan, meski sampai larut saya tidak ngantuk, tambahnya.
Saat sesi cerita sejarah yang disampaikan Priyo Kalacakra, dari Rumah Sejarah dan Budaya Lamongan semua yang hadir kelihatan sangat memperhatikan dan seakan terhipnotis. Dengan gamblang dia menceritakan sejarah desa Pringgoboyo dan Naditira Pradeca.
Ahmad Munaji atau akan dipanggil Munajoz dari OCC mengatakan, jika sarasehan malam ini sangat menarik dan berbeda. Paparan sejarah yang disampaikan sangat rinci dan lengkap, seperti buku sejarah yang dibacakan, tidak seperti nyontek dari Google.
Hari ini tim MEBS akan melanjutkan perjalanan menuju Mayong dan menginap semalam sebelum ke Bedanten Gresik untuk penutupan ditanggal 14 Agustus 2022.(*/red)





















