Wabup Bojonegoro Hadiri Walk In Interview PT Shou Fong, 3.000 Lowongan Dibuka di Sumberejo
BOJONEGORO, Kabar1News.com – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menghadiri pembukaan Walk In Interview PT Shou Fong Lastindo, Senin (12/10/2026) di area pabrik di Kecamatan Sumberejo.
Dalam kegiatan ini, ribuan calon tenaga kerja mengikuti sesi wawancara untuk rekrutmen 3.000 pegawai baru.
Dalam sambutannya, Nurul Azizah mengatakan Pemkab Bojonegoro terbuka lebar bagi penanaman modal asing (PMA) tetapi harus berdampak langsung bagi masyarakat, salah satunya dengan menyerap tenaga kerja lokal.
Dari kuota 3.000 yang dibutuhkan, Wabup meminta lebih dominan laki-laki agar penyerapan tenaga kerja merata serta sesuai kebutuhan perusahaan. Selain itu, juga menyerap tenaga kerja disabilitas.
“Dari lowongannya 3.000, sementara yang mendaftar sangat banyak. Mohon maaf jangan kecewa nggih. Mudah-mudahan ke depannya Pemkab bisa bersinergi dengan perusahaan lain untuk mengakomodir tenaga kerja,” katanya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan ada pertemuan antara Pemkab Bojonegoro dengan PMA untuk membuka peluang kerja bagi warga. Salah satunya dengan pengembangan kawasan industri di Temayang, Sugihwaras dan Kedungadem.
Sementara itu, perwakilan PT Shou Fong Lastindo, Elok, mengatakan Walk In Interview merupakan upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya warga Bojonegoro.
Elok menegaskan proses rekrutmen dilaksanakan secara resmi dan tidak dipungut biaya apa pun. Ia mengimbau calon tenaga kerja berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan perusahaan untuk meminta sejumlah uang.
“Kami percaya melalui kerja sama yang kuat, investasi yang berkembang di Bojonegoro dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya pendapatan keluarga, hingga tumbuhnya perekonomian daerah,” lanjutnya.
Dari data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro, PT Shou Fong Lastindo membutuhkan 3.000 orang. Sementara pendaftar mencapai 14.250 orang, setelah pengecekan ulang menjadi 10.333 orang.
Rinciannya terdiri dari 5.910 laki-laki dan 4.423 perempuan, dengan 151 di antaranya penyandang disabilitas.
“Walk In Interview ini merupakan salah satu bentuk fasilitasi pemda untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Dari data tersebut menunjukkan besarnya minat dan antusiasme masyarakat,” ujar Kepala Dinperinaker Bojonegoro, Mahmudi.
(Bjnkb/Red)




















