Minggu, Mei 3, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » TPPS Bojonegoro Fokus 8 Aksi Terintegrasi Turunkan Angka Stunting

TPPS Bojonegoro Fokus 8 Aksi Terintegrasi Turunkan Angka Stunting

by jurnalis
30 Mei 2024
in Birokrasi
TPPS Bojonegoro Fokus 8 Aksi Terintegrasi Turunkan Angka Stunting

TPPS Bojonegoro Fokus 8 Aksi Terintegrasi Turunkan Angka Stunting.

 

Bojonegoro, Kabar1News.com – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Terintegrasi Kabupaten Bojonegoro mengikuti Penilaian Kinerja 8 (Delapan) Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting 2024 tingkat Jawa Timur. Kegiatan ini digelar Rabu (29/5/2024) secara daring yang diikuti seluruh TPPS dari Ruang Creative Lt.6 Gedung Pemkab Jl. P. Mas Tumapel No 1 Bojonegoro.

Tim panelis di room 3 terdiri dari lima orang diantaranya Bagus dari Bappeda Provinsi Jawa Timur sebagai Tim Ahli Web Aksi Bangda, Karina Widyawati dari UNICEF, Siti Cholisoh dari DP3AKB Provinsi Jawa Timur, Puji Ayuningsih dari BKKBN Provinsi Jawa Timur, dan Siti Fatimah dari Ikatan Bidan Indonesia.

Dalam paparan kepada tim panelis, Sekretaris Daerah Nurul Azizah yang juga selaku ketua TPPS menyampaikan aksi pertama, TPPS telah melakukan rembug untuk menentukan 15 desa dari 8 kecamatan sebagai lokus stunting. Ada 5 desa dengan lokus tertinggi, diantaranya Desa Pilanggede, Desa Mulyoagung dan Desa Bulu Kecamatan Balen; Desa Ngantru Kecamatan Ngasem; dan Kelurahan Karangpacar Kecamatan Bojonegoro.

“Kami dari OPD terkait telah mengusulkan 29 indikator esensial,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nurul Azizah menjelaskan aksi kedua TPPS adalah menyusun rencana kegiatan dan anggaran yang diarahkan dari berbagai OPD dan desa untuk konvergensi intervensi spesifik dan sensitif. Sedang aksi ketiga adalah rembug stunting yang menjadi energi dan kolaborasi dengan semua pihak. TPPS telah mencapai Pernyataan Komitmen Bersama untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bojonegoro.

Kemudian aksi empat adalah regulasi daerah. Hal ini tidak terlepas dengan payung hukum. Kini telah terbit regulasi daerah tentang penanggulangan kemiskinan dan CSR perusahaan. Juga ada Perbub tentang Pengelolaan Dana Desa, Bantuan Pangan Non Tunai Daerah, BTT, Hibah dan Bansos, diantaranya juga untuk penurunan stunting.

Aksi kelima, lanjut Nurul Azizah, sinergi antara desa, kecamatan hingga kabupaten. Pelaku percepatan penurunan stunting tingkat desa sudah memiliki Kader Pembangunan Manusia (KPM) sejumlah 545 orang. Di 419 desa, terdapat Tim Pendamping Keluarga (TPK) sejumlah 1.002. Dan di seluruh desa sudah terbentuk TPPS Desa/Kelurahan.

Aksi keenam adalah menajemen data, yakni data cakupan intervensi esensial yang diinput di aplikasi dan telah dipetakan masing-masing indikator. Upaya perbaikan data ini dilakukan melalui pemutakhiran data keluarga berisiko stunting, yang mendapat pendampingan berdasarkan EPPBGM Per Bulan Timbang Februari 2024.

“Berdasarkan SSGI 2022 dan SKI 2023 prevalensi stunting di Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan 10.2 persen,” tegasnya.

Lebih lanjut, aksi ketujuh adalah pengukuran dan publikasi. Hasil audit stunting, faktor determinan penyebab stunting terbanyak adalah pola asuh yang diukur oleh tenaga kesehatan dengan menggunakan antropometri setiap bulan. Telah ada publikasi pada Satu Data Bojonegoro, publikasi lewat pertemuan evaluasi hasil penimbangan pada bulan timbang (Pebruari dan Agustus), publikasi melalui baliho di 23 titik lokasi, dan publikasi data melalui e- PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).

“Juga yang gencar dilakukan adalah publikasi data melalui halaman Web Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan media,” jelasnya.

Sementara itu, aksi kedelapan adalah review kinerja tahunan, capaian realisasi anggaran. Di Dinas Kesehatan telah ada penyusunan modul penggunaan APB Desa dalam percepatan penurunan stunting. Di DP3AKB terdapat optimalisasi peran Kader IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pendampingan keluarga berisiko stunting. Sedang dari DPMD terdapat optimalisasi pemanfaatan APB Desa dan monitoring evaluasi serta optimalisasi KPM. Dan dari Dinas Kominfo terdapat optimalisasi pemanfaatan multimedia seperti radio dan videotron dalam upaya perubahan perilaku masyarakat.

“Best practice percepatan penurunan stunting yakni pihak swasta, perguruan tinggi, pemerintah, organisasi masyarakat, dan juga media,” ujarnya.

Selain itu, TPPS Terintegrasi juga telah melakukan upaya penguatan Sumber daya, manajemen data, kolaborasi stakeholder, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan inovasi yang baik.

“Karena faktor determinan penyebab stunting terbesar adalah pola asuh oleh nenek, maka Dinas Kesehatan mereplikasi di 34 puskesmas, yakni dengan program CENTING EMAS DOK’E (Cegah Stunting melalui Edukasi Masyarakat dengan Kelas Dok’e). Ini mudah dilaksanakan, tidak membutuhkan tempat khusus dan tidak membutuhkan pembiayaan yang besar serta dapat diperoleh dari swadaya masyarakat,” pungkasnya. (Bjnkb/Red)

Tags: Fokus 8 AksiNEWSStuntingTerintegrasiTPPS BojonegoroTurunkan Angka

Related Posts

Pemkab Bojonegoro Bareng Kemensos RI Salurkan Bantuan Program ATENSI 2026
Birokrasi

Pemkab Bojonegoro Bareng Kemensos RI Salurkan Bantuan Program ATENSI 2026

29 April 2026
Inspektorat Bojonegoro Terima Entry Meeting BPKP Pusat
Birokrasi

Inspektorat Bojonegoro Terima Entry Meeting BPKP Pusat

27 April 2026
KADIN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali Melalui Strategic Paper
Birokrasi

KADIN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali Melalui Strategic Paper

27 April 2026
Pemkab Bojonegoro Terus Berinovasi, Luncurkan “Nggon Sahdu”
Birokrasi

Pemkab Bojonegoro Terus Berinovasi, Luncurkan “Nggon Sahdu”

24 April 2026
Webinar, Diskominfo Bojonegoro Dorong Penggunaan Data untuk Dasar Kebijakan
Birokrasi

Webinar, Diskominfo Bojonegoro Dorong Penggunaan Data untuk Dasar Kebijakan

24 April 2026
DPMD Gelar Peningkatan Kapasitas, Bupati Bojonegoro Tekankan Pentingnya Validitas Data
Birokrasi

DPMD Gelar Peningkatan Kapasitas, Bupati Bojonegoro Tekankan Pentingnya Validitas Data

23 April 2026
Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa, Wabup Bojonegoro Tekankan Langkah Strategis Berbasis Data
Birokrasi

Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa, Wabup Bojonegoro Tekankan Langkah Strategis Berbasis Data

23 April 2026
Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek Aparatur Desa, Validkan Data Penerima Bansos
Birokrasi

Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek Aparatur Desa, Validkan Data Penerima Bansos

22 April 2026
Bupati Wahono Apresiasi Peresmian Gedung Pelayanan Kejari Bojonegoro
Birokrasi

Bupati Wahono Apresiasi Peresmian Gedung Pelayanan Kejari Bojonegoro

22 April 2026
Load More

Ucapan Corner :

Hari Besar Nasional :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Spesial Corner :

Spesial Corner :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.