Jumat, Mei 29, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Perbuatan dan Tindakan Playing Victim

Perbuatan dan Tindakan Playing Victim

by jurnalis
18 Desember 2022
in Tak Berkategori
Perbuatan dan Tindakan Playing Victim

Dok@red2022.

Kabar1news.com – Dewan Pimpinan Pusat Peduli Nusantara Jakarta berpendapat bahwa, belakangan ini sifat dan sikap manusia semakin beragam, salah satunya adalah playing victim. Entah itu yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar rumah maupun dalam lingkup dunia kerja.

Mereka yang memiliki perilaku playing victim akan berperilaku seolah-olah jadi orang paling menderita. Meskipun sebenarnya, ia yang memancing suatu permasalahan terlebih dahulu.

Sebelum mulai menuduh orang lain, coba dicek dulu, jangan-jangan selama ini Moms juga suka begini..Playing victim disebut juga dengan istilah victim mentality.

Melansir dari Public Library of Science, playing victim terjadi ketika seseorang melemparkan kesalahan ke orang lain padahal kesalahan tersebut adalah perbuatannya sendiri.

Pelaku playing victim adalah mereka yang biasanya menghindari tanggung jawab karena sudah melakukan keselahan.
Bahkan pelakunya bisa memposisikan dirinya sebagai korban karena tak mendapatkan keadilan.

Playing victim adalah cara yang dilakukan seseorang yang berbuat kesalahan yang ingin menghindari kesalahannya tersebut dengan melimpahkannya pada orang lain dan memposisikan dirinya sebagai korban.

Playing victim sering terjadi di dalam hubungan, pertemanan, keluarga, hingga pernikahan.

Dalam sebuah hubungan, sudah sepatutnya segala beban dan tanggung jawab dipikul bersama. Jikalau ada salah satu yang playing victim berarti dia melimpahkan beban dan tanggung jawab itu ke pasangannya.

Tanda-Tanda Playing Victim :
Dalam sebuah penelitian Organizational Dynamics, menjelaskan bahwa orang-orang yang memiliki victim mentality sangat sulit untuk ditangani.

Biasanya mereka memiliki pandangan yang berbeda mengenai kehidupan.

Hal tersebut dikarenakan mereka percaya bahwa mereka tak memiliki kontrol terhadap hal-hal yang terjadi pada kehidupan mereka. Tak hanya itu, orang dengan kondisi mental ini pun memiliki tingkat tanggung jawab yang kecil.

Berikut adalah tanda-tanda playing victim yang biasanya dilakukan oleh pelakunya.

1. Menghindari Tanggung Jawab
Vicki Botnick, terapis pernikahan dan keluarga di California mengatakan bahwa salah satu tanda playing victim adalah mereka selalu menghindari tanggung jawab, Botnick menjelaskan, mereka yang memiliki victim mentality atau playing victim sangatlah sulit untuk diberikan tanggung jawab atau dipercaya. Sikap yang sering kali biasanya mereka tunjukkan adalah :
1.1. Selalu menyalahkan orang lain.
1.2. Membuat alasan.
1.3. Tidak ingin dibebani tanggung jawab.
Selalu bereaksi “ini bukan salah saya” pada setiap permasalahan yang ada.
Seperti yang sudah kita ketahui, hal buruk akan selalu terjadi di hidup kita.

Bahkan banyak orang yang bernasib buruk adalah orang-orang baik yang tidak pantas menerimanya.

Ketika seseorang terus menerus merasakan kesulitan dalam hidupnya, secara konstan dari waktu ke waktu bisa memulai percaya bahwa dunia tidak menginginkan mereka.

2. Hanya Fokus pada Masalah, Bukan Solusi
Tidak semua situasi negatif adalah kondisi yang benar-benar tak bisa dikendalikan. Jika dilihat lebih dekat, setidaknya akan ada celah untuk mencari solusi dalam sebuah permasalahan. Dan ketika kita bisa melihat celah yang ada, hal tersebut adalah sebuah tindakan yang membuat kita jadi manusia lebih baik.

Orang-orang yang sering melakukan playing victim adalah mereka yang menunjukkan sedikit ketertarikan dalam membuat perubahan. Mereka bahkan akan menolak untuk dibantu dan lebih suka mengasihani diri mereka sendiri.

Menghabiskan sedikit waktu untuk bersedih dan mengasihani diri bukan hal yang sepenuhnya tidak sehat. Faktanya, tindakan ini bisa membantu kita dalam memproses emosi yang menyakitkan.

Meski demikian, mengasihani diri tidak bisa dilakukan secara terus menerus. Harus ada waktu berhenti agar kita bisa bangkit dari keterpurukan.

3. Selalu Merasa Lemah :
Banyak orang yang merasa sebagai korban percaya bahwa mereka tak memiliki kekuatan untuk mengubah situasi yang ada. Namun sayangnya, kehidupan kadang terus-terusan membawa mereka ke dalam masalah. Dan dari kacamata mereka, mereka tak bisa melakukan apapun untuk sukses atau bahkan keluar dari jerat masalah yang menghadapi.

4. Selalu Beranggapan Hal Buruk akan Terjadi pada Diri Mereka :
Orang-orang yang playing victim adalah mereka yang selalu beranggapan bahwa hal buruk akan selalu terjadi pada mereka. Mereka yang memiliki victim mentality biasanya akan selalu percaya dengan kalimat ini :
4.1. Semua hal buruk akan selalu datang menghampiri saya.
4.2. Saya nggak bisa keluar dari masalah ini, kenapa harus mencoba.
4.3. Saya pantas menerima hal-hal buruk yang terjadi di hidup ini.
4.4. Tak ada yang peduli dengan saya.
Kesulitan yang hadir terus menerus biasanya akan menghasilkan monolog di dalam diri,

Kondisi ini akan membuat orang-orang tersebut memiliki banyak pikiran yang lebih negatif. Kesulitan yang hadir terus menerus biasanya akan menghasilkan monolog di dalam diri, Kondisi ini akan membuat orang-orang tersebut memiliki banyak pikiran yang lebih negatif.

5. Tidak Percaya Diri :
Dilansir dari Healthline, salah satu tanda lain playing victim adalah rasa percaya diri yang rendah. Mereka selalu melihat diri mereka sebagai korban dan tak memiliki keberanian dan bahkan kepercayaan diri yang kiat. Hal ini biasanya akan membuat orang-orang dengan victim mentality jadi lebih buruk.

Mereka bisa saja berpikir, “saya tidak cukup pintar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik” atau, “saya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk sukses.”

Perspektif ini akan membuat mereka enggan untuk mengembangkan kemampuan atau mengidentifikasi kekuatan baru serta kemampuan yang bisa membantu untuk mendapatkan hal yang diinginkan.

Mereka yang selalu berusaha dengan keras untuk mewujudkan cita-cita dan gagal juga bisa membuat orang tersebut merasa sebagai korban dari kehidupan.

Ketika kepala kita sudah dipenuhi oleh hal yang negatif dan bercampur dengan ketidakpercayaan diri. Hal itu bisa membuat mereka sulit untuk melihat kemungkinan atau kesempatan yang lainnya.

6. Frustrasi dan Marah :
Hal yang paling terlihat dari tanda-tanda playing victim adalah emosional yang bergejolak :
6.1. Mereka yang selalu merasa diri mereka adalah korban seringkali merasa;
6.2. Frustrasi dan marah pada dunia yang sepertinya selalu bertentangan dengan keinginan mereka.
6.3. Tidak ada harapan mengenai kehidupan yang tidak juga berubah.
6.4. Merasa tersakiti ketika orang yang mereka pedulikan tidak mempedulikan mereka.
6.5. Marah ketika ada orang lain yang terlihat bahagia dan sukses.

7. Egois :
Dalam hubungan, suami dan isteri memiliki tanggung jawab yang sama besarnya. Jika ada suatu kondisi buruk terjadi, kita dan pasangan sama-sama punya andil dalam keadaan tersebut. Tak ada yang benar dan tak ada yang salah. Sebab, jika kalian berdua bisa bekerja sama sepatutnya kesalahan itu tidak terjadi.

Tapi untuk membuat keadaan lebih baik, tak ada salahnya saling mengucapkan maaf sebagai bentuk empati dan rasa tanggung jawab. Nah, seseorang yang playing victim biasanya tidak mau minta maaf untuk alasan apa pun.

8. Selalu Menganggap Disudutkan.
Setiap orang pasti ingin saling berbagi cerita, keluh kesah, berdiskusi dengan pasangannya. Dan setiap kali isteri menyampaikan sesuatu tentang apa yang terjadi dalam hubungan kalian. Pasangan selalu menganggap bahwa isteri sedang menyudutkannya. Pasangan seperti tidak menyadari bahwa sikapnya itulah yang sebenarnya menyudutkan. Padahal, niat bercerita dengannya adalah untuk menemukan solusi bersama, agar hubungan kembali hangat dan membahagiakan satu sama lain. Emosi di atas bisa sangat dirasakan dan berlipat ganda pada orang-orang yang selalu percaya diri mereka adalah korban dari ketidakadilan. Ketika tidak cepat diatasi, perasaan di atas bisa berubah menjadi;
1.Kemarahan yang meledak-ledak
2.Depresi, Mengisolasi atau mengurung diri
3.Selalu merasa kesepian

9. Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain. Pemilik perilaku playing victim sering kali bergumul dengan kebiasaan membandingkan diri mereka sendiri dengan orang lain secara negatif. Padahal, pada dasarnya setiap manusia memiliki kekurangan dalam beberapa hal dibandingkan dengan orang lain, sehingga seseorang yang selalu playing victim akan selalu mudah untuk terlibat dalam perilaku atau pemikiran ini. Untuk mengatasinya, pemiliki perilaku ini perlu mengubah pandangan mereka.

Melansir dari Life Hack, mereka harus mengakui bahwa mereka masihlah memiliki sifat-sifat yang baik dan berhak merasakan hak istimewa. Dengan mengatasinya secara tepat, maka hal tersebut dapat membantu kesehatan mental mereka secara keseluruhan.

Penyebab Playing Victim :
Pada sebagian kasus, orang yang sering melakukan playing victim adalah mereka yang sering kali merasa putus asa.

Hal yang bisa membuat mereka memiliki victim mentality adalah karena mereka mengalami beragam kondisi sulit dari waktu ke waktu.

Ketidakmampuan diri untuk keluar dari kondisi sulit bisa membuat mereka terpuruk dalam perasaan yang membuat mereka merasa sebagai korban secara terus menerus.

Ada beberapa penyebab seseorang melakukan playing victim, seperti:
1. Trauma di Masa Lalu :
Peristiwa masa lalu yang menyisakan trauma bisa menyebabkan munculnya perilaku playing victim. Meskipun begitu, tidak semua orang yang mengalami trauma dapat memiliki perilaku ini. Rasa sakit atas masalah secara emosional dapat membuat seseorang menjadi tidak berdaya dan memilih untuk menyerah dengan keadaan.

2. Mencari Keuntungan dengan Menjadi Korban :
Victim mentality bisa saja muncul saat merasa nyaman dengan keuntungan yang didapat dengan menjadi korban.

Beberapa keuntungan yang mungkin bisa diperoleh dari memposisikan diri sebagai korban, yaitu :
1. Bisa memainkan drama.
2. Dapat terhindar dari kemarahan
Orang lain merasa terdorong untuk memberi bantuan.
3. Tidak perlu bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.
4. Pernah Menjadi Korban Pengkhianatan:
Victim mentality bisa saja muncul saat isteri menjadi korban pengkhianatan, terlebih apabila dilakukan secara berulang. Kondisi tersebut dapat membuat diri sendiri merasa seperti korban serta kehilangan rasa percaya kepada orang lain. Untuk mengusut perilaku tersebut, kita perlu mencari tahu riwayat orang yang bermain sebagai korban tersebut.
5. Penyebab Lainnya:
Selain 3 penyebab di atas, ada penyebab lainnya yang membuat seseorang menjadi playing victim yaitu:
1.Ketergantungan.
2.Bentuk manipulasi.
3.Memiliki kecenderungan untuk menghancurkan diri sendiri.
4 Memiliki dendam terhadap orang yang sukses.

Berhadapan dengan orang yang sedang melakukan playing victim dapat menjadi tantangan tersendiri. Namun, perlu diketahui bahwa playing victim juga bisa dilakukan ketika orang tersebut ingin menghindari amarah orang lain atau ingin mendapatkan hal yang diinginkan. Jadi, hal terbaik ketika menghadapi seseorang yang kerap melakukan playing victim dengan mencari tahu alasan mereka melakukan hal tersebut, tidak menghakimi, dan perlu menerapkan batasan yang jelas. (**)

Pembahasan oleh: Arthur Noija,S.H.

Tags: NEWSPerbuatan & Tindakan Playing Victim

Related Posts

Pendaftaran Beasiswa Pemkab Bojonegoro Gelombang I 2026 Dibuka hingga 10 April, Ini Syaratnya
Tak Berkategori

Pendaftaran Beasiswa Pemkab Bojonegoro Gelombang I 2026 Dibuka hingga 10 April, Ini Syaratnya

26 Maret 2026
Konsumsi Beras Organik Kian Diminati, Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan
Tak Berkategori

Konsumsi Beras Organik Kian Diminati, Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan

15 Maret 2026
Lagi, Pemkab Bojonegoro Kirim Bantuan Bencana Alam di Sumatera-Aceh
Tak Berkategori

Lagi, Pemkab Bojonegoro Kirim Bantuan Bencana Alam di Sumatera-Aceh

9 Desember 2025
Sertifikat IG Batik Tenun Gedhog Jadi Kado Indah di HJT 732
Tak Berkategori

Sertifikat IG Batik Tenun Gedhog Jadi Kado Indah di HJT 732

12 November 2025
Pimpin Upacara HSN 2025, Bupati Tuban Ajak Santri Rawat Tradisi Pesantren
Tak Berkategori

Pimpin Upacara HSN 2025, Bupati Tuban Ajak Santri Rawat Tradisi Pesantren

22 Oktober 2025
Komisi B DPRD Bojonegoro Dorong Disbudpar Bojonegoro Berinovasi Bangkitkan Budaya Lokal
Tak Berkategori

Komisi B DPRD Bojonegoro Dorong Disbudpar Bojonegoro Berinovasi Bangkitkan Budaya Lokal

16 Juli 2025
Geopark Nasional Bojonegoro Masuk Dua Besar Aspiring UGGp 2025
Tak Berkategori

Geopark Nasional Bojonegoro Masuk Dua Besar Aspiring UGGp 2025

5 Juli 2025
Bhabinkamtibmas Polsek Tulangan Dukung Swasembada Pangan Mandiri Lewat Program P2B 
Tak Berkategori

Bhabinkamtibmas Polsek Tulangan Dukung Swasembada Pangan Mandiri Lewat Program P2B 

26 Juni 2025
Implementasi Ketahanan Pangan, Polsek Tarik Gencarkan Sambang Desa
Daerah

Implementasi Ketahanan Pangan, Polsek Tarik Gencarkan Sambang Desa

14 Juni 2025
Load More

Ucapan Corner :

Hari Besar Nasional :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Spesial Corner :

Spesial Corner :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.