Rabu, Januari 14, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Ngangsu Kawruh “SAMIN” dalam Kacamata Dunia

Ngangsu Kawruh “SAMIN” dalam Kacamata Dunia

Festival #6, tema Samin dalam Kacamata Dunia

by jurnalis
25 Agustus 2022
in EVENT, Sejarah Budaya
Ngangsu Kawruh “SAMIN” dalam Kacamata Dunia
Bojonegoro, Kabar1News.com – Bertepatan HUT ke -77 RI,  Festival ke-6 Ngangsu Kawruh “SAMIN” dalam tema ‘Samin dalam Kacamata Dunia’ digelar di Balai Budaya Dusun Jepang Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur, (24/8/2022).
“Kegiatan ini merupakan kegiatan ke 6, dan dalam kegiatan ini kita semua membahas atau mengupas tuntas tentang apa sih sebenarnya Ajaran Budaya Samin tersebut, semua para tamu undangan disini bisa memberikan pertanyaan kepada kami terkait tentang SAMIN yang nantinya akan kita paparkan Ajaran Budaya Samin, dan harapan saya ketika nanti setelah kegiatan ini selesai kita semua yang berada di kegiatan ini bisa mengerti dan paham tentang Ajaran Budaya Samin”. Papar Bambang Sutrisno Generasi Ke V Samin Surosentiko.
Sementara itu, Camat Margomulyo, Dyah Enggar menyampaikan, kegiatan Ngangsu Kawruh ini, semoga bisa memberikan dan menyelaraskan stigma – stigma negatif dari kata ‘Samin’ atau ‘Nyamin’ ini.
“Dan saya juga sangat mengapresiasi Dengan Mas Bambang Sutrisno Generasi Ke V Samin Surosentiko karena beliau telah banyak sekali membantu dan menjadikan nafas bagi Kecamatan Margomulyo, dan semoga dengan digelar Festival Samin “Ngangsu Kawruh” ke- 6 dengan Tema “SAMIN DALAM KACA MATA DUNIA” ini kita semua bisa lebih mengerti tentang apa itu Ajaran Budaya Samin. Dan Kebetulan Kegiatan Festival Samin yang Ke 6 ini bertepatan dengan HUT Ke – 77 RI, sesuai dengan tema, saya harapkan Samin bisa Mendunia,” ungkapnya.
Dikesempatan yang sama, Sugeng Wardoyo, kandidat Doktor Fakultas Seni Rupa ISI Jogja mengatakan, suksesnya Festival Budaya ini tidak lepas dari peran para tokoh – tokoh besar dari berbagai Universitas yang ada di Indonesia ini. Masih banyak hal dari Samin ini yang perlu kita gali bersama tentang ajaran ilmu kebaikan budaya Samin ini.
“Dan mungkin untuk acara Festival Samin berikutnya saya berharap akan lebih baik jika mahasiswa – mahasiswa yang berada di kabupaten Bojonegoro ini dapat ikut turut serta dalam nguri-uri ajaran budaya Samin ini, agar ajaran budaya Samin di Bojonegoro ini dapat terus dilestarikan,” tutupnya. (*/Mad)
Mengenal Komunitas Adat Samin
Tokoh Samin Surosentiko

Nama Samin berasal dari nama seorang penduduk Ki Samin Surosentiko yang dilahirkan pada tahun 1859 di Desa Ploso, Kecamatan Diren, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Nama asli Ki Samin Surosentiko adalah Raden Kohar, keturunan Kanjeng Pangeran Arya Kusumaningayu. Sedang ayahnya bernama Surowijoyo (Samin Sepuh). Nama Samin tersebut dipilih karena dirasa lebih bernafaskan kerakyatan.

Dikatakan oleh Hutomo (1996: 18), oleh pemerintah Belanda di kala itu, Samin dianggap sebagai seorang residivis (bromocorah), penjahat kambuhan yang keluar-masuk penjara. Namun sebaliknya, bagi wong cilik di pedesaan Bojonegoro, ia justru punya predikat sebagai maling budiman, pencuri berhati mulia, yakni mirip kisah Robin Hood di hutan Sherwood Inggris.

Lebih dari itu, seorang guru besar di Surabaya menyebut sosok Samin sebagai intelektual desa di Klopodhuwur-Blora. Ia juga merupakan seorang pemimpin yang sangat dihormati (sesepuh), pejuang pergerakan melawan pemerintah kolonial Belanda, guru kebatinan dan raja tanah Jawa, yakni Ratu Adil Heru Cakra yang bergelar Prabu Panembahan Suryangalam (Moentadhim, 2004: 10). Bahkan ia telah menjelma menjadi pujangga Jawa pesisiran yang hidup setelah Raden Mas Ngabehi Ronggowarsita.

Pandangan Hidup Komunitas Samin

Sekitar tahun 1890, Samin Surosentiko mulai menyebarkan ajarannya kepada para pengikutnya orang-orang satu desa, dengan laku tapabrata ia memperoleh wahyu kitab Kalimosodo yang terdiri dari:

a. Serat punjer kawitan, berkaitan dengan ajaran tentang silsilah raja-raja Jawa, adipati-adipati wilayah Jawa Timur dan penduduk Jawa.
b. Serat pikukuh kasejaten, ajaran tentang tata cara dan hukum perkawinan yang dipraktikkan oleh masyarakat Samin.
c. Serat uri-uri pambudi, berisi tentang ajaran perilaku yang utama terdiri dari ajaran Angger-angger pratikel (hukum tingkah laku), Angger-angger pangucap (hukum berbicara), dan Angger-angger lakonan (hukum yang harus dilakukan). Angger-angger pratikel berupa aja drengki, srei, tukat-padu, dahpen-kemeren, kutil-jumput, mbedog-colong (jangan dengki, iri hati, beradu mulut, suka mencampuri urusan orang lain, mengambil hak milik orang lain, mencuri atau mengambil tanpa ijin). Angger-angger pangucap, yakni pangucap saka lima bundhelane ana pitu, lan pangucap saka pitu bundhelane ana sanga. Artinya, berbicara itu dari lima hal kerumitannya bisa tujuh, dan dari tujuh masalahnya bisa sembilan. Secara implisit, sesungguhnya ini merupakan peringatan agar orang Samin tidak sembarangan ketika berbicara. Angger-angger lakonan, yakni lakonana sabar trokal, sabare dieling-eling, trokale dilakoni. Artinya, bersikaplah sabar dan tawakal, kesabaran itu perlu diingat-ingat, tawakalnya dilaksanakan.
d. Serat jati sawit, buku yang membahas tentang kemuliaan hidup sesudah mati (kemuliaan hidup di akhirat).
a. Serat lampahing urip, buku yang berisi tentang primbon yang berkaitan dengan kelahiran, perjodohan, mencari hari baik untuk seluruh kegiatan aktivitas kehidupan.

Prinsip ajaran Samin Kudus berbentuk pantangan dasar meliputi: tidak boleh mendidik dalam pendidikan formal, tidak boleh bercelana panjang, tidak boleh berpeci, tidak diperbolehkan berdagang, dan tidak diperbolehkan beristri lebih dari satu. Pertama, tidak diperbolehkan mendidik anak melalui pendidikan formal (sekolah), anak hanya dibekali pendidikan informal (pendidikan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya sendiri dalam rumah tangganya) bermaterikan prinsip ajaran, dan prinsip hidup. Kedua, tidak boleh bercelana panjang dan tidak boleh berpeci, hal tersebut sebagai simbolisasi perlawanan terhadap Belanda yang bercelana panjang dan tidak diperbolehkannya berpeci karena telah memiliki asesori khas berupa udeng yang dikenakan pada acara pirukunan. Ketiga, tidak diperbolehkan berdagang, hal tersebut sebagai langkah antisipasi bahwa profesi dagang berpeluang tertradisi dengan berbohong, sebuah aktivitas yang dijauhi dalam prinsip Samin, dan keempat, tidak diperbolehkan beristri lebih dari satu. Anggapan umum bahwa munculnya konflik berkeluarga di antaranya karena beristri lebih dari satu, hal tersebut diantisipasi dengan cara dijadikan doktrin pantangan.

Samin sebagai keyakinan hidup, prinsip dasar ajaran (perintah), dan prinsip dasar pantangan (larangan) bagi pemeluknya, mempunyai enam prinsip dasar dalam beretika berupa pantangan untuk tidak: Drengki; membuat fitnah, Srei; serakah, Panasten;mudah tersinggung atau membenci sesama, Dawen; mendakwa tanpa bukti, Kemeren; iri hati/syirik, keinginan untuk memiliki barang yang dimiliki orang lain, Nyiyo Marang Sepodo;berbuat nista terhadap sesama penghuni alam, dan Bejok reyot iku dulure, waton menungso tur gelem di ndaku sedulur (menyia-nyiakan orang lain tidak boleh, cacat seperti apapun, asal manusia adalah saudara jika mau dijadikan saudara). Sedangkan lima pantangan dasar dalam berinteraksi meliputi: Bedok; menuduh, Colong; mencuri, Pethil; mengambil barang (barang yang masih menyatu dengan alam atau masih melekat dengan sumber kehidupannya) misalnya: sayur-mayur ketika masih di ladang, Jumput; mengambil barang (barang yang telah menjadi komoditas di pasar) misalnya: beras, hewan piaraan, dan kebutuhan hidup lainnya, dan Nemu Wae Ora Keno; menemukan menjadi pantangan.

Kearifan Lokal Komunitas Adat Samin

Masyarakat samin mempersiapkan lingkungan alam sebagai sesuatu yang dapat memberikan urip, sandang-pangan, dan penghidupan sehingga harus dijaga kelestariannya. Mereka juga memelihara lahan pertanian (sawah bancik) dan semaksimal mungkin berusaha untuk meningkatkan produksi hasil panen. Mereka beranggapan bahwa orang harus ulet (trokal) dalam melakukan pekerjaan agar bisa memperoleh hasil yang optimal.

Lingkungan alam adalah semua isi alam raya yang memberikan kehidupan meliputi tanah, air, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Menurut orang Samin, alam itu identik dengan ibu (biyung) karena biyung adalah yang membuat hidup manusia sampai sekarang. Dengan begitu, manusia harus bersyukur dan menghargai alam sebagaimana kita menghormati seorang ibu (biyung).

Selain itu, hendaknya di dalam memanfaatkan kekayaan lingkungan digunakan secukupnya saja. Hal ini mengingat kekayaan lingkungan memang perlu dihemat sedemikian rupa agar generasi berikutnya dapat ikut menikmati. Jadi, harus diopeni kanthi temen lan di pundhi-pundhi (dijaga kelestariannya dan dimanfaatkan secara efisien).

Penutup

Masyarakat Samin sangat tersohor dengan keluguan, kejujuran, sikap apa adanya yang kadang nyleneh dan membuat masyarakat lain memandang secara berbeda. Tetapi dibalik sisi nylenehnya, masyarakat Samin menyimpan pesan dan ajaran yang menjadi pencerah bagi masyarakat. Ditengah terpaan modernisasi yang mengikis nilai-nilai budaya hampir di semua masyarakat, ajaran Samin memberikan secercah harapan terutama tentang makna kejujuran yang menjadi falsafah hidup masyarakat Samin yang perlu untuk diselami dan diimplementasikan pada kehidupan masyarakat umumnya.

Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya dari Komunitas Adat Samin tersebut adalah perlunya menjaga sikap dan perilaku yang baik antar sesama manusia dan menjalin hubungan baik dengan lingkungan alam.

Manfaat yang diperoleh dari budaya Komunitas Adat Samin adalah terjalinnya hubungan yang harmonis antara sesama manusia dalam hidup bermasyarakat.

Sumber: petabudaya.belajar.kemedikbud.go.id

Tags: NEWSNgangsu Kaweruh SAMIN

Related Posts

HPN 2026, PWI Jatim Gelar Lomba Jurnalistik Tulis dan Foto
EVENT

HPN 2026, PWI Jatim Gelar Lomba Jurnalistik Tulis dan Foto

14 Januari 2026
Penerus Ajaran Samin Bojonegoro Terima AKI 2025 Kategori Masyarakat Adat
Prestasi

Penerus Ajaran Samin Bojonegoro Terima AKI 2025 Kategori Masyarakat Adat

19 Desember 2025
Putri Indonesia 2023 dan Difarina Indra Meriahkan Batih Tuban Fashion & Street Carnival
EVENT

Putri Indonesia 2023 dan Difarina Indra Meriahkan Batih Tuban Fashion & Street Carnival

10 Desember 2025
Momen Hakordia 2025, Pemkab Bojonegoro Komitmen Perkuat Budaya Antikorupsi
Daerah

Momen Hakordia 2025, Pemkab Bojonegoro Komitmen Perkuat Budaya Antikorupsi

7 Desember 2025
Bupati Wahono Buka Bolo Festival 2025
EVENT

Bupati Wahono Buka Bolo Festival 2025

7 Desember 2025
Bojonegoro Hadiri Indonesia’s Geopark Leader Forum
EVENT

Bojonegoro Hadiri Indonesia’s Geopark Leader Forum

4 Desember 2025
Ini Pemenang Kejurkab Drumband 2025 di Bojonegoro
EVENT

Ini Pemenang Kejurkab Drumband 2025 di Bojonegoro

1 Desember 2025
FOP 2025 di Bojonegoro Resmi Dibuka
EVENT

FOP 2025 di Bojonegoro Resmi Dibuka

27 November 2025
Meriah! 600 Warga Bojonegoro Ikuti Smartfren Fun Run 2025
EVENT

Meriah! 600 Warga Bojonegoro Ikuti Smartfren Fun Run 2025

25 November 2025
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.