Nasdem Memilih di Luar Kabinet Merah Putih, Surya Palo: Kita Partai Tahu Diri
Bali, Kabar1News.com — Peta politik partai Nasdem memilih untuk berada di luar pemerintah Prabowo-Gibran tentu menjadi perbincangan dan pertanyaan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua umum Surya Paloh pun mengatakan, hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, sejak pencalonan partainya tidak mencalonkan siapa pun dalam pemilihan presiden 2024 lalu.
“Untuk saat ini partai Nasdem tahu diri, ini adalah bagian dari komitmen moralitas partai,” ujarnya dalam sambutannya di kantor sekertariat Nasdem provinsi Bali pada, Kamis (3/4/25).
Ia mengatakan, ketidak ikut sertaan itu bukan karena ketidak sukaan terhadap Prabowo-Gibran, namun partainya sangat bahagia ketika mereka terpilih sebagai presiden periode 2024-2029.
“Ini yang saya harus sampaikan, bukan berarti kita anti, tetapi bentuk komitmen kita dari nilai-nilai gerakan perubahan yang kita perjuangkan,” katanya.
Selain itu kata, Surya Paloh meskipun Nasdem tidak berada di dalam pemerintahan, namun dirinya berharap Prabowo-Gibran bisa membawa negari ini lebih maju.
“Maka harapan kita, kemajuan yang lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan tesebut, Surya Palo, juga mendorong para kader partai di Bali untuk bekerja lebih keras serta mengayomi seluruh kader.
Sekaligus memberikan motivasi dan melangkah dengan terus membangun jaringan yang lebih kuat serta bekerja sama dengan seluruh institusi partai lainnya di pulau Dewata.
“Bekerja lebih ulet lagi, juga mengayomi seluruh anggota yang ada, dan membangun motivasi, dengan tetap melangkah untuk membangun jaringan yang lebih luas,” tutur ketua umum partai NasDem itu.
Ketua umum partai NasDem itu mengungkapkan, pengangkatan I Nenga Senantara sebagai ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali karena dinilai sangat pantas untuk Bali.
“Mungkin dia lebih baik untuk Bali sendiri, itu jawabannya, “ungkap Surya Paloh
Selain itu, Ia Juga memberikan kritik terhadap provinsi Bali yang menurutnya masih memiliki kekurangan yang menjadi perhatian khusus bagi partai NasDem terlebih khusus di bidang infrastruktur yang tidak terbangun sedemikian rupa.
“Banyak sekali jalan yang tidak sesuai sebenarnya, jadi 50, 60 tahun yang lalu saya jalan ke Bali ini sama aja. Ini yang seharusnya bisa barangkali menjelaskan, meyakinkan yang memiliki otoritas, untuk bagaimana sedemikian rupa memfokuskan pembangunannya terhadap pembangunan infrastruktur di Bali,” tutup Surya Paloh. (*/D)




















