Rabu, Januari 14, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Menyemai Kembali Ideologi Bangsa di Rumah Pancasila

Menyemai Kembali Ideologi Bangsa di Rumah Pancasila

by jurnalis
16 September 2021
in OPINI, Sejarah Budaya
Menyemai Kembali Ideologi Bangsa di Rumah Pancasila

Jakarta,Kabar1news.com – Romo Benny, Ade Arthur dan Gus Memed Selebritis Langit. Tiga tokoh nasional yang akrab dengan anak muda, dan pergerakan itu, memang punya kelas tersendiri. Dia diminati ber bagai kalangan anak anak muda pergerakan di tanah air.

Malam itu, di pondok Pesantren Abdurahman Wahid Soko tunggal, jalan sodong Utara no 18 rawamangun jakarta timur, ketiganya seolah saling melengkapi di dalam menyampaikan resep simpel ; Bagaimana upaya menyemaikan kembali kecambah ideologi bangsa, Pancasila di tanah air ini.

Kita lihat contoh riel kehidupan ber Pancasila, telah dilakukan oleh Romo Mangun, dan sahabatnya Gus Dur dan Gus Nuril.

Mereka bertiga tidak hanya menghafal, & mempelajari, serta memahami tetapi juga Sekaligus mempraktekan dalam bentuk kehidupan di segala lini, kata Romo Beny, yang di benarkan oleh DR. Ade Arthur dan hadirin.

Coba anda perhatikan, dan lihat kehidupan di Pondok ini, tambah nya; Semua yang hadir duduk rukun. Mendengar, tertawa serempak. Makan nasi uduk sambal jengkol, bareng – bareng. Sama sekali tidak dibedakan agama, suku ras dan kepercayaan nya. Apalagi sekedar partai atau partisan Capres Cagub, atau Cawal atau Cabub.

Saya inginkan kebekuan kehidupan bermasyarakat ini sudah mulai di urai. Mari tunjukan contoh yang baik dalam bermasyarakat di negeri ini atau masyarakat dunia.

Para petinggi partai, tolonglah menjadi gitu atau teladan dalam kehidupan. Bulan malah saling mempertontonkan pamer syahwat kekuasaan dan saling buly seperti anak kecil.

“Ya kalau gak di undang Ulang tahun, ya jangan marah. Sebaliknya yang tidak mengundang ulang tahun ya jangan baper, mengharapkan ucapan selamat ulang tahun ya. Lha ngundang saja tidak kok,” ujar Gus Nuril.

Artinya semua harus dewasa. Lha katanya partai modern kok masih suka “kerengan”, (berantem ala bocah kecil).

Musuh utama bangsa ini adalah penyakit lupa. Kata Gus Nuril, yang malam itu berbusana Jawa. Lengkap dengan blangkonnya. Kita lupakan budaya kita nan indah. Sehingga tidak menyadari bahwa; Spirit thaliban, sudah merembes ke tubuh kita. Mulai dari dunia pendidikan hingga aparat Negara.

Jika yang terjangkiti faham khilafah dan spirit Thaliban itu di strata prajurit, politisi rendah yang bukan pengamil kekuasaan, tidak begitu merisaukan. Tetapi perhatikanlah; Di negeri NKRI yang berdasar dan ideologi Pancasila, ini justru para petingginya yang kerasukan Thaliban. Maka jika kita tidak rajin menyemai kan , kecambah ideologi bangsa. Saya khawatir 2024 mendatang adalah, menjadi “Kloneng” berakhirnya NKRI.

Semua anak bangsa saling mengkhianati dengan membawa ideologi Ekspor.
Baik dari Barat, Timur atau Arab sendiri. Ujar Gus Nuril menutup pertemuan gayeng di Selasa malam Rabu itu. Sekaligus merestui penggunaan sebagian ruang bangunan gedung ukuran 24 x 24 Meter berlantai tiga, menjadi “Rumah Pancasila”. malam itu dikehendaki hadirin, di copy lagi. Artinya suasana dan tbugan Ngaji Tjoreqoh Kebangsaan itu, diadakan sebulan sekali. Tidak sekali ini saja.

“Saatnya Rakyat,” Indonesia, tanpa terkecuali gumregah, bangkit dan berdiri untuk menuju ke sawah ladang kebangsaan. Melewati Thoteqoh kebangsaan Untuk menyemaikan kembali “kecambah ideologi Bangsa Pancasila”. Dengan demikian, rakyat dan pemimpinnya tidak dijangkiti penyakit “epilepsi alias ayan,” karena mabuk kekuasaan dan mengalami ke panglingan atas filosofi bangsa nya sendiri.

Mensyukuri kemerdekaan itu , musti dengan contoh dan teladan Bunga Hatta. Beliau memakai jabatan dan kekuasaan yang sebagai wakil Presiden sekaligus Prolamator kemerdekaan dengan cara tasawuf. Dengan sederhana. Dan miliki pola asketik. Runtut, dan penuh tawadluk pengabdian pada Bangsa, Bukan bermentalitas bongkar semua Lalu mengganti ideologi Bangsa dengan khilafah. Hanya gara gara Thaliban menang.

Masa sih, Bangsa ini demikian parah menderita rabun dekat ?! Sehingga ,
sampai tidak tahu, siapa saudara yang duduk disebelahnya. Tetapi sebaliknya, demikian “waskto” terhadap Thaliban. Yang mereka itu entah siapa siapa.

Pembahasan Oleh : Gus Nuril –  Gedibale Gus Dur, 

Related Posts

Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik
OPINI

Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik

10 Januari 2026
Penerus Ajaran Samin Bojonegoro Terima AKI 2025 Kategori Masyarakat Adat
Prestasi

Penerus Ajaran Samin Bojonegoro Terima AKI 2025 Kategori Masyarakat Adat

19 Desember 2025
Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi
OPINI

Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi

7 Desember 2025
Utang Untuk Infrastruktur: Gaspol atau Boncos?
OPINI

Utang Untuk Infrastruktur: Gaspol atau Boncos?

4 Desember 2025
Himawan S Calon Ketua Umum IKA UPNVJ, untuk Kesuksesan Bersama dan Keterbukaan.
OPINI

Himawan S Calon Ketua Umum IKA UPNVJ, untuk Kesuksesan Bersama dan Keterbukaan.

6 Desember 2024
Ajakan Terhadap Pendakwah yang Lagi Viral (Miftah)
OPINI

Ajakan Terhadap Pendakwah yang Lagi Viral (Miftah)

5 Desember 2024
Alat Negara dalam Bidang Penegak Hukum Itu Harus Independen
OPINI

Alat Negara dalam Bidang Penegak Hukum Itu Harus Independen

2 Desember 2024
Jaga Warisan Bangsa, Pasopati Cakra Nusantara Gelar Seni Budaya
EVENT

Jaga Warisan Bangsa, Pasopati Cakra Nusantara Gelar Seni Budaya

18 November 2024
Tantangan Menuju Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo Subianto
OPINI

Tantangan Menuju Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo Subianto

16 November 2024
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.