Komisi II DPRD Bali Tindaklanjuti Keluhan Peternak Babi
Bali, Kabar1news.com — Komisi II DPRD Bali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan PT. Karya Prospek Satwa (KPS) Bali. Rapat dengar pendapat dipimpin oleh ketua komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih di Lantai 3 DPRD Bali pada, Rabu (4/3/26).
Ketua Komisi II DPRD Bali, Pratiksa Linggih mengatakan, pihaknya baru saja mendapat informasi dari masyarakat terkait turunnya harga babi di pasar. Tentu, ini akan sangat menggangu ekosistem pasar di Bali. “Informasi dari masyarakat turunnya harga babi. Ini dapat merusak ekosistem pasar di Bali,” katanya.
Karena itu, pihaknya akan segera rampung sebuah aturan dan BUMD pangan sesuai permintaan peternak babi, yang tujuannya untuk melindungi teman-teman Asosiasi peternak babi di Bali. “Jadi, beberapa usulan dari teman-teman asosiasi itu sedang proses dan berjalan,” katanya.
Ia mendorong, PT. KPS bisa berjalan bersama dengan peternak UMKM di Bali, agar teman-teman Asosiasi peternak ini tidak frustasi karna nilai jual babinya dilemahkan. “Itu dapat merusak harga batas bawa peternak UMKM kita, sehingga para peternak kita jadinya keguguran,” tandasnya.
Selain itu, ia meminta kepala Dinas peternak provinsi Bali untuk mengontrol jumlah babi yang beredar melalui PT. KPS agar para peternak mendapatkan harga yang sesuai. “Jadi, biar sama-sama kita hidup,” tutupnya. (*)




















