Rabu, Januari 14, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Kedaulatan Hukum yang Seimbang dengan Sistem Demokrasi

Kedaulatan Hukum yang Seimbang dengan Sistem Demokrasi

by jurnalis
21 Januari 2023
in Kajian
Dilema Penegakan Hukum Diatas Hegomoni Oligarki.

Dok.Ist_@2023.

Kabar1news.com – Dewan Pimpinan Pusat Peduli Nusantara Tunggal berpendapat bahwa, penegakan nomokrasi atau kedaulatan hukum perlu dijaga agar dapat terus berjalan seimbang dengan sistem demokrasi yang menjadi landasan negara Indonesia.

Ini sangat penting karena dalam menjalankan demokrasi, Indonesia kerap kali melupakan penegakan kedaulatan hukum yang akhirnya berujung pada berbagai macam praktik penyimpangan dalam pemerintahan demokrasi.

Kondisi Indonesia sejak berlangsungnya era reformasi hingga kini 1998- hingga kini, telah membuat banyak perkembangan demokrasi menjadi kebablasan.

Saking bebasnya demokrasi ini seringkali jadi melemahkan penegakan hukum menjadi kekuasaan tertinggi atau nomokrasi.

Ada kalangan arus atas wakil rakyat, dan arus bawah masyarakat, yang mestinya berjalan selaras dalam demokrasi.

Yang terjadi sekarang ini, arus atas sebagai pengambil keputusan dikuasai oleh elite politik yang berkolaborasi dengan elite politik lain. Hal ini justru melanggengkan adanya oligarki kekuasaan.

Demokrasi yang mengarah kepada oligarki kekuasaan berimplikasi pada lemahnya penegakan hukum. Hal ini terjadi pada banyak kasus politik uang di Indonesia.

Dari frekuensi praktik korupsi yang dilakukan oleh pejabat saat ini justru jumlahnya lebih sering dibandingkan saat awal-awal reformasi.

Tak ada yang bisa membantah kalau sistem demokrasi sekarang ini seakan membuat orang mengeluarkan biaya begitu besar agar dapat menduduki jabatan pemerintahan tertentu.

Hal tersebut pula yang membuat banyak pejabat menjadi koruptor atau pada akhirnya menjadi boneka para pemodal.

Kita perlu mengingat bahwa sejarah mencatat sejumlah amendemen terhadap UUD 1945. Setelah sempat ada amendemen, selama kurun waktu 1999-2002 ternyata tidak terjadi konsolidasi demokrasi.
Korupsi, kolusi, dan nepotisme tetap subur, serta nomokrasi tetap lemah.

Hal paling penting sekarang ini adalah bagaimana para penegak hukum menjalankan nomokrasi yang ada sebaik-baiknya. Ini merupakan satu-satunya jalan karena kini semua tergantung mental para penegak hukum itu sendiri.

Dalam beberapa hal seperti amendemen UUD 1945, misalnya, kini membutuhkan situasi opini publik yang benar-benar waras di tengah era pasca-kebenaran.

Amendemen UUD 1945 memang dibutuhkan karena secara historis aturan ini merupakan warisan sejak zaman dulu yang belum menjawab kebutuhan sekarang.

Namun, membutuhkan situasi opini publik yang matang agar produk yang dihasilkan tidak cuma berdasarkan dari asumsi-asumsi sehingga bisa menjawab tantangan zaman.

Indonesia butuh dua hal, yakni :
Harmonisasi peraturan di berbagai level pemerintahan dan kejelasan politik hukum dari pembentuk aturan undang-undang.
Kedua hal ini dapat memperjelas serta membuat jalannya peraturan menjadi lebih efisien.

Peraturan di setiap level pemerintahan saat ini masih tumpang tindih dan proses harmonisasinya bukan hal mudah.

Selain itu, politik hukum juga memperjelas paradigma dari sebuah produk undang-undang sehingga implementasinya jelas dan dapat tepat sasaran. (**)

Pembahasan oleh Arthur Noija, S.H Ketua DPP Perkumpulan Peduli Nusantara Tunggal.

Tags: dengan Sistem DemokrasiKedaulatan HukumNEWSyang Seimbang

Related Posts

Ada Diskusi Serius Di Balik Nama Masjid Samin Baitul Muttaqin
Kajian

Ada Diskusi Serius Di Balik Nama Masjid Samin Baitul Muttaqin

20 Desember 2025
Kesempatan Emas: Beasiswa Baru dari Pemkab Tuban
Kajian

Kesempatan Emas: Beasiswa Baru dari Pemkab Tuban

25 November 2025
DPP PPNT Sikapi Proses Hukum Pidana dan Kedudukan Keadilan Restoratif di Indonesia
Kajian

DPP PPNT Sikapi Proses Hukum Pidana dan Kedudukan Keadilan Restoratif di Indonesia

20 November 2025
DPP PPNT Sikapi Penyimpangan Pengelolaan Sampah
Kajian

DPP PPNT Sikapi Proses Hukum Pidana

2 November 2025
DPP PPNT Sikapi Penyimpangan Pengelolaan Sampah
Kajian

DPP PPNT Sikapi Penyimpangan Pengelolaan Sampah

2 November 2025
80 Tahun Indonesia Merdeka: Refleksi, Capaian dan Harapan
Kajian

80 Tahun Indonesia Merdeka: Refleksi, Capaian dan Harapan

18 Agustus 2025
Pengalaman di Tengah Badai Geopolitik: Seruan dari Jordan untuk RUU Perlindungan Pelajar
Kajian

Pengalaman di Tengah Badai Geopolitik: Seruan dari Jordan untuk RUU Perlindungan Pelajar

13 Agustus 2025
PPNT Kaji Permasalahan Pertanahan di Indonesia
Kajian

PPNT Kaji Permasalahan Pertanahan di Indonesia

23 Juni 2025
DPP PPNT: Tumpang Tindihnya Aturan
Kajian

DPP PPNT: Tumpang Tindihnya Aturan

15 Juni 2025
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.