Ditjen Imigrasi Uji Coba Aplikasi All Indonesia di Ngurah Rai Bali.
BALI, Kabar1News.com – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi uji coba aplikasi All Indonesia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Aplikasi ini merupakan inovasi layanan digital untuk mempermudah dan mempercepat proses kedatangan penumpang internasional melalui sistem deklarasi terintegrasi.
Dengan aplikasi ini, penumpang dapat mengisi formulir kedatangan secara digital yang mencakup data keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina. Semua informasi yang sebelumnya harus diisi melalui beberapa formulir terpisah, kini dapat diakses dan diselesaikan melalui satu platform terpadu.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Husnan Handono, menyampaikan bahwa saat ini tersedia 10 unit komputer yang disiapkan di area terminal kedatangan internasional untuk membantu penumpang mengakses aplikasi.
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sementara ini ada 10 unit komputer untuk penumpang internasional yang baru mendarat,” ujar Husnan, Senin (8/9/2025).
Aplikasi All Indonesia mulai diujicobakan secara nasional sejak 1 September 2025 dan Bandara Ngurah Rai menjadi salah satu dari tiga bandara internasional yang pertama kali menerapkannya, bersama Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara Juanda di Jawa Timur. Uji coba juga dilakukan di Pelabuhan Batam.
Bisa Diisi Sebelum Tiba di Indonesia
Penumpang dapat mulai mengisi formulir kedatangan tiga hari sebelum tiba di Indonesia, baik dari negara asal maupun saat mendarat. Pengisian bisa dilakukan melalui laman resmi allindonesia.imigrasi.go.id atau dengan mengunduh aplikasi All Indonesia di Google Play Store dan App Store.
Layanan Gratis dan Inklusif
Baca Juga: Bandara Ngurah Rai Catat 12.893 Penerbangan pada Agustus 2025
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menyatakan bahwa aplikasi All Indonesia merupakan bagian dari transformasi layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan inklusif.
“Tidak hanya gratis, aplikasi ini juga ramah bagi semua penumpang, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak,” jelas Yuldi.
Melalui sistem ini, waktu antrean dan proses pemeriksaan di bandara menjadi lebih singkat, sehingga pengalaman penumpang pun meningkat.
Terintegrasi dengan Bea Cukai dan Kesehatan
Sistem All Indonesia juga telah terintegrasi dengan layanan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sehingga penumpang tidak perlu lagi mengisi formulir electronic customs declaration (e-CD) secara terpisah.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan memanfaatkan data dalam sistem ini untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi risiko penyakit menular atau wabah dari penumpang internasional.
Penumpang yang membawa komoditas seperti hewan, tumbuhan, ikan, dan produk turunannya juga wajib mengisi deklarasi dalam aplikasi ini untuk mempermudah proses pemeriksaan karantina dan mencegah penyebaran hama serta penyakit.
Menuju Layanan Imigrasi yang Modern dan Terpadu
Peluncuran aplikasi All Indonesia merupakan bagian dari langkah transformasi digital pelayanan publik di Indonesia. Uji coba akan terus diperluas ke berbagai bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas negara di seluruh wilayah Indonesia.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kini menjadi salah satu pintu masuk utama yang memelopori penggunaan layanan imigrasi digital modern, yang tak hanya mempercepat proses kedatangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keamanan nasional.(*/D/Red)





















