Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Bukan Cuma Razia Warung, BCW Tantang Bea Cukai Bongkar Pemain Besar di Balik Rokok Ilegal

Bukan Cuma Razia Warung, BCW Tantang Bea Cukai Bongkar Pemain Besar di Balik Rokok Ilegal

by Jurnalis News
7 September 2026
in Berita, Nasional
Bukan Cuma Razia Warung, BCW Tantang Bea Cukai Bongkar Pemain Besar di Balik Rokok Ilegal

Jakarta, Kabar1News.com – Bea Cukai Watch (BCW) mengkritisi pendekatan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang belakangan kembali menonjolkan edukasi kepada masyarakat dan pedagang eceran.

BCW menilai edukasi tetap diperlukan sebagai instrumen pencegahan. Namun, pemberantasan BKC ilegal tidak boleh bergeser menjadi persoalan seolah-olah masyarakat dan pedagang kecil merupakan mata rantai utama yang harus dibenahi.

Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator/Presidium BCW Jimmy Endey di Jakarta, Minggu (6/9/2026), menanggapi pemberitaan mengenai program Bea Cukai dalam memberantas BKC ilegal melalui edukasi masyarakat serta peningkatan kapasitas aparat daerah.

Dalam kegiatan yang diberitakan pada 4 September 2026 itu, Bea Cukai antara lain memberikan edukasi kepada pedagang eceran mengenai kewajiban pembayaran cukai, pelekatan pita cukai, identifikasi rokok ilegal serta ketentuan pidana. Bea Cukai juga menyatakan pemberantasan BKC ilegal membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha dan masyarakat.

Menurut Jimmy, pendekatan tersebut baik, tetapi tidak boleh menjadi etalase utama pemberantasan BKC ilegal.

“Masyarakat memang perlu diedukasi. Tetapi jangan sampai negara sibuk mengajari masyarakat membedakan rokok legal dan ilegal, sementara pertanyaan yang lebih besar tidak terjawab: siapa yang memproduksi barang ilegal itu, dari mana barangnya, siapa distributornya, siapa pemodalnya, bagaimana rantai pasoknya, dan mengapa barang tersebut bisa beredar luas sampai ke warung-warung?” kata Jimmy.

BCW: Jangan Gempur Warung, Tapi Hulunya Tak Tersentuh.

BCW mempertanyakan efektivitas pemberantasan apabila operasi lebih terlihat di tingkat pedagang dan pengecer, sementara pengungkapan jaringan produksi dan distribusi pada tingkat yang lebih tinggi tidak dibuka secara transparan kepada publik.

Menurut Jimmy, keberadaan BKC ilegal di warung merupakan ujung dari sebuah rantai distribusi. Karena itu, pemberantasan seharusnya lebih agresif bergerak ke hulu.

“Rokok ilegal tidak lahir di warung. Pita cukai palsu juga tidak dibuat oleh konsumen. Barang itu diproduksi, dikemas, diangkut dan didistribusikan melalui suatu jaringan. Maka yang harus dibongkar adalah rantainya, bukan berhenti pada pedagang kecil.”

BCW meminta DJBC menunjukkan kepada publik hasil penindakan berdasarkan level pelaku: berapa yang menyasar pengecer, distributor, pengangkut, produsen, pemasok pita cukai palsu atau bekas, hingga pihak yang mendanai atau mengendalikan jaringan.

Bea Cukai sendiri sebelumnya menyatakan operasi pemberantasan rokok ilegal dilakukan di berbagai daerah dan menyasar pula titik distribusi serta pengiriman barang. Karena itu, menurut BCW, data hasil penindakannya semestinya dapat digunakan untuk menunjukkan apakah penegakan hukum benar-benar bergerak dari hilir menuju hulu.

“Pita Cukai ASPAL Berasal dari Mana?”

BCW juga menyoroti penggunaan pita cukai palsu, bekas, salah peruntukan ataupun salah personalisasi.

Menurut Jimmy, pemerintah tidak cukup hanya mengajarkan masyarakat mengenali ciri pita cukai ilegal.

“Kalau ditemukan pita cukai palsu atau ASPAL, pertanyaan BCW justru dimulai dari sana: siapa yang membuatnya, bagaimana teknologi pencetakannya, siapa yang memesan, bagaimana distribusinya dan siapa pengguna akhirnya? Jangan hanya masyarakat diminta belajar melihat pita cukai dengan lampu ultraviolet, sementara jaringan yang menyediakan pita ilegalnya tidak dibongkar.”

Dalam kegiatan di Lampung yang menjadi bagian pemberitaan tersebut, petugas memang memperagakan kepada pedagang cara mengenali rokok ilegal secara kasat mata maupun menggunakan lampu ultraviolet.

BCW menilai temuan pita cukai bermasalah seharusnya menjadi pintu masuk investigasi untuk menelusuri seluruh rantai pasok.

BCW Minta Pengawasan Internal Juga Dibuka.

Selain mengejar produsen dan distributor, BCW meminta DJBC memastikan pemberantasan BKC ilegal juga menyentuh persoalan integritas internal.

Jimmy menegaskan BCW tidak menuduh adanya keterlibatan petugas tertentu tanpa bukti. Namun kemungkinan pembiaran, kebocoran informasi atau keterlibatan aparat tidak boleh menjadi area yang tabu untuk diperiksa apabila ditemukan indikasi.

“Kalau jaringan BKC ilegal dapat beroperasi lama, besar dan terorganisasi, wajar publik bertanya bagaimana fungsi pengawasannya berjalan. Kalau ada indikasi keterlibatan orang dalam, periksa. Kalau tidak ada, sampaikan datanya. Jangan ada wilayah yang kebal dari pengawasan.”

Menurut BCW, transparansi ini semakin penting ketika integritas DJBC sedang menjadi perhatian publik menyusul berbagai perkara hukum yang melibatkan pejabat di lingkungan Bea Cukai.

Jangan Jadikan Edukasi Sebagai Ukuran Keberhasilan.

BCW juga mengingatkan agar banyaknya kegiatan sosialisasi, jumlah warung yang didatangi ataupun jumlah stiker “Gempur Rokok Ilegal” yang dipasang tidak diposisikan sebagai ukuran utama keberhasilan.

“Keberhasilan pemberantasan bukan berapa banyak stiker ditempel atau berapa kali sosialisasi dilakukan. Ukurannya adalah apakah pasokan BKC ilegal berkurang, produsennya ditindak, distributornya dibongkar, penerimaan negara diamankan dan jaringan besarnya diputus.”

BCW karena itu meminta DJBC membuka data yang memungkinkan masyarakat menilai efektivitas program Gempur Rokok Ilegal: hasil penindakan berdasarkan jenis dan level pelaku, jumlah perkara yang sampai penyidikan atau penyelesaian hukum, nilai potensi kerugian/penerimaan negara yang diamankan, serta perkembangan prevalensi BKC ilegal.

“Gempur Sampai Hulu, Jangan Hanya Ramai di Hilir”

BCW menegaskan edukasi masyarakat dan penegakan hukum bukan dua pilihan yang saling meniadakan. Edukasi tetap diperlukan, tetapi harus ditempatkan sebagai pelengkap dari penindakan yang kuat dan terukur.

“BCW mendukung edukasi. Tetapi jangan sampai kampanye edukasi lebih terlihat daripada pembongkaran jaringan. Negara mempunyai kewenangan, aparat, intelijen, data cukai dan instrumen penegakan hukum yang tidak dimiliki masyarakat.”

Jimmy mengatakan BCW akan terus mengawasi kebijakan pemberantasan BKC ilegal dan mendorong evaluasi berbasis data terhadap efektivitas pengawasan DJBC.

“Pesan BCW sederhana: jangan hanya gempur warungnya. Gempur pabrik ilegalnya, distributornya, pemodalnya, jaringan pita cukainya dan siapa pun yang melindunginya. Kalau ada oknum aparat yang terbukti bermain, tindak juga. Baru istilah ‘Gempur BKC Ilegal’ mempunyai makna.”

Menurut Jimmy, pendekatan tersebut sekaligus penting agar pedagang kecil dan masyarakat tidak menjadi pihak yang paling mudah disentuh penegakan hukum sementara aktor utama di balik peredaran BKC ilegal tetap beroperasi.

“Jangan tajam di hilir tetapi tumpul di hulu. Edukasi masyarakat silakan jalan, tetapi penegakan hukum harus mengejar sumber masalahnya. BCW ingin melihat hasilnya, bukan sekadar kampanyenya,” tutup Jimmy Endey. (**)

Tags: BCWBongkar Pemain Besar di Balik Rokok IlegalBukan Cuma Razia WarungTantang Bea Cukai

Related Posts

SustainaBlue Perkuat Ekosistem Ekonomi Biru melalui Inovasi, Pendidikan, dan Kolaborasi Internasional
Berita

SustainaBlue Perkuat Ekosistem Ekonomi Biru melalui Inovasi, Pendidikan, dan Kolaborasi Internasional

9 Oktober 2026
Pamit Sambut Camat Kepohbaru Berlangsung Haru, M.Kholil Comeback dan Siap Pensiun di Kepohbaru
Berita

Pamit Sambut Camat Kepohbaru Berlangsung Haru, M.Kholil Comeback dan Siap Pensiun di Kepohbaru

9 Oktober 2026
ASITA Bali akan Gelar Musda, Dorong Pariwisata Berkualitas
Berita

ASITA Bali akan Gelar Musda, Dorong Pariwisata Berkualitas

8 Oktober 2026
Diduga Mengabaikan Permohonan Rehabilitasi, Kuasa Hukum RU Bakal Lapor Penyidik ke Propam
Berita

Diduga Mengabaikan Permohonan Rehabilitasi, Kuasa Hukum RU Bakal Lapor Penyidik ke Propam

5 Oktober 2026
Rudenim Denpasar Perkuat Sinergi Media Beberkan Data Deteni
Berita

Rudenim Denpasar Perkuat Sinergi Media Beberkan Data Deteni

5 Oktober 2026
KJL Pertanyakan Akses Komunikasi Kepala DKPP Lamongan dengan Insan Pers
Berita

KJL Pertanyakan Akses Komunikasi Kepala DKPP Lamongan dengan Insan Pers

4 Oktober 2026
Medhayoh di Napis, Bupati Wahono Pastikan Konektivitas Jalan Jadi Prioritas Program Pemkab Bojonegoro
Berita

Medhayoh di Napis, Bupati Wahono Pastikan Konektivitas Jalan Jadi Prioritas Program Pemkab Bojonegoro

3 Oktober 2026
BNK Denpasar Sebut Pemogan dan Pemecutan Kelod Paling Rawan Narkotika
Berita

BNK Denpasar Sebut Pemogan dan Pemecutan Kelod Paling Rawan Narkotika

30 September 2026
FKBN Lamongan Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada ASN Dinas Pendidikan
Bela Negara

FKBN Lamongan Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada ASN Dinas Pendidikan

29 September 2026
Load More

Ucapan Corner :

Hari Besar Nasional :

Pasang Iklan :

Spesial Corner :

Spesial Corner :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.