Bojonegoro, Kabar1News.com – Sungai Bengawan Solo Purba di kawasan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur kadar airnya mengalami penurunan kualitas diduga akibat tercemar zat kimia amoniak. Warga diimbau tidak mengkonsumsi untuk sementara waktu beberapa hari kedepan.
“Untuk sementara waktu, jangan mengkonsumsi air sungai Bengawan solo, karena air diduga tercemar zat kimia amoniak,” ungkap Hanafi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro saat dikonfirmasi via seluler, Rabu (3/8) sore.
Hanafi menegaskan, zat amoniak merupakan zat yang dihasilkan dari kotoran hewan seperti sapi dan lainnya, manusia dan juga limbah dari pewarna tekstil.
“Jika air yang sudah tercemar zat kimia amoniak ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti diminum, mandi maka beresiko bagi kesehatan manusia,” tegasnya.
Kata Hanafi, beberapa hari lalu dari hasil uji, mencapai level 7 dan hari kemarin 4.1. Saat ini sudah mengalami penurunan hingga ke level 2.
“Meski turun, sebaiknya jangan dikonsumsi untuk minum maupun mandi. Kalau untuk mengairi sawah atau tanaman sih masih layak,” katanya.
Hanafi menambahkan, penurunan kualitas air yang disebabkan adanya zat kimia amonia ini tak hanya terjadi di tahun ini saja. Namun hal serupa juga terjadi setiap tahunnya terutama di saat air sungai Bengawan Solo surut akibat kemarau.
“Pencemaran seperti ini sudah sering terjadi. Nah untuk air PDAM kita juga masih belum tahu bagaimana cara mereka melakukan pengelolaan airnya,” pungkasnya. (*/Red)





















