Harga Pakan Naik, Pemkab Bojonegoro Siapkan 2 Skema Bantu Peternak GAYATRI
BOJONEGORO, Kabar1News.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya menjaga keberlanjutan Program GAYATRI atau Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri. Di tengah tekanan harga pakan yang tinggi dan harga telur yang turun, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menyiapkan sejumlah skema bantuan bagi para peternak penerima manfaat.
Siapkan Skema Bantuan CSR
Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bojonegoro, *drh. Indra Firmansyah*, mengatakan salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Dukungan tersebut direncanakan dalam dua bentuk, yaitu pengadaan alat pengolah pakan atau pemberian subsidi pakan ternak.
“Skema yang akan dipilih masih dalam pembahasan, apakah melalui pengadaan alat pengolah pakan atau bantuan berupa subsidi pakan. Namun yang jelas, langkah tersebut akan segera direalisasikan dalam waktu dekat karena melihat kondisi peternak saat ini,” jelas Indra, Selasa (4/7/2026).
Menurutnya, keputusan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, di mana biaya produksi terus naik sementara harga jual telur belum stabil.
Perluas Penyerapan Telur ke SPPG
Selain menekan biaya produksi, Disnakkan juga menindaklanjuti arahan Bupati *Setyo Wahono* dan Wakil Bupati *Nurul Azizah* untuk memperluas pasar telur hasil peternak GAYATRI.
Langkah konkretnya adalah mengumpulkan pengelola *Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)* untuk membahas mekanisme penyerapan telur dari peternak.
“Ini untuk membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujar Indra.
Ia menyebut, penyaluran telur ke SPPG nantinya tetap menggunakan skema pihak ketiga. Hal ini untuk menyesuaikan mekanisme administrasi dan pertanggungjawaban SPJ yang berlaku di SPPG.
Komitmen Jaga Ketahanan Pangan
Disnakkan menegaskan Pemkab Bojonegoro berkomitmen penuh menjaga keberlanjutan Program GAYATRI. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Dengan kombinasi bantuan produksi dan perluasan pasar, diharapkan peternak GAYATRI tetap bisa bertahan dan berkembang meski di tengah fluktuasi harga. (Bjnkb/Red)




















