Sabtu, Mei 30, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Lamongan dan Ilusi Reformasi: Ketika Sistem Ada, Tapi Tak Pernah Sungguh Dijalankan

Lamongan dan Ilusi Reformasi: Ketika Sistem Ada, Tapi Tak Pernah Sungguh Dijalankan

by jurnalis
2 Mei 2026
in OPINI
Lamongan dan Ilusi Reformasi: Ketika Sistem Ada, Tapi Tak Pernah Sungguh Dijalankan

Lamongan dan Ilusi Reformasi: Ketika Sistem Ada, Tapi Tak Pernah Sungguh Dijalankan

 

Lamongan, Kabar1News.com – Di atas kertas, tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia sudah cukup ideal. Ada mekanisme pengawasan, transparansi, partisipasi publik, hingga sistem pencegahan korupsi yang dirancang berlapis. Namun, di Kabupaten Lamongan, realitas justru menunjukkan hal yang sebaliknya: sistem ada, tapi tak pernah benar-benar dijalankan dengan disiplin.

Kasus korupsi proyek bernilai ratusan miliar bukan sekadar penyimpangan teknis. Ia adalah cermin dari kegagalan kolektif, kegagalan pengawasan, kegagalan transparansi, dan yang paling mendasar, kegagalan keberanian untuk menegakkan aturan. Ketika proyek besar bisa “bermain” di ruang yang seharusnya diawasi ketat, pertanyaannya bukan lagi siapa yang salah, melainkan: di mana sistemnya?

Lebih ironis lagi, berbagai instrumen pencegahan sudah tersedia. Indikator yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi seperti MCP dan SPI bukan sekadar angka administratif. Ia adalah alarm dini. Namun, ketika skor menurun dan titik rawan terus berulang, alarm itu tampaknya hanya dianggap sebagai formalitas, bukan peringatan serius.

Di sinilah letak persoalan utamanya. Lamongan tidak kekurangan regulasi. Lamongan tidak kekurangan program. Yang kurang adalah konsistensi dan kemauan politik untuk menutup celah-celah yang selama ini dibiarkan terbuka.

Bandingkan dengan daerah lain yang mulai beranjak menuju tata kelola yang lebih bersih. Mereka tidak selalu lebih kaya atau lebih besar, tetapi mereka lebih disiplin. Mereka memahami bahwa transparansi bukan sekadar unggahan dokumen PDF, melainkan keterbukaan yang bisa dipahami publik. Mereka sadar bahwa pengadaan barang dan jasa bukan sekadar prosedur, melainkan titik paling rawan yang harus dijaga mati-matian.

Sementara itu, di Lamongan, reformasi sering terjebak dalam jebakan klasik: banyak rencana, minim eksekusi. Digitalisasi setengah hati, pengawasan administratif, dan birokrasi yang masih menyisakan ruang bagi kedekatan dan kepentingan.

Akibatnya, publik dipaksa menanggung biaya dari sistem yang longgar. Pelayanan yang lambat, potensi pungutan liar, hingga kebijakan yang tidak sepenuhnya berpijak pada kebutuhan masyarakat. Ketika suara kritik muncul, baik dari mahasiswa maupun masyarakat sipil, ia kerap tidak diolah sebagai masukan, melainkan dianggap gangguan.

Padahal, daerah tidak akan runtuh karena kritik. Ia justru runtuh ketika kritik tidak lagi didengar.

Jika Lamongan serius ingin mengejar ketertinggalan, maka langkahnya tidak perlu rumit. Kunci utamanya sederhana, tapi sering dihindari: menutup titik rawan korupsi secara nyata, membuka data anggaran secara jujur, memperbaiki pelayanan publik tanpa basa-basi, serta menempatkan birokrasi di atas prinsip merit, bukan kedekatan.

Tidak perlu menunggu lima tahun. Dalam satu hingga tiga tahun, perubahan itu bisa terlihat, jika memang ada kemauan. Namun tanpa itu, semua jargon reformasi hanya akan menjadi ilusi yang terus diulang, sementara masalah yang sama tetap berputar.

Pada akhirnya, pertanyaan untuk Lamongan bukan lagi soal apa yang harus dilakukan. Semua orang sudah tahu jawabannya.

Pertanyaannya adalah: apakah ada keberanian untuk benar-benar menjalankannya?. (*/Red)

*)Opini oleh : Kepala FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan, M.Ferry Fadli.

Tags: Ilusi ReformasiKetika Sistem AdaLamonganNEWSTapi Tak Pernah Sungguh Dijalankan

Related Posts

Idul Adha dan Semangat Berkorban untuk Kemajuan Lamongan
OPINI

Idul Adha dan Semangat Berkorban untuk Kemajuan Lamongan

27 Mei 2026
Refleksi Hari Jadi Lamongan ke-457, Tantangan Kemajuan Nyata dan Bukan Sekadar Seremoni
Kajian

Refleksi Hari Jadi Lamongan ke-457, Tantangan Kemajuan Nyata dan Bukan Sekadar Seremoni

27 Mei 2026
Melawan Krisis Global dengan Kedaulatan Pangan dan Energi
OPINI

Melawan Krisis Global dengan Kedaulatan Pangan dan Energi

23 Mei 2026
Santet Masuk KUHP 2023, Begini Makna dan Pembuktiannya dalam Hukum Pidana
Kajian

Santet Masuk KUHP 2023, Begini Makna dan Pembuktiannya dalam Hukum Pidana

8 Mei 2026
Refleksi Hari Otonomi Daerah 2026: Evaluasi Tata Kelola di Lamongan
Kajian

Refleksi Hari Otonomi Daerah 2026: Evaluasi Tata Kelola di Lamongan

27 April 2026
Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik
OPINI

Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik

10 Januari 2026
Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi
OPINI

Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi

7 Desember 2025
Utang Untuk Infrastruktur: Gaspol atau Boncos?
OPINI

Utang Untuk Infrastruktur: Gaspol atau Boncos?

4 Desember 2025
Himawan S Calon Ketua Umum IKA UPNVJ, untuk Kesuksesan Bersama dan Keterbukaan.
OPINI

Himawan S Calon Ketua Umum IKA UPNVJ, untuk Kesuksesan Bersama dan Keterbukaan.

6 Desember 2024
Load More

Ucapan Corner :

Hari Besar Nasional :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Spesial Corner :

Spesial Corner :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.