Lamongan, Kabar1News.com | Bahas penanganan PMK (Penyakit Mata dan Kulit) di wilayah Kabupaten Lamongan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat gelar audiensi dengan PMII Sunan Drajat di Lantai 3 Ruang Rapat Ronggo Hadi Pemkab Lamongan, Senin (27/6/2022) pagi.
Ir. Eko Triandono, MSi., Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lamongan mengatakan, Kedatangan rekan mahasiswa ialah terkait dengan PMK yang melanda wilayah Lamongan.
“Khususnya yang ada di wilayah Paciran,” katanya.
Untuk menanggapi hal ini, kata Eko, harus ada komunikasi dengan pihak provinsi.
“Mari kita komunikasikan mengenai PMK yang menjadi perhatian kita saat ini,” lanjutnya.
Sementara itu, selaku fasilitator, Muchamad Rinaldi, Ketua Komisariat PMII Sunan Drajat menyampaikan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Kecamatan tapi tidak diindahkan.
“Kita bentuk tim survei berjumlah 17 orang, hasil survei ada, kita tulis suara hati rakyat, kesimpulan kegiatan survei adalah masyarakat butuh perhatian dari Pemkab Lamongan,” katanya saat audiensi.
Senada, Pengurus PMII Sunan Drajat, Gangga Listiawan menegaskan, pihaknya menyebar angket di 17 desa, data yang diperoleh obyektif tentang apa yang dirasakan masyarakat.
“Kita laksanakan survei berdasarkan aturan, ada 17 desa yang tidak merasakan upaya penanganan PMK,” akunya.
Gangga berharap, Pemkab dapat memberikan respon, ia mengaku, akan menindaklanjuti apabila tidak ada respon dari Pemkab dengan mengajukan tuntutan.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drs. Wahyudi M.M menjelaskan, PMK ini mulai bulan Mei di Kecamatan Tikung, ada laporan yang kemudian ditindaklanjuti ternyata tertular PMK, disusul Kembangbahu, Mantup dan Sarirejo.
“Kita langsung tangani untuk memberikan pengobatan, karena vaksin belum ada, itu adalah pertolongan pertama, vaksin lama karena masih diteliti,” jelasnya.
Ia menambahkan, Ada 6 jenis PMK, setelah diketahui jenisnya pihaknya akan import vaksin dari Prancis,
“Dan Lamongan dapat jatah 7.000 dosis, digunakan untuk yang tidak sakit khusus betina dan anak sapi/pedet, imbuhnya.
Ia menyebut, Langkah awal lakukan sosialisasi seperti ini termasuk juga petugas, kedua mengisolasi ternak, penyemprotan lingkungan/kandang, penutupan pasar hewan.
“Sesuai surat edaran pak Bupati bulan Mei,” sebutnya.
Saat ini, kata Wahyudi, jumlah yang tertular 3000 lebih yang sakit 2000 lebih selam 2 bulan ini, petugas di lapangan sudah melaporkan di tiap-tiap posko, ada 10 posko satgas PMK. Yang dilaporkan satgas PMK yaitu dengan keadaan sakit, sembuh, mati, dipotong paksa dilaporkan secara nasional melalui aplikasi setiap jam 15.00.
“Jelang Idhul Adha kami juga sudah komunikasi dengan MUI mengenai hewan qurban. Di Lamongan sendiri ada 140 desa yang terlanda PMK, obat-obatan sudah kita berikan, bantuan dari pusat melalui provinsi sudah kita salurkan, kita juga dapat bantuan dari Unair sejumlah 40 orang relawan,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan, diantaranya,1. Ir. Eko Triandono, MSi (Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Kab. Lamongan). 3. Drs. Moch Wahyudi M.M (Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan). 4.Drs Fadeli Purwanto MM, (Kabag SDA Setda Kab. Lamongan). 5. Harsono, S.H, MM (Sekdin Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Lamongan). 6. Drh. Rahendra Prasetya Eko S (Kasubid Medikveteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Lamongan). 7. Sdr. Muchamad Rinaldi (Ketua Komisariat PMII Sunan Drajat). 8. Gangga Listiawan (Pengurus PMII Sunan Drajat). 9. Dhitya Rama Fiyandita (Sekretaris PMII Sunan Drajat). 10. Anggota PMII Sunan Drajat.(Red/sumber)





















