Denpasar – Bali, Kabar1News.com – Universitas Teknologi Indonesia (UTI) Denpasar tamatkan 105 mahasiswa program study Hukum dan Ekonomi Pembangunan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDC) pada Sabtu (1/7/2023).
Diketahui, UTI Denpasar saat ini sudah meluluskan 2.500 mahasiswa yang sudah bekerja maupun yang masih dalam proses menuju dunia kerja.
“Untuk Wisuda hari ini Universitas Teknologi Indonesia( UTI) Denpasar mewisuda 105 mahasiswa dengan dua periodi, yaitu ilmu Hukum dan Ekonomi Pembangunan. Di sini kita sudah menamatkan kurang lebih 2.500 mahasiswa di mana Lulusan ini siap bekerja di industri,” ujar
Rektor UTI, Dr Desak Made Rainingsih, di Nusa Dua, Bali.
Rektor Desak Rainingsi yang didampingi Lembaga LLDIKTI Wilayah VIII diwakili Dr. Wayan Suarjaya, dan Sekretaris Yayasan Dr Alfons Ande Diaz, Wakil Rektor 4 Bidang Humas dan Kerjasama Mikael Calvirad mengungkapkan, tema wisuda kali ini adalah “Bangkit Bersama UTI”.
“Tema Wisuda kali ini adalah “Bangkit Bersama UTI”. Jadi, UTI seterusnya akan bangkit,” katanya.
Selain itu, Kepala LLDIKTI wilayah VIII, diwakili Dr. Wayan Suarjaya mendorong Universitas Teknologi Indonesia (UTI) Denpasar menjadi kampus yang mampu melahirkan tamatan yang handal dan berguna untuk bangsa.
“UTI ini kaya terus dari lahir sekarang berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, untuk mencerdaskan anak bangsa, itulah lembaga kami memfasilitasi semua yang ada di wilayah ini,” katanya.
Sementara Ketua Yayasan Cempaka Surya yang diwakili Sekretaris Yayasan Dr. Alfons Ande Diaz mengatakan, Pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan menuju kampus yang berdaya saing tinggi.
“Sebagai badan penyelenggara kami terus berkomitmen untuk terus menata dan mengelola universitas Teknologi Indonesia ini ke depan,” ucapnya.
Sementara dalam wisuda kali ini pihaknya mengaku sangat bangga atas terselenggaranya wisuda dengan tamatan 105 mahasiswa, dan di mana para tamatan wisuda kali ini sudah melewati sesuai aturan dari lembaga LLDIKTI wilayah VIII.
“Hari ini buat kami sangat bangga bahwa UTI berhasil wisuda 105 lulusan, dan semua berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh LLDIKTI sebagai lulusan yang sah,” tuturnya.
Ia menambahkan, UTI akan kembali menambah program studi baru. Menurutnya, prodi baru tersebut akan dilakukan dengan merger bersama Akademi Perawat Mandiri.
Alfons mentargetkan, prodi baru tersebut akan terbentuk dalam tiga tahun mendatang. Sebagai badan penyelenggara pendidikan, Yayasan Cempaka Surya berkomitmen memajukan pendidikan yang saat ini dikelola.
“Kami akan terus menata dan memantau perkembangan-perkembangan regulasi pemerintah, sehingga tetap berjalan pada koridor yang benar,” jelas Alfons.
Seperti diketahui, 9 program studi yang ada di UTI dibekukan oleh Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek. Namun, menurut Alfons, lembaga yang menaungi UTI, pihaknya memiliki tekad untuk kembali menata dan mengelola UTI kembali bangkit dan maju.
“Kedepannya memang akan ada prodi baru, tapi saat ini kami masih menata prodi apa yang akan digabungkan. Termasuk, mahasiswa dari prodi yang ditutup telah kami salurkan ke perguruan tinggi lain,” jelasnya.
Ia pun berharap, kedepan yang pasti UTI ingin melahirkan tamatan yang berkarakter dan menghasilkan anak bangsa yang berdaya saing tinggi.
“UTI sangat berkomitmen untuk melahirkan tamatan yang berkarakter ke depan, dan menghasilkan anak bangsa yang unggul,” tutupnya. (*/D)






















