Ternyata Ini Alasan Harkopwil Jatim 2025 Dipusatkan di Bojonegoro.
Bojonegoro, Kabar1News.com – Puncak Peringatan Hari Koperasi Wilayah (Harkopwil) Provinsi Jawa Timur 2025 digelar di bumi Angling Dharma, kabupaten Bojonegoro, Kamis (17/7/2025).
Acara yang bertempat di Stadion Letjen Soedirman Bojonegoro ini berlangsung spektakuler dan fenomenal. Pasalnya, Hapkorwil Jatim 2025 kali ini diwarnai dengan pemecahan rekor MURI oleh 2.025 penari Bojonegoro yang tampil memukau dengan tari Api Kayangan Merah Putih dan dirangkai dengan Pasar Rakyat Explore UMKM hingga 27 Juli mendatang.
Disinggung terkait pemusatan Hapkorwil Jatim 2025 di bumi Angling Dharma Bojonegoro,
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, kabupaten Bojonegoro adalah salah satu kabupaten yang luar biasa. Menurutnya, di Bojonegoro ada Koperasi
“Kalau pabrik punya koperasi itu biasa. Tapi, di Bojonegoro ada koperasi memiliki pabrik, koperasi punya korporasi, ini menjadi rule model bagaimana koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi yang kontribusinya lebih signifikan,” terangnya.
Kedua, kata Khofifah, di Bojonegoro ini ada holding koperasi; yakni koperasi-koperasi terkonsolidasi menjadi holding koperasi.
“Contohnya Koperasi Ngasem, ini juga bisa menjadi referensi koperasi-koperasi yang lain, ketika ini menjadi holding, akan lebih efisien, sinergi dan kolaborasinya akan lebih mudah,” jelentrehnya.
Di moment spektakuler ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh stakeholder segera melaksanakan amanat atau Program Presiden RI, Prabowo Subianto membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Kita semua harus ‘sat-set wat-wet’ melaksanakan amanat/mandar pak Presiden, bahwa Koperasi merah putih diharapkan membawa Indonesia yang makin berkemajuan, berkeadilan dan berkemakmuran,” pinta Khofifah saat berpidato di Harkopwil Jatim 2025 di Bojonegoro.
Khofifah juga berterimakasih kepada seluruh insan gerakan koperasi yang sudah bergotong-royong untuk mewujudkan Jawa Timur menjadi gerbang baru Nusantara.
“Ini para kepala desa/Lurah se Bojonegoro yang hadir terimakasih semuanya, ‘ ‘panjenengan’ menjadi tim ‘front liner’ dari pergerakan operasionalisasi koperasi merah putih di Bojonegoro,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono
merasa bahagia dan menjadi kebanggaan tersendiri, karena Harkopwil Jatim 2025 diselenggarakan di Bojonegoro. Disisi lain, Bupati Wahono mengakui bahwa angka kemiskinan di Bojonegoro cukup tinggi, namun ia optimis dan berkomitmen serta menargetkan seluruh OPD berkata berbasis kinerja dan target.
“Kami tidak ingin, selaku pemerintah daerah yang kuat menghasilkan generasi yang lemah. Jadi, SDM unggul menjadi skala prioritas kami,” katanya.
Wahono menambahkan, pihaknya ingin membangun kekuatan dan kemandirian ekonomi kerakyatan. Memang, lanjut dia, di kabupaten Bojonegoro semangat kebersamaan dan kegotongroyongan cukup tinggi. Dan koperasi merupakan salah satu wadah ekonomi rakyat yang lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong yang mampu membangun kemandirian.
“Kami sangat konsen sekali dengan koperasi, apalagi saat ini ada program Koperasi Merah Putih. Alhamdulilah dari 430 desa sudah terbentuk koperasi merah putih,” tambahnya.
Pemkab Bojonegoro akan terus melakukan pendampingan dan pelatihan serta memberikan akses kebijakan yang lebih mudah untuk koperasi.
“Kami memiliki banyak potensi, terutama di bidang pertanian, UMKM, industri kreatif dan bahan baku dasar dari kayu,” tutupnya. (Imam)





















