Lamongan, kabar1news.com – Pemerintah Indonesia mencanangkan 2022 sebagai tahun Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada semua sektor, termasuk sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
Setelah terdampak pandemi Covid-19, pelaku industri ekonomi kreatif di Indonesia terus berjuang untuk mengambil bagian dalam momentum Kebangkitan Nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan sejumlah program,
Bagi pelaku ekonomi kreatif Tanah Air, pandemi Covid-19 bagaikan dua sisi mata uang. Selain berdampak pada penurunan produksi maupun omset, pandemi juga membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk terus berinovasi
Lewat pertemuan singkat bersama para penggiat industri kreatif di lamongan, berencana membentuk suatu komunitas yang mampu menampung segala jenis kebutuhan yang bisa mewadai permasalahan itu.
“Tantangan terbesar yang dialami para pelaku industri ekonomi kreatif saat pandemi melanda adalah berubahnya sistem penjualan pada industri kreatif global. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak membeli perlengkapan secara luar jaringan (luring). Saat pandemi, cara tersebut tak lagi digunakan. maka perlu inovasi kerja baru,” Tutur Pradita owner Aola caffe. Senin (17/10/2021)
Senada menanggapi hal tersebut, melalui statement menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno yang mengatakan bahwasanya untuk memanfaatkan potensi potensi yang ada di masing masing daerah, pemerintah daerah perlu menggandeng masyarakat untuk membantu suatu gerakan untuk menggeliatkan ekonomi kreatif guna menunjang permasalahan yang begitu kompleks. Maka dari itu para pemuda Lamongan khususnya perlu bersatu dan bekerja sama dalam melakukan suatu gerakan ekonomi kreatif yang berada dilamongan akan terus memutar otak guna mengubah tantangan ini menjadi kesempatan bagi para pelaku industri ekonomi kreatif di daerah, Ungkap ardian founder Lamongan Creative Hub.

Dengan mencetuskan program bimbingan inovasi produk dan market produk bagi para pelaku ekonomi kreatif. Harapanya ketika bimbingan berlangsung, banyak pelaku ekonomi kreatif yang mulai beradaptasi dengan teknologi dalam memasarkan produk mereka karena liwat gerakan ekonomi kreatif ini pemulihan disektor ekonomi kreatif akan lebih optimal sebab membawai banyak sub sektor karya kreatif yang ditawarkan dan dibina.
“Mari bersama menyalurkan tenaga fikiran dan kepedulian kita untuk menciptakan program inovasi, sebab inovasi merupakan napas dari keberlangsungan industri kreatif di lamongan. Jika inovasi dan kreativitas dapat berjalan beriringan, maka pemulihan ekonomi khususnya ekonomi kreatif akan semakin mudah diwujudkan,” Tutup pradita”.
Sebagai langkah kongrit membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi kreatif para pelaku industri kreatif lamongan yang berisikan pemuda dan wirausaha muda yang memiliki etos kerja tinggi serta jiwa share to care untuk daerah lamongan dan pengelolahan human capital sepakat akan segera melounching gerakan ekonomi kreatif lamongan. (Febrilian)





















