Sawah Mulai Mengering, Petani Desa Mejuwet Terancam Gagal Panen.
Bojonegoro, Kabar1News.com – sejak beberapa hari terakhir memasuki musim kemarau, warga petani Desa Mejuwet Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur mulai resah. Pasalnya, padi yang mereka tanam mulai kekurangan air.
“Warga kami hanya mengandalkan sumur bor, itupun terbatas. Karena aliran air di persawahan desa Mejuwet melalui desa Margoagung dan Butoh, sehingga air yang dari Waduk pacal tak mencukupi ke persawahan warga kami,” ungkap Muhadi, Kepala Desa Mejuwet kepada Kabar1News.com (22/5/2024) siang.
Menurut Muhadi, pihaknya sangat membutuhkan saluran air lain sebagai alternatif agar kebutuhan air petani tercukupi. Kata dia, aliran air dari waduk pacal ke persawahan Desa Mejuwet harus melewati persawahan Desa Margoagung menuju persawahan Desa Butoh, sehingga debit air yang mengalir ke persawahan Desa Mejuwet minim.
“Kemungkinan, jika terus begini dan nggak ada hujan, serta sumur bor nggak mampu mengairi keseluruhan, petani terancam gagal panen,” kata Muhadi.
Muhadi berharap, ada penambahan suplai air dari waduk pacal sehingga mencukupi sampai ke area persawahan Desa Mejuwet.
“Kami butuh saluran baru untuk pengairan sawah dan atau suplai air dari waduk pacal ada penambahan,” harapnya.
Terpisah, Bejo salah seorang petani Desa Mejuwet mengeluhkan, padi miliknya mulai mengerut dan tanahnya mengering karena kekurangan air.
“Jika terus gak ada air, bisa-bisa gagal panen,” keluhnya.
Dirinya berharap, ada solusi terkait kebutuhan air untuk mengairi sawah.
“Kami berharap ada solusi untuk mengatasi kekurangan air di Desa Mejuwet,” tutupnya. (Imam)





















