Retret PWI, Menhan RI Beberkan Soal Pertemuan dengan Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional
BOGOR, Kabar1News.com – Dalam kesempatan retret di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan untuk memberikan pembekalan terhadap 200-an Anggota PWI Jaya dan PWI Pusat di Bogor, Menteri Pertahanan (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menceritakan soal pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan para tokoh oposisi/nasional.
Menhan RI mengungkapkan, memang benar ada pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional yang selama ini kerap dipersepsikan berada di luar lingkar kekuasaan. Namun di pertemuan yang berlangsung pada Jumat (30/1/2026) kemarin, yakni untuk membahas kondisi bangsa serta arah pengelolaan negara kedepan.
Lanjut Sjafrie Sjamsoeddin, adanya pertemuan itu mencerminkan upaya Presiden Prabowo Subianto guna membangun komunikasi lintas kubu politik. Ia membeberkan, Presiden Prabowo Subianto berupaya mengajak para tokoh nasional untuk bersikap realistis dalam melihat tantangan negara dan berkontribusi secara bersama-sama dalam pembenahan tata kelola pemerintahan. Arah yang dibangun adalah semangat yang bukan konfrontasi, tapi melainkan kolaborasi.
“Bahkan, tokoh-tokoh nasional itu, sudah menyampaikan bahwa tidak ada lagi oposisi. Yang ada adalah bagaimana komunikasi dibangun demi kepentingan bangsa. Bahkan, dialog menjadi kunci utama meredam polarisasi politik,” bebernya.
Menurut penilaian Sjafrie Sjamsoeddin, persoalan utama yang selama ini terjadi bukan pada perbedaan sikap politik, namun lebih kepada tersendatnya komunikasi. Dengan terbukanya ruang dialog, sangat diyakini bahwa ketegangan politik dapat dikelola secara lebih sehat dan produktif.
Menhan RI juga menyoroti peran strategis insan pers dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, dirinya meminta wartawan turut membantu negara melalui pemberitaan yang informatif, berimbang dan tidak menutup-nutupi realitas yang dapat berdampak pada kepentingan rakyat.
“Tentunya kita harus jujur melihat keadaan. Menyampaikan fakta apa adanya justru bagian dari upaya menyelamatkan bangsa ini,” pinta Sjafrie Sjamsoeddib di hadapan 200-an peserta retret PWI, Sabtu (31/1/2026) kemarin.
Selain itu, Menhan RI juga membahas dinamika politik nasional, agar memberikan penguatan mengenai pentingnya bela negara sebagai fondasi ketahanan nasional. “Bela Negara bukan semata urusan militer, melainkan tanggungjawab seluruh warga negara. Termasuk oleh insan pers sebagai garda sipil di ruang informasi,” paparnya.
Sjafrie Sjamsoeddin juga mendorong PWI untuk terus konsisten mengawal kedaulatan dan keutuhan NKRI. “apalagi khususnya ditengah tantangan era digital yang sarat disinformasi dan polarisasi opini publik,” tutupnya. (****)





















