Perdana, Lapas Perempuan Krobokan Luncurkan Layanan Kesehatan.
Badung, Kabar1News.com — Lapas perempuan krobokan Bali luncurkan layanan kesehatan untuk posyandu dan kesehatan ibu hamil. Penyediaan layanannya kesehatan posyandu di dalam lapas ini disebut pertama kali ada di Bali.
Kalapas Perempuan Kerobokan, Bali mengatakan layanan kesehatan dalam lapas ini tidak hanya untuk para napi perempuan tapi bisa juga untuk pegawai lapas yang sedang mengandung.
“Layanan kesehatan di Lapas Perempuan Krobokan Bali adalah, layanan yang ke empat, sebenarnya ada di Lapas Bandung, Semarang, Tangerang,” ujar Ni Luh Putu Andiyani, Kepala Lapas Perempuan Kerobokan saat diwawancarai awak media di sela-sela agenda peluncuran di LP Krobokan, pada jumat (30/8/2024).
Andiyani menambahkan, untuk layanan kesehatan dalam Lapas tersebut bekerja sama dengan Puskesmas Kuta Utara dilengkapi dengan Bidan yang nantinya bisa membantu petugas lapas.
“Jadi, untuk imunisasi, ada Penimbangan, ada pengukuran tinggi badan, makan tambahan, dan melayani pengobatan juga,” ucapnya.
Ia mengatakan, sekarang pelayanan kesehatan di LP Kerobokan sangat gampang tidak lagi seperti sebelumnya.
“Sebelum ada layanan kesehatan posyandu di sini, jadi kami yang membawa anak-anak ke Puskesmas di luar LP Krobokan, sekarang tidak begitu,” tuturnya.
Ia menuturkan, untuk tenang kesehatannya ada tiga, diantaranya 1 Perawat, 1 Dokter, untuk bisanya nanti dibantu oleh Puskesmas Kuta Utara.
“Waktu pelayanannya itu sebulan sekali, tapi untuk layanan kesehatan setiap hari karena ada Perawat dan Dokter di sini,” ucapnya.
Selain itu, kata Andiyani, kalau misalnya ada yang mau melahirkan nanti dirujuk ke RS terlebih dahulu, kemudian setelah melahirkan baru bisa di bawa ke LP Krobokan atau bisa langsung bawa ke keluarganya.
“Tetap dirujuk ke RS terdekat, setelah melahirkan kalau berkenan anaknya bisa bawa ke LP, bisa juga, ada yang langsung bawa pulang dengan keluarganya,” ucapnya.
Sementara itu, kata Andiyani, sejauh ini di LP kerobokan tidak ada yang berbeda dua semuanya sudah melahirkan. ” Saat ini ada lima orang yang membawa anak, 2 laki-laki, 3 perempuan, dengan usia rata-rata 3 tahun,” ungkapannya.
Untuk jumlah warga binaan perempuan di Lapas kerobokan ini totalnya ada 243 orang, seharusnya hanya di isi 120 warga binaan.
“Ini sebenarnya sudah over kapasitas,” tutup Andiyani. (**)





















