Rabu, Januari 14, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Meningkatnya Gagal Panen Karena Perubahan Iklim

Meningkatnya Gagal Panen Karena Perubahan Iklim

by jurnalis
14 Desember 2022
in OPINI
Meningkatnya Gagal Panen Karena Perubahan Iklim

Dok.@goegle.com

Oleh: Yayuk Niswatin Nikmah, Program Studi Akuntansi Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang.

 

Kabar1news.com – Salah satu dampak perubahan iklim yang terjadi ialah pada sektor pertanian. Perubahan ini dapat dilihat dari kenaikan suhu di permukaan bumi sehingga menyebabkan terjadinya kekacauan pola musim, karena kombinasi dari perubahan lingkungan dan pertumbuhan iklim membuat ketahanan pangan semakin sulit dicapai.

Mengenai kesuburan tanah,perubahan iklim seperti curah hujan yang berdampak signifikan terhadap daya dukung tanah sehingga ketersediaan tanah menjadi tidak subur. Perubahan iklim juga dapat menyebabkan perubahan masa tanam dan panen ataupun menyebabkan munculnya hama dan wabah penyakit pada tanaman yang sebelumnya tidak ada.akibat curah hujan tinggi di tahun mengakibatkan sebagian petani di wilayah Jawa Timur mengalami gagal panen.

Produksi tanaman semacam itu bisa melibatkan pengembangan alat untuk memproyeksikan produktivitas tanaman dalam berbagai kondisi iklim, teknologi, dan sosial ekonomi yang berbeda. Dengan meningkatnya suhu rata-rata, besarnya dampak pada ekosistem cenderung meningkat akibat terjadi seperti munculnya hama wereng coklat dapat menyebabkan daun berubah kuning oranye sebelum menjadi coklat dan mati.Hama ini akan mudah berkembang pada lingkungan yang lembab,terlebih banyak menyerang tanaman padi di musim kemarau.Wereng batang coklat atau yang di singkat WBC merupakan salah satu hama pada tanaman padi yang paling berbahaya dan merugikan petani padi karena dapat mengakibatkan gagal panen.Selain itu, WBC juga menjadi vektor bagi penularan penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa.Hama ini ini tumbuh kembang pada lingkungan mikrolimat (iklim mikro) yang lembab.

Salah satu penyebab kelembaban lingkungan adalah tingginya curah hujan pada musim kemarau. Mungkin ada nilai ambang karbon dioksida, atau suhu rata-rata, diluar jasa ekosistem mengalami perubahan bertahap dalam produktifitas. Peluang yang terkait dengan perubahan iklim termasuk peningkatan produktivitas melalui perluasan lahan yang cocok untuk tanaman karena perubahan iklim.

Dengan begitu, kecenderungan produktivitas para petani akan menurun seiring waktu berjalan. Sehingga bagi para petani,kondisi ini terasa sulit dihadapi karena perubahan iklim membuat cuaca serba tak menentu.
Dampak Gagal Panen Akibat Perubahan Iklim. Dampaknya yang di alami pada petani saat terjadinya gagal panen berkurangnya bahan pangan, berkurangnya padi, ekonomi menurun, petani tidak dapat mendapatkan hasil dari panennya. Proyeksi dampak iklim di masa depan sangat sulit dalam kasus cuaca ekstrim dan peristiwa iklim.

Mengintegrasikan pemahaman kuantitatif kami tentang kemungkinan masa depan yang ekstrem dengan upaya untuk memahami bagaimana petani dapat beradaptasi membutuhkan data cuaca dan iklim dengan resolusi temporal tinggi dan modal tanaman berbasis proses yang dapat mengukur pentingnya variabilitas frekuensi tinggi, seta sosial-sosial yang membumi. Wawasan ekonomi ke dalam pilihan manajemen pertanian. Dengan demikian studi cenderung terfokus secara relatif sempit, menggunakan model berbasis proses untuk menentukan respons tanaman terhadap cuaca dan iklim atau mereka tidak mempertimbangkan proses biofisik sama sekali.

Pemodelan berbasis proses dapat digunakan untuk menganalisis cuaca dan iklim ekstrem menggunakan mekanisme. Cenderung kurang fokus pada prose fundamental, tetapi memiliki keuntungan menggabungkan biofisik dan pendorong perubahan sosio ekonomi dan perubahan iklim dalam satu model berbasis proses terbukti. Langkah pertama untuk mengembangkan metode untuk mengeksplorasi sosio ekonomi mengapa kehilangan panen bisa tinggi karena akibat gagal panen bisa minimal kekeringan sehingga meteologi yang relatif turun, sementara dalam kasus lain,gagal panen bisa selama musim penghujan dan musim kemarau akibat kekeringan dan hama wereng sehingga meteologi yang relatif turun meteorologi yang relatif tinggi. Kerangka kerja ini muncul di mana faktor sosial ekonomi dapat dimasukan dalam model iklim pada tanaman, sehingga memungkinkan perkiraan bagaimana kondisi sosial ekonomi saat ini dan masa depan bisa mempengaruhi adaptasi.

Memproyeksikan produktivitas tanaman di masa depan masyarakat ada beberapa elemen yang ditangkap: yaitu; biofisik fundamental yang menentukan produktifitas ,ketidakpastian terkait dengan proses,pengaruh adaptasi. Pemodelan tanaman berbasis proses dan analisis kapasitas adaftif di wilayah tersebut berdasarkan perhitungan indeks yang mengukur kerentanan hasil panen terhadap perubahan iklim, meteologi ini berlaku untuk tanaman tanaman apa pun di wilayah mana pun di dunia. Kami memilih tanaman padi di jawa timur, wilayah yang penghasil padi di mana perubahan iklim berpotensi meningkatkan kerentanan jika petani tidak bisa beradaptasi dengan kondisi sosial ekonomi yang berubah dengan cepat.

a.Tanaman dan simulasi iklim :
Data hasil panen dan data sosial ekonomi diperoleh dari keluarnya model diambil dari iklim dasar yang tidak terganggu (1950-1988). Sehingga menggunakan radiasi matahari harian, curah hujan, serta keluaran suhu maksimum dan minimum dari model. Periode simulasi basline adalah kemungkinan maksimum yang memberikan data untuk periode kedua iklim historis simulasi dari data hasil panen,yaitu 1980-1988.

Model dikalibrasi dan dijalankan sesuai dengan prosedur gangguan parameter standar yang memperhitungkan ketidakpastian dalam simulasi hasil dasar dan proyeksi. Seperti sebagian besar studi pemodelan tanaman, model ini tidak berusaha mensimulasikan tren hasil karena perubahan teknologi, melainkan mengukur dampak variabilitas iklim tren akibat kenaikan CO2. Untuk memperhatikan ketidakpastian akibat tren teknologi, modal untuk periode 4 tahun pada awal dan akhir periode baseline. Simulasi dasar ini juga memperhatikan ketidakpastian pada saat awal tanam, dengan menggunakan dua nilai yang masuk akal dari awal tana, menghasilkan 4 simulasi dasar. Simulasi proyeksi, selain 4 gangguan parameter, menghitung ketidakpastian akibat banyaknya CO2 pada efek pemupukan, dengan memvariasikan parameter yang bertanggung jawab atas efisiensi transpirasi dan penggunaan air,menghasilkan delapan set parameter. Kemajuan dari batas ini dapat dicapai melalui penggunaan hal air, melalui irigasi yang cukup.

b.Kerantanan :
Pendekatan paralel digunakan untuk menilai kerentanan hasil panen terhadap perubahan iklim yang ditunjukkan oleh metrik sosial-ekonomi. Metode ini menggunakan pemodelan berdasarkan data sosio-ekonomi skala provisi untuk memperhitungkan kasus ketika kehilangan panen tinggi selama perubahan iklim meteorologi yang relatif menurun dengan kasus ketika kehilangan penen minimal selama musim penghujan dan hama WBC meteorologi yang relatif tinggi. Misalnya, penggunaan tenaga kerja pertanian untuk meminimalkan dampak buruknya sistem irigasi.

Rasio indeks gagal panen,terhadap kekeringan. Sehingga gagal panen adalah hasil yang tidak diharapkan untuk tahun itu, yang menunjukkan panen diharapkan berdasarkan tren jangka panjang, dibagi dengan panen sebenarnya pada tahun itu. Misalnya karena pengelolaan air yang baik, peningkatan pupuk, investasi perkapita di bidang pertanian.

Dari penjelasan diatas kita dapat diambil kesimpulan bahwa perubahan iklim akan mengakibatkan peningkatan gagal panen padi di wilayah Jawa Timur karena meningkatnya tekanan musim penghujan dan kekeringan. Dengan memeriksa pada skala regional kisaran tekanan abiotik yang mungkin dialami oleh sistem produksi di masa depan. (**)

Tags: Karena Perubahan IklimMeningkatnya Gagal PanenNEWS

Related Posts

Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik
OPINI

Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik

10 Januari 2026
Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi
OPINI

Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi

7 Desember 2025
Utang Untuk Infrastruktur: Gaspol atau Boncos?
OPINI

Utang Untuk Infrastruktur: Gaspol atau Boncos?

4 Desember 2025
Himawan S Calon Ketua Umum IKA UPNVJ, untuk Kesuksesan Bersama dan Keterbukaan.
OPINI

Himawan S Calon Ketua Umum IKA UPNVJ, untuk Kesuksesan Bersama dan Keterbukaan.

6 Desember 2024
Ajakan Terhadap Pendakwah yang Lagi Viral (Miftah)
OPINI

Ajakan Terhadap Pendakwah yang Lagi Viral (Miftah)

5 Desember 2024
Alat Negara dalam Bidang Penegak Hukum Itu Harus Independen
OPINI

Alat Negara dalam Bidang Penegak Hukum Itu Harus Independen

2 Desember 2024
Tantangan Menuju Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo Subianto
OPINI

Tantangan Menuju Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo Subianto

16 November 2024
Prof Made Suarta: Pentingnya Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Bagi GEN Z
OPINI

Prof Made Suarta: Pentingnya Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Bagi GEN Z

12 November 2024
Tidak Tepat, Membandingkan Ilmu Ling Tien Kung dengan Organisasi Elteker
OPINI

Tidak Tepat, Membandingkan Ilmu Ling Tien Kung dengan Organisasi Elteker

7 November 2024
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.