Badung – Bali, Kabar1News.com —Sesuai letaknya dengan geografis yang berbukit dan perkebunan, persawahan juga peternakan. SMAN 1 Petang yang terletak di Kecamatan Petang, kabupaten Badung ini diakui proses pendidikannya sangat kental dengan budaya dan pertanian setempat.
Namun meskipun demikian di tengah keterbatasan dan letaknya yang sangat jauh dari pusat kota di Bali. SMAN 1 Petang secara pendidikan tidak jauh berbeda dengan sekolah lain. Hal itu bisa dilihat dan dibuktikan dari sisi prestasi yang dicapai oleh SMAN 1 Petang dengan sukses mengantarkan anak-anak pada lomba Sepeda tingkat Internasional.
Selain itu, anak-anak SMAN 1 Petang, Badung juga mampu membuat Barong dan Tari Maskot yang sukses dipentaskan pada hari Saraswati, dan proses pembuatan Vanili sampai pada pengolahan dengan memanfaatkan lahan yang ada.
Waka Kurikulum SMA N 1 Petang, I Gusti Putu Agung Arimbawa didampingi I Wayan Yatna selaku Waka Kesiswaan mengatakan, apa yang disalurkan oleh para Guru adalah untuk melahirkan generasi yang sehat dan mampu bekerja secara sportif, karena itu pendidikan karakter melalui merdeka belajar ini sangat perlu dilakukan sejak dini.
“Salah satu penguatan profil Pancasila yang kami lakukan adalah mengantisipasi anak-anak kita untuk tidak masuk dalam pergaulan yang tidak positif sehingga muncul karya-karya kerajinan tangan, seperti pembuatan Barong, Tari Maskot yang sudah sukses dipentaskan,” ungkapnya.
Selain itu, anak-anak juga diberikan pemahaman tentang wirausaha di bidang pengolahan cara membuat vanili dengan memanfaatkan lahan yang ada, dan ini juga sejalan dengan kurikulum merdeka belajar.
“Yang lain kewirausahaan yang kita ambil dari bagaimana membuat dan proses pembuatan vanili dari awal sampai mengolahnya. Itu salah satu teknik kita dalam kulikurum merdeka belajar untuk membuat anak-anak senang dalam belajar dan bahagia dalam belajar,” katanya.
Bahkan kata Gusti Putu Agung Arimbawa, bertepatan dengan hari Guru nasional tersebut, SMAN 1 akan mengadakan pameran yang disebut Pameran P5 dengan menampilkan hasil dari kreativitas anak-anak didiknya.
“Serangkaian dengan hari Guru Nasional kita akan mencoba membuat stan pameran P5 hasil dari karya anak-anak yang masih mengikuti ujian,” ungkapnya.
Ia menuturkan, bagi anak-anak yang berprestasi akan diberikan perhatian secara khusus agar bisa fokus pada perlombaan yang ia ikuti baik tingkat Porprov maupun tingkat Nasional bahkan tingkat Internasional.
“Yang memang berprestasi di sekolah kita beri dispensasi khusu dan perhatian khusus, sehingga dia bisa fokus mewakili Sekolah dan daerah baik di Porprov maupun Nasional dan bahkan ada anak-anak sampe lomba sepeda di Thailand,” tandasnya.
Terkait hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada tanggal 25 November setiap tahunya, Ia mengatakan SMAN 1 akan menjalankan sesuai arahan Mendikbud ristek dan edaran dari Kadisdikpora propinsi Bali maka kita mengikuti upacara bendera mulai jam 7.30, pesertanya semua siswa, guru dan tenaga pendidikan di SMAN 1 Petang dengan tenaga pelaksana dari OSIS.
“HGN dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang telah distandarkan dari Mendikbud ristek, juga edaran dari Kadisdikpora propinsi Bali maka kita mengikuti upacara bendera mulai jam 7.30 pesertanya semua siswa, guru dan tenaga pendidikan di SMAN 1 Petang dengan tenaga pelaksana dari OSIS,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Peringatan HGN berbarengan dengan Ujian Akhir Sekolah (UAS) sehingga dilaksanakan dengan sangat sederhana, yaitu upacara bendera dan rembug wirasa atau ramah tamah antara siswa dan guru sekolah serta mungkin ada pemberian motivasi ataupun cedera mata dari siswa kepada guru.
” Serangkaian HGN para guru juga melaksanakan selamatan secara sederhana. Setelah UAS berlanjut dengan even pameran P5 (Program Penguatan Profil Pelajar Panca sila) berupa hasil karya siswa selama 6 bulan sebagai wujud dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka ,” tutupnya. (*)





















