Medhayoh di Napis, Bupati Wahono Pastikan Konektivitas Jalan Jadi Prioritas Program Pemkab Bojonegoro
BOJONEGORO, Kabar1News.com – Program Bupati Medhayoh (Medhar Perkoro Supoyo Dadi Nayoh) yang artinya mengurai persoalan agar menjadi jelas, kembali digelar. Kali ini Bupati Bojonegoro Setyo Wahono gelar Medhayoh di rumah warga bernama Surali, Dusun Daplangu RT 43/RW 08, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kamis (1/10/2026).
Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga Desa Napis memadati lokasi untuk memanfaatkan berbagai layanan terpadu yang dibawa Pemkab Bojonegoro. Layanan tersebut meliputi Samsat Keliling, pembayaran PBB, layanan kesehatan, Gerakan Pangan Murah (GPM), perizinan terpadu, hingga layanan BPJS Kesehatan.
“Kami sangat senang ada sembako murah dan layanan kesehatan gratis,” ungkap Yanti, warga Dusun Koripan RT 59/RW 10, Desa Napis.
Kegiatan Medhayoh edisi X Oktober 2026 ini mengusung tema “Peningkatan Infrastruktur Jalan dan Penguatan Akses serta Kualitas Pendidikan untuk Mendukung Pembangunan Daerah”.
Turut hadir jajaran pimpinan OPD, Forkopimcam Tambakrejo, seluruh kepala desa se-Kecamatan Tambakrejo serta warga masyarakat Desa Napis.
Bupati Setyo Wahono mengapresiasi antusiasme warga. Ia meminta warga aktif memanfaatkan momen dialog interaktif ini untuk menyampaikan persoalan secara langsung.
“Harapan kami warga aktif memanfaatkan momen ini. Monggo yang mau sambat, kita duduk bareng cari solusinya,” ujar Wahono.
Dikesempatan ini Bupati Bojonegoro juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada sejumlah warga kurang mampu.
Terkait pendidikan dan kesehatan, Wahono meminta Pemerintah Desa Napis mendata warga yang putus sekolah dan tidak sekolah, serta mendorong warga mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Harapan kami agar terdeteksi kondisi pendidikan dan kesehatan warga Desa Napis secara menyeluruh,” pintanya.
Bupati juga menyoroti kondisi infrastruktur di Desa Napis yang berada di kawasan hutan dengan wilayah sangat luas, terdiri dari 9 dusun dan dihuni sekitar 9.000 jiwa.
“Dengan banyaknya jembatan dan panjangnya jalan di Desa Napis, harus kita maklumi jika belum semua tuntas. Namun Pemkab Bojonegoro akan terus berupaya menuntaskan infrastruktur jalan dan jembatan yang ada di Napis,” tegas Wahono.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro, Chusaifi Ivan menambahkan, konektivitas wilayah menjadi program prioritas Pemkab, salah satunya di Desa Napis.
“Program prioritas kami adalah konektivitas wilayah berupa infrastruktur jalan dasar, salah satunya di Desa Napis ini,” jelasnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan keluhan terkait beasiswa sekolah dan infrastruktur jalan penghubung menuju dusun terjauh. Bupati memastikan semua aspirasi akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Anwar Murtadlo, menjelaskan Pemkab memiliki program beasiswa Satu Desa 10 Sarjana.
“Tentunya melalui mekanisme yang ada,” ujarnya.
Anwar menambahkan, pihaknya telah menugaskan para guru untuk mendata anak tidak sekolah. Menurutnya, Kecamatan Tambakrejo menjadi wilayah dengan angka anak tidak sekolah tertinggi di Bojonegoro.
“Jika masih ada yang belum terdata, kami mohon Pemdes segera menginformasikan ke Dinas Pendidikan,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Napis, Mulyono, menyampaikan terima kasih atas pembangunan jalan penghubung Watu Jago-Napis serta jalan poros yang telah menjadi kewenangan Pemkab Bojonegoro. (Imam/Red)




















