Kediri raya, kabar1news.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana akan menjamin biaya pengobatan korban pembacokan seorang pria di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Tiga orang tewas dalam kejadian ini dan beberapa lainnya terluka.
Hanindhito mengunjungi korban pembacokan di rumahnya. Mereka memilih pulang dari rumah sakit karena khawatir tidak bisa membayar biaya pengobatan.
“Kejadian di Wates ini, korban yang luka berat atau ringan sudah pulang (dari rumah sakit) karena takut biaya. Kami cover (tanggung),” kata Hanindhito di Kediri, Selasa, 8 Maret 2022.
Ia membujuk korban pembacokan agar mau melanjutkan perawatan di rumah sakit sampai sembuh. Di antara warga yang menjadi korban pembacokan ada Kristiono, yang terkena sabetan celurit dan mendapatkan 32 jahitan.
Hanindhito sudah menghubungi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul Tony Widyanto dan meminta rumah sakit merawat warga yang menjadi korban pembacokan sampai sembuh.
Pada Senin, 7 Maret kemarin seorang proia bernama Riyanto, 35, warga Desa Pojok mengamuk membabi buta dan membacok orang-orang yang ditemuinya menggunakan celurit.
“Jadi siapapun yang ada itu dibabat, yang melerai pun ikut dibabat,” kata Kepala Desa Pojok Darwanto.
Amukan warga tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dan tujuh orang terluka sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Di antara warga yang menjalani perawatan di rumah sakit ada empat orang yang memilih pulang karena khawatir tidak bisa membayar biaya perawatan di rumah sakit.(*cp)





















