Mahasiswa ITS Ubah Perpustakaan Desa Malangsari Jadi Pusat Literasi.
Ngajuk, Kabar1News.com – Mahasiswa Institut teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi yang dilaksanakan dalam 2 kloter. Dilaksanakan selama 40 hari di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Rangkaian KKN tersebut ditutup kloter ke-2 dengan mengubah perpustakaan desa menjadi pusat literasi yang dapat diakses semua kalangan usia.
Bertujuan meningkatkan kualitas literasi masyarakat desa, mahasiswa kloter 2 yang berasal dari beragam departemen di ITS, berhasil mengubah perpustakaan desa menjadi tempat yang menyenangkan dan edukatif bagi warga, terutama bagi anak-anak dan remaja.
“Kami melihat bahwa literasi merupakan kunci untuk membuka potensi warga, terutama anak-anak yang merupakan generasi penerus. Melalui perpustakaan desa, kami ingin memberikan akses terhadap berbagai bahan bacaan yang bermanfaat dan mendidik,” ujar Dr. Sri Yani Purwaningsih, M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang turut mendampingi mahasiswa KKN dalam kegiatan ini.
Dikesempatan yang sama, Khoirunnisa Laila Setiawati, salah satu mahasiswa KKN mengatakan, kerjasama dari perpustakaan desa sangat membantu dalam program.
“Kerja sama kami dengan perpustakaan desa sangat membantu dalam menjalankan program ini. Beliau memberikan banyak arahan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa saat berpartisipasi dalam pengelolaan perpustakaan desa,” ujar mahasiswa KKN yang terlibat dalam program inventarisasi dan penataan ulang koleksi buku ini.
Program dilaksanakan selama 20 hari untuk masing-masing kelompok kerja. Kelompok kedua beranggotakan 5 mahasiswa, yakni Shavira Alya Rahma, Lovely Gwyneth Giselle Mait, Khoirunnisa Laila Setiawati, Syifaul Azka Ramadhani, dan Nayottama Surya Setyawibawa. kelompok ini, fokus pada program dari kloter ke-1 seperti inventarisasi dan penataan kembali koleksi buku di perpustakaan, bimbel malam, dan senam pagi bersama anak TK Pertiwi Desa Malangsari dan SDN 2 Malangsari serta melaksanakan berbagai program kegiatan dalam rangka peningkatan literasi di Desa Malangsari dalam kurun waktu 20 hari, tepatnya tanggal 20 Juli – 9 Agustus 2025.
Kegiatan lainnya yakni, program edukasi yang dilaksanakan dilaksanakan di 3 tempat yaitu Dusun Mranggo (23/07), Dusun Santren (28/07), dan Desa Malangsari RT 03 RW 02 (29/07) bertema literasi dengan judul “Gadget Aman, Literasi Jalan: Dampingi Anak Di Era Digital”. Topik tersebut diangkat dari permasalahan yang dikeluhkan oleh masyarakat desa mengenai perilaku anak-anak yang sering bermain gadget. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak dan remaja, tetapi juga membantu orang tua untuk mengembangkan kebiasaan membaca yang lebih baik.
“Kami senang dengan dukungan yang luar biasa dari masyarakat desa. Mereka sangat antusias untuk ikut serta dalam program literasi ini,” ujar Lovely Gwyneth Giselle Mait dan Nayottama Surya Setyawibawa, mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan edukasi.
Lomba Gelora Literasi Malangsari 2025 menjadi kegiatan lainnya yang diperuntukkan bagi siswa kelas 7 di SMPN 2 Tanjunganom. Penentuan sasaran peserta tersebut memiliki alasan yakni diharapkan sekolah juga mendapatkan calon bibit unggul dengan minat dan bakat serupa serta bagi peserta diharapkan dapat berkompetisi ke jenjang yang lebih tinggi seperti FLS2N.
Kategori lomba yang diadakan meliputi terbagi menjadi tiga sesi untuk sesi pertama lomba membaca nyaring, sesi kedua membaca puisi, dan sesi ketiga mendongeng. Lomba diakhiri dengan penyerahan piala dan juga hadiah menarik bagi para pemenang untuk tiap kategori. Adanya kegiatan lomba tersebut juga memberikan kesan hangat bagi peserta dan guru di sana.
Melalui kegiatan edukasi berupa program sosialisasi yang telah dilakukan, diketahui sebuah fakta masih terdapat masyarakat desa yang belum mengetahui keberadaan Perpustakaan Desa Malangsari – Tunas Harapan. Hal tersebut dikarenakan lokasi perpustakaan yang kurang menonjol dan terletak satu lokasi dengan TK-KB, sehingga hanya sebagian warga seperti wali murid dan staff pengajar yang mengetahuinya. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa KKN memberikan plang yang diserahkan secara simbolis saat acara penutupan kegiatan KKN di Balai Desa
Dr. Sri Yani Purwaningsih, M.Si., dosen pembimbing lapangan menambahkan, program ini akan membawa perubahan jika dilaksanakan berlanjut.
“Kami berharap program ini dapat berlanjut dan membawa perubahan jangka panjang untuk literasi di Desa Malangsari,” tambahnya.
Mahasiswa KKN ITS berharap, perpustakaan desa akan terus menjadi tempat yang aktif untuk berbagai kegiatan literasi, yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi masyarakat serta menciptakan kebiasaan positif.
Dengan adanya dukungan dari mahasiswa ITS dan perpustakaan desa, Desa Malangsari kini memiliki perpustakaan yang lebih diketahui keberadaannya oleh masyarakat, menarik, dan diharapkan akan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan literasi serta menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan kreatif. (Syn/Red)





















