Bali, Kabar1News.com —Tingkat kunjungan wisatawan di obyek wisata Tanah Lot Bali kabupaten Tabanan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 alami peningkatkan.
Seperti diketahui dua tahun terpuruk akibat pandemi covid 19, namun kini situasi kembali normal dan sebagian besar pengunjung wisatawan manca negara dan wisatawan domestik kembali mengunjungi kawasan obyek wisata Tanah Lot Bali.
Sementara berdasarkan data yang disampaikan manajemen DTW Tanah Lot bahwa tingkat kunjungan selama libur Natal dan Tahun Baru mencapai 1.3303 orang atau 5 kali lipat dibanding tahun 2021 yang hanya mencapai 268 ribu kunjungan.
“Kalau 2021 itu karena masih pandemi kunjungan kita 268 ribu orang, jauh sekali. Jadi, sekarang sudah mencapai 1.3303 atau 5 kali lipat,” ujar Manager DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana melalui Asisten Manager I Putu Toni Wirawan di Tanah Lot pada, Jumat (30/12/2022).
Toni Wirawan menuturkan, saat ini kunjungan di Tanah Lot tidak hanya Domestik, namun wisatawan asing juga sudah mulai keliatan antara 40 sampai 60 persen.
“Sekarang tamu asing sudah mulai keliatan hampir 40 sampai 60 persen, dan kalau dulu itukan hanya tamu domestik,” ungkapnya.
Melihat kunjungan wisatawan semakin meningkat pasca pandemi covid 19, Toni Wirawan mengatakan sebagai obyek wisata berbasis budaya tentu kedepannya akan tetap dilestarikan agar keaslian Tanah Lot itu tetap terjaga.
“Kedepannya kami akan tetap pertahanan, bahwa Tanah Lot itu adalah pariwisata yang berbudaya. Jadi, kita tetap rawat area sekitar secara baik agar tetap bersih dan aman” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini kunjungan di Tanah Lot didominasi oleh tamu India dan Korea, Australia sudah mulai keliatan, sementara Eropa dan China belum begitu kelihatan.
“Kalau untuk dominan tamu, China belum keliatan, Korea sudah mulai keliatan dan India yang banyak sekarang, Eropa belum Australia sudah,” jelasnya.
Selain itu, Toni Wirawan menuturkan, mengenai pelayanan tentu tak bisa diragukan lagi di kawasan Tanah Lot, semua tamu yang datang pasti akan dilayani dengan baik, dan bahkan 144 orang staf tersebut dibekali dengan bahasa Mandarin melalui pelatihan yang bekerja sama dengan salah satu kampus di Bali.
“Kebetulan kami dengan 144 orang besik nya pelayanan pariwisata. Jadi terutama mereka itu harus ramah, senyum, budaya timur itu harus diperlihatkan bahkan mereka dibekali bahasa Mandarin melalui pelatihan yang bekerja sama dengan salah satu kampus di Bali,” tutupnya.(***Dion)





















