Mas Lindra menerangkan Pemkab Tuban akan mendukung pemasaran produk hasil karya peserta Kampus Beraksi. Salah satunya dengan menyerap tas hasil produksi hasil karya mereka untuk di pasar tradisional, pasar swalayan, minimarket maupun bingkisan kegiatan Pemkab Tuban. Sehingga mampu mengurangi sampah plastik.
Melalui kegiatan tersebut, Mas Lindra berharap paradigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas dan mantan ODGJ menjadi lebih baik. Tidak hanya itu, mampu mendukung pertumbuhan ekonomi warga hingga di sektor rumah tangga. “Sehingga penyandang disabilitas dan ODGJ mampu berkarya, berdaya, dan mandiri,” tuturnya.
Sementara itu, TKSK Singgahan, Arifatul Khoiriyah mengatakan sebanyak 12 penyandang disabilitas dan ODGJ mendapatkan pemberdayaan dari Pemkab Tuban di rumahnya. Kedepannya, produk hasil Kampus Beraksi akan dijual secara langsung dan memanfaatkan media sosial.
Arifatul Khoiriyah menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mas Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Kehadiran mas Lindra menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas dan pegiat sosial untuk berdaya dan mandiri. “Kami berharap dapat bekerjasama dengan lebih banyak OPD dan swasta lainnya,” ujarnya.
Usai berdialog, Mas Lindra bersama Sekda Tuban, Budi Wiyana dan pimpinan OPD melakukan kunjungan kerja ke sejumlah desa di Kecamatan Singgahan dan Parengan. Kunjungan tersebut dimaksudkan guna mengecek pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan di berbagai bidang. Di antaranya, jalan lingkungan, jalan poros, drainase, jembatan, sekolah, puskesmas dan hibah lembaga. (Mct/imm)





















