Bali, Kabar1News.com – Puncak perayaan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Denpasar yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar pada 30 November 2022. Para Guru diharapkan agar lebih kreatif dan berinovasi.
“Pada HUT PGRI sekarang kita mengharapkan guru-guru di Denpasar itu biar bisa lebih kreatif dan ber inovatif,” ujar Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, M.Pd., yang juga kepala sekolah PGRI 4 Denpasar.
Ketut Suarya menjelaskan, hari ini adalah puncak dari rangkaian acara yang sudah dilakukan mulai dari tanggal 12 hingga 30 November 2022.
“Inikan puncaknya ya, dari rangkaian acara kita lakukan dari tanggal 12-15-20-23-24-25-29. Na, 30 November ini puncaknya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perubahan global menjadi tantangan baru bagi para guru di kota Denpasar, namu dengan semangat belajar dan adaptasi yang baik tentu menjadi jawaban pasti terhadap perubahan tersebut.
“Bagaimana pun perubahan global itu kita harus terus mengikuti perkembangan jaman ya, jadi Guru itu harus mengisi diri belajar sehingga kualitas pendidikan ke depan lebih baik,” terangnya.
Terkait sertifikasi yang rencananya akan dihapus, ia mengatakan jika memang itu kebijakan untuk kesejahteraan Guru tentu harus didukung.
“Kita dari PGRI tidak menghendaki itu, tapi pada prinsipnya kalau ke arah yang lebih bagus mensejahterakan Guru, membahagiakan Guru kita welcome,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengatakan saat ini pihaknya sudah sering berkomunikasi dengan pusat terkait kekosongan Guru di daerah khusus di kota Denpasar.
“Sudah sering kita komunikasi pada waktu rapat kerja nasional sudah kita sampaikan bahwa guru-guru di daerah kan masih kurang, bagaimana pun di pusat agar di pusat mengisi Guru yang kekosongan, sudah PGRI pusat sudah berjuang,” tandasnya.
Ia berharap para Guru lebih baik dan diakomodir untuk meningkatkan kesejahteraan, dan diharapkan para Guru juga terus belajar dan jadilah Guru yang inspirasi karena Guru itu tidak bisa tergantikan oleh teknologi secanggih apa pun.
“Ya harapan kita kan biar nasib Guru lebih baik dan diakomodir untuk meningkatkan kesejahteraan, dan kita juga menghimbau guru-guru terus belajar meningkatkan diri dan jadilah Guru yang inspirasi, karena guru itu tidak bisa tergantikan oleh teknologi secanggih apapun,” tutupnya. (***/Dion)





















